JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Memasuki tahun ajaran baru 2019, SMP Taman Pendidikan (TP) 45 Kayuambua, Susut, Bangli terpaksa ditutup. Pemicunya, lantaran sejak dua tahun terakhir tidak pernah mendapatkan siswa baru.

Hal itu diakui langsung Kepala TP 45 Kayuambua, Ngakan Putu Alit saat ditemui di sekolah setempat jelang persiapan perpisahan dengan para siswa angkatan terakhir tahun 2018-2019, Kamis (20/6/2019).

“Tahun ini adalah tahun terakhir, sekolah kami menamatkan siswa sebanyak 11 orang. Tahun berikutnya, sekolah ini terpaksa kita tutup,” ungkapnya. Untuk perpisahan para angkatan terakhir tersebut, rencananya akan dilaksanakan secara sederhana pada Jumat (21/06) hari ini.

Lebih lanjut, penutupan sekolah yang berdiri tahun 1983 dan sempat berjaya pada tahun 1980 hingga 1990-an ini, lantaran sejak beberapa tahun terakhir tidak pernah mendapatkan siswa baru. “Saat masih berjaya, sekolah kami bahkan sampai menerapklan doble sift karena kebanyakan siswa. Namun sekarang, karena kecendrungan masyarakat lebih memilih sekolah negeri. Sehingga dari dua tahun terakhir, sekolah kami tidak pernah mendapatkan siswa baru lagi,” jelas Ngakan Putu Alit.

Lanjut pria asal desa Demulih ini, minimnya siswa masuk ke sekolah swasta disebabkan lantaran sistem penerimaan siswa baru yang diterapkan saat ini tidak ada keberpihakan terhadap sekolah swasta. Selain itu, lantaran disejumlah wilayah terdekat juga kini  mulai banyak ada sekolah negeri baru, seperti Sekolah Satu Atap (Satap) Susut, SMPN di Bayung Gede sehingga kian menyebabkan sekolah swasta tersebut terhimpit dan kalah saing.

Padahal diakui dari sisi lokasi, sekolah yang terdiri dari tujuh ruangan ini berada di lokasi yang sangat strategis. Yakni, dijalur jalan raya Kayuambua-Kintamani, tepatnya di sebelah utara Puskesmas. Keberadaan sekolah ini, juga terbilang asri dan tenang karena untuk menuju ke sekolah tersebut mesti masuk gang sejauh 50 meter.

Tindak lanjut dari itu, pihaknya belum bisa memastikan peruntukkan sekolah tersebut pasca tutup.”Untuk rencana kedepan, kita masih menunggu hasil rapat dari pihak yayasan. Yang jelas tahun ini, sudah dipastikan tutup,” ungkap Ngakan Putu Alit. Sedangkan untuk nasib para guru, diakui sejak beberapa tahun terakhir telah mulai pindah akibat kekurangan jam mengajar.

Kata dia, sekolah ini awalnya sempat mempekerjakan sebanyak 12 tenaga guru terdiri dari guru PNS 7 orang dan 5 guru honor. “Sejak beberapa tahun terakhir, banyak para guru sudah pindah kesekolah lain karena kekurangan jam mengajar. Sekarang hanya saya saja yang masih disini. Namun dalam waktu dekat ini, saya juga akan pindah ke SMPN 1 Susut,” pungkasnya. (ard)