JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Sekolah Vokasi Universitas Warmadewa (Unwar) menambah program studi (prodi) terbaru yakni D-III Teknologi Informasi, melengkapi prodi sebelumnya, Sistem Informasi Akuntansi (D-III), dan Akuntansi Perpajakan (D-IV). 


Prodi teranyar ini diprediksi bakal banjir peminat. Selain langka (satu-satunya di Indonesia timur), prodi Teknologi Informasi juga sangat relevan dengan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) menyambut era revolusi industri 4.0. Demikian dikatakan Direktur Sekolah Vokasi Unwar Dr. Ir. I Gede Pariutama Westra didampingi Sekretaris Gede Johannes Arygunartha, S.Pd., M.Pd. Fis., di Denpasar, Selasa (23/6/2020).

Jebolan D-III Teknologi Informasi, kata Pariutama, punya jangkauan kerja yang sangat luas, bisa masuk ke perusahaan besar yang memiliki jaringan informasi, perusahaan provider serta hampir seluruh sektor. "Jadi kalau berbicara peluang kerja, tentu tidak usah ragu. Apalagi generasi muda kita cenderung menjadi konsumen, bukannya menjadi pengendali teknologi itu sendiri," kata Pariutama.

Dia mengakui, program diploma bagi sebagian besar masyarakat Bali belum terlalu populer. Salah satu alasannya, karena kultur orang Bali kuliah ingin mendapatkan gelar sarjana, tanpa memperhitungkan persaingan dan peluang kerja setelah lulus. Kondisi ini berbeda dengan daerah lain seperti pulau Jawa yang masyarakatnya berorientasi pada pekerjaan tanpa berlama-lama menempuh pendidikan.

Karenanya, Pariutama mengimbau lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi agar memilih jenjang diploma, apalagi bagi yang tingkat ekonominya menengah ke bawah. Trend ke depan, bakal terjadi 'kawin paksa' antara dunia industri dengan perguruan tinggi. Sehingga, diperlukan SDM yang siap bekerja.

Menurutnya, lulusan diploma memiliki berbagai keunggulan, di antaranya, proses pendidikan lebih cepat, lebih hemat biaya, siap bekerja, bisa melanjutkan ke program sarjana, bahkan doktor, dan yang terpenting juga mendapatkan gelar akademik (Ahli Madya). 

"Khusus di Bali kami akui memang ada tantangan tersendiri mempromosikan program diploma karena kultur masyarakat kita berbeda dengan daerah lain. Tapi kami tetap optimis dan berupaya maksimal," ujarnya.

Terkait Prodi Sistem Informasi Akuntansi (D-III), dan Akuntansi Perpajakan (D-IV), Pariutama mengaku sudah ada puluhan calon mahasiswa yang mendaftar. Hingga gelombang kedua pendafaran mahasiswa baru Uwnar ditutup, jumlahnya diyakini melampaui perolehan mahasiswa tahun sebelumnya. (Gde)