JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Sesuai peta sebaran Covid-19, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, masuk dalam zona merah dengan 6 pasien positif (2 dalam perawatan, 1 meninggal dan 3 sembuh). Kondisi ini mendapatkan perhatian serius dari IKIP PGRI Bali yang kampusnya terletak di Kelurahan Tonja. 

 

Bekerja sama dengan Lurah, Babinkamtibmas, dan tokoh masyarakat Tonja, pada Jumat (24/4/2020) IKIP PGRI Bali membagikan 2000 lebih masker bagi pengguna jalan yang melintas di Jalan Seroja, tepat di depan kampus 'pendidikan karakter' tersebut. Bahkan Rektor Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum., tak segan menegur dengan keras warga yang tidak mengenakan masker.

"Kenapa anda tidak pakai masker? Gak kasian sama orang lain di sekitar anda? Jangan bandel, ini saya kasi masker, tolong langsung dipakai," kata Suarta menghardik dua orang tanpa masker yang mengaku warga sekitar. 

Rektor yang juga seniman tradisi ini mengaku menyayangkan masih ada beberapa warga yang belum dispilin menjalankan imbauan pemerintah. Meskipun secara umum, 90 persen dari pantauannya sudah mengenakan masker. "Kebanyakan mereka mengaku rumahnya dekat, hanya ke ATM, hanya belanja ke toko jadi gak perlu pakai masker. Ini tidak boleh dibiarkan," tegas dia.

Ketua LPM Sesetan ini mengatakan, kedisiplinan adalah satu-satunya senjata memutus mata rantai Covid-19. Ia tak menampik mendisplinkan masyarakat tidak semudah membalikkan telapak tangan. Contohnya di Kelurahan Sesetan, ia dan jajaran LPM selalu menemukan kendala saat mengimbau masyarakat, terutama para pedagang dan pekerja harian.

Terkait pembelajaran dalam jaringan (online) selama masa darurat pandemi Covid-19, Suarta mengaku berjalan normal dan tidak ditemukan kendala. Pihaknya sedang merancang metode-metode pembelajaran online untuk mengganti sejumlah mata kuliah praktik lapangan. Jika pandemi ini berkepanjangan, praktik mengajar untuk mahasiswa di sekolah bisa ditunda sementara waktu, tanpa menghilangkan hak mahasiswa lulus tepat waktu.

Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali IGB Arthanegra menambahkan, sisa masker diserahkan kepada Lurah Tonja. Arthanegra berharap langkah kecil yang dilakukan IKIP PGRI Bali bisa memberi manfaat besar. "Saat ini menggunakan masker adalah langkah termudah menghindari paparan virus corona," katanya.

Bagi dunia pendidikan, lanjut Arthanegra, hikmah dari wabah ini secara tidak langsung memaksa civitas akademika menguasai teknologi informasi, termasuk para dosen yang berusia lanjut. Ia sendiri percaya pemerintah telah melakukan langkah terbaik untuk melindungi segenap warga negara dari ancaman virus mematikan yang menyerang pernafasan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Tonja Ade Indahsari Putri sangat mengapresiasi langkah IKIP PGRI Bali. Apalagi sebagai kampus pencetak guru, IKIP PGRI Bali sudah memberikan contoh yang baik kepada masyarakat terutama membangun kedisiplinan.


Ade mengaku Kelurahan Tonja melalui Satgas Gotong-royong setempat, sepakat memperketat lalulintas warga yang melintas di pintu-pintu masuk wilayahnya. Bagi warga yang tidak menggunakan masker, dilarang melintas dan diminta kembali ke rumahnya. Langkah ini, kata dia, sangat tepat diterapkan agar corona tidak meluas. (Gde)