JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Banyaknya orang tua siswa yang mengeluh terhadap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi sorotan dewan. Pasalnya, dengan system zonasi yang diterapkan oleh Pemerintah justru membuat banyak siswa tercecer akibat jarak antara tempat tinggal dengan sekolah.

Sehingga, banyak siswa yang terpaksa masuk sekolah swasta yang biaya terbilang cukup tinggi. Atas dasar itulah, salah satu anggota Komisi IV DPRD Bali Wayan Rawan Atmaja menganggap Gubernur Bali Wayan Koster yang telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) telah tepat. Selain untuk mengoptimalkan siswa yang tercecer, juga untuk memberikan keadilan bagi sekolah swasta. “Keputusan Pak Gubernur tepat sekali mengeluarkan SE. Kenapa demikian, beliau juga memikirkan sekolah swasta. Sekolah swasta juga punya guru, guru juga punya keluarga dan perlu penghidupan,” akunya, Senin (08/07/2019).

Dirinya tak memungkiri jika keinginan para orang tua untuk mendapatkan pendidikan bagi anak-anaknya tentunya yang berkualitas dan murah. Dibandingkan dengan sekolah swasta yang biayanya lebih tinggi ketimbang sekolah negeri. Untuk itu, perlu adanya kebijakan terhadap sekolah swasta. “Jadi memang keinginan dari para orang tua, tentu biayanya murah. Orang tua murid ini 50:50, biar bukan negeri yang dia pikirkan itu biaya. Yang penting dapat sekolah, biayanya murah,” jelasnya.

Disisi lain, selama ini biaya tinggi yang diterapkan oleh sekolah swasta tak lebih dari biaya operasional dan untuk menggaji para guru serta karyawan. Sehingga, perlu adanya bantuan dari Pemerintah Daerah untuk memberikan BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah).

“Sementara inikan swasta kan serba susah. Susahnya, satu sisi terkait dengan kehidupan kesejahteraan pengajar dan lainnya. Coba sekarang diadakan BOSDA, berikan kepada swasta, sama kayak negeri. Pasti orang akan berbondong-bondong ke swasta, karena biayanya murah,” tandas dia.

Perlu dicatat, apabila sekolah swasta telah mendapatkan BOSDA dari pemerintah, harus diimbangi dengan peningkatan SDM, kualitas, dan konsistensi dalam memberikan pendidikan kepada para siswa. “Mari kita berbenah, mudah-mudahan Pemprov Bali bisa memberikan BOSDA di daerahnya pada swasta. Bila perlu dari pusat, biar ada kesamaan baik negeri apa swasta,” kata politisi asal Kuta Selatan ini. Terakhir, program jangka panjang untuk bidang pendidikan yakni soal pembangunan gedung sekolah baru. (her)