JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Perjuangan para orang tua agar diterima di sekolah negeri hingga kini terus dilakukan. Kali ini, puluhan orang tua siswa kembali mendatangi DPRD Bali untuk meminta solusi kepada dewan agar para anak-anak yang tercecer bisa masuk ke SMA/SMK Negeri.

Kedatangan para orang tua tersebut diterima langsung oleh Ketua Komisi IV Nyoman Parta, Anggota Nyoman Budi Utama, Utami Dewi, I Gusti Putu Budiartha, Bagus Suwirta Wirawan, Wayan Sutena, Wayan Rawan Atmaja, Anggota Komisi II Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana, dan Anggota Komisi III Nyoman Laka.

Salah satu orang tua siswa bernama Gede Indrajaya saat beraudiensi menyatakan, dirinya bersama para orang tua lainnya ingin mendapatkan kejelasan terkait nasib anaknya yang tercecer akibat tak masuk dalam sekolah negeri. Terlebih, saat mendaftar para orang tua diharuskan membuat surat pernyataan tidak mendaftar disekolah swasta. Padahal, jika dilihat dari perolehan Nilai Ebtanas Murni (NEM) seharusnya bisa masuk ke sekolah negeri. Ditambah lagi, saat ini ada Surat Edaran (SE) dari Gubernur Bali untuk mengoptimalkan PPDB, khususnya untuk para siswa yang tercecer.

“Sejauh mana relevansi Surat Pernyataan tersebut?. Merasa punya NEM besar mereka mendaftar lagi ke negeri, padahal sudah ada swasta sejak ada SE Gubernur. Kenyataannya sekarang masih banyak anak didik yang NEM bersaing tapi tidak diterima,” katanya saat menyampaikan keluhannya di Wantilan DPRD Bali, Senin (08/07/2019).

Hal yang sama juga disampaikan oleh orang tua siswa lainnya bernama Ketut Supartana asal Buana Kubu. Dirinya meminta kepada pemerintah untuk bisa memberikan rasa adil bagi para siswa. “Yang tidak tertampung ini bisa diakomodir, ada solusi dan rasa adil. Entah masuk sore atau penambahan kelas,” katanya.

Menyikapi keluhan para orang tua siswa tersebut, Dewan langsung menemui Gubernur Bali Wayan Koster dan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali seusai melakukan audiensi dengan para orang tua siswa. Hasilnya, DPRD Bali bersama Disdik masih menunggu data berapa jumlah anak secara keseluruhan yang tidak diterima disekolah negeri. “Setidaknya kita tunggu pengumuman besok (hari ini) agar petanya jelas, berapa anak yang belum tertampung,” ujar Ketua Komisi IV Nyoman Parta.

Komisi IV juga menghimbau kepada orang tua dan siswa yang sudah mendaftarkan diri ke sekolah swasta supaya tak mencabut pendaftaran dan berpindah ke sekolah negeri. “Yang sudah diswasta, berlanjutlah diswasta. Jadi biar tidak menambah krodit persoalannya. Yang belum dapat, nanti akan dicarikan solusinya setelah tanggal 9 Juli ini,” tandasnya.

Lebih lanjut, Komisi IV mneyebut bahwa solusi jangka panjang yang paling strategis adalah membangun sekolah baru. Namun, untuk solusi jangka panjangnya agar siswa yang tercecer bisa bersekolah yakni sekolah sore dan tambahan kelas. “Jangka pendeknya, nambah sekolah sore. Ada solusi nambah ruang kelas,” tegas dia. (her)