PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Langkah pemerintah dengan melakukan program kegiatan belajar mengajar melalui saluran televisi (TVRI) yang diinisiasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendapat tanggapan positif dari DPRD Bali.

 

Belajar melalui televisi selama 3 bulan kedepan akan dimulai pada Hari Senin (13/04/2020). Hal ini bisa menjadi solusi terhadap kendala jaringan internet. Terkai hal itu, Komisi IV DPRD Bali yang membidangi pendidikan sangat menyambut baik.

 "Ya paling tidak SDM kita tetap bisa melangsungkan proses belajar mengajar dengan memanfaatkan semua media dan IT saat ini. Pada prinsipnya kita mengapresiasi segala upaya dan terobosan yang dilakukan oleh kementerian (Kemendikbud). Situasi seperti ini sudah sepatutnya semua elemen dan stakeholder berupaya berbuat yang terbaik buat dan bangsa dan negara," ujar anggota Komisi IV DPRD Bali Putu Mangku Mertayasa, Minggu (12/04/2020).

Kepada seluruh siswa, ia meminta agar diikuti dengan baik apa yang disampaikan melalui siaran televisi tersebut. Apalagi di Indonesia metode tersebut terbilang baru. Para orang tua juga harus mendampingi anaknya. 

 "Kami berharap semua siswa mengikuti semua proses dan pola yang diterapkan oleh kementrian sehingga program ini bisa efektif dalam situasi seperti ini, dan para orangtua ikut mendampingi anak-anak tercintanya sambil menaati himbauan pemerintah untuk diam di rumah," paparnya.

Apa yang disampaikan oleh Putu Mangku Mertayasa juga diamini oleh anggota Komisi IV lainnya yakni Ketut “Boping” Suryadi. Ia menilai, sejatinya metode belajar mengajar melalui siaran televisi kurang efektif. Berbeda dengan tatap muka langsung antara guru dan murid.

Akan tetapi, kondisi saat ini dimana penyebaran Virus Corona yang sangat masif, mau tidak mau harus dilakukan sebagai pengganti tatap muka di ruang kelas. Diharapkan, para siswa bisa menyesuaikan diri dengan proses belajar mengajar yang baru.

"Program belajar secara visualisasi media elektronik ya pasti kurang efektif dan optimal. Tapi dalam situasi mendesak pastilah lebih baik daripada tidak sama sekali. Diharapkan bagi siswa mengikuti dengan konsen dan bisa menyesuaikan," tambahnya. (her).