JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Eka Dwi Putra, S.Pd., adalah salah satu mahasiswa strata dua (S2) yang memiliki pengalaman akademis unik di tengah Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Staf Pengajar di STKIP Agama Hindu, Amlapura ini baru saja menyelesaikan ujian tesis berbsis online atau dalam jaringan (daring).

 


Ia tercatat sebagai mahasiswa program studi (Prodi) Magister Ilmu Linguistik (MIL) Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar). Menyajikan tesis berjudul "Tindak Tutur Guru dalam Proses Pembelajaran di Canggu Community School", Eka Dwi Putra meraih hasil ujian terbaik, yakni cumlaude dengan IPK 4.00.

Bapak dua anak ini mengakui, secara psikis, ujian tesis daring lebih rileks dibandingkan ujian konvensional (berhadapan fisik langsung dengan penguji). Namun para penguji tetap kritis. Sehingga esensi antara ujian daring dengan konvensional sama, yang berbeda hanyalah motodenya saja.

Dalam ujian tesis daring, lanjut Eka Dwi, yang menjadi tantangan utama adalah jaringan internet. Apalagi aplikasi Zoom yang digunakan membutuhkan signal yang stabil. "Saat ujian saya pinjam tempat di coffe shop milik adik ipar untuk mendapatkan signal internet yang kuat," kata Eka Dwi, dikonfirmasi dari Denpasar, Kamis (16/4/2020).

Selama hampir 3 jam ujian berlangsung, ia fokus menatap layar laptop, menjawab dan mendengarkan paparan para penguji yang terdiri dari lima orang dosen. Ia menilai, ujian tesis daring malah punya kelebihan karena mahasiswa bisa merekam proses ujian untuk memperjelas koreksi dan masukan penguji.

Suami dari Ni Putu Ayu Diah Masyuni, ini menambahkan, sebelum ujian ia mempersiapkan diri layaknya ujian tesis konvensional. Sembari mempersiapkan perangkat yang dibutuhkan agar tidak ada gangguang sedikit pun. Sebab, dalam ujian tesis yang sangat penting ini, sedikit saja terjadi gangguan, maka konsentrasi mahasiswa bisa buyar.

Lebih lanjut, Eka Dwi mengaku sangat bangga bisa menyelesaikan pendidikan magisternya di Prodi MIL Unwar. Ia pun berhak menyandang gelar tambahan M.Hum. "Prodi Magister Ilmu Linguistik Unwar boleh saya katakan terbaik di Bali. Baik dari sisi layanan, fasilitas, dan kualitas dosen," tambah ayah dari Ni Putu Gayatri Isyana Dewi dan Genitri Prabhadewi Kamaratih tersebut.

Terkait wacana yudisium dan wisuda daring yang mencuat jika Pandemi Covid-19 berkepanjangan, Eka Dwi mengaku setuju demi kebaikan dan kesehatan bersama. Yang terpenting, dirinya telah menyelesaikan studi sesuai kaidah perguruan tinggi. (Gde)