JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR-fajarbai.com | Menyambut tahun akademik 2019/2020, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bali memberikan potongan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar 50 persen bagi 100 orang calon mahasiswa baru yang mendaftar ulang pada gelombang I yang dimulai 1 April 2019 mendatang.

‘Bonus’ ini dihitung dari pendaftar ulang nomor urut 1 hingga 100. Keringanan khusus juga diberikan untuk calon mahasiswa yang berasal dari SMA/SMK PGRI se-Indonesia. 

“Kami buka dua gelombang. Pertama Januari-Maret 2019, daftar ulangnya mulai 1 April. Sedangkan dgelombang kedua, mulai April-Juli 2019, daftar ulangnya 1 Agustus. Untuk 100 besar pendaftar ulang pada gelombang I, kami beri potongan SPP 50 persen. Ini berlaku untuk pendaftar di luar sekolah PGRI,” kata Wakil Rektor I IKIP PGRI Bali Drs. Pande Wayan, M.Si di Denpasar, Senin (11/2/2019) kemarin.

 
Pihaknya juga memberikan potongan SPP bagi mahasiswa baru yang memilih jurusan tertentu dengan syarat bersedia mengukuti kelas pagi. Menurut Bawa, kebijakan yang diambil pimpinan institusi adalah upaya meningkatkan layanan pendidikan tinggi yang terjangkau untuk masyarakat luas, bukan mengobral mutu pendidikan. Ia menjamin, mutu pendidikan di IKIP PGRI Bali tetap maksimal untuk seluruh pesera didik. 

Dengan tersedianya pendidikan tinggi bermutu dengan biaya terjangkau, lanjut Pande Bawa, partisipasi perguruan tinggi akan semakin terlihat.  “Kita tahu bahwa tidak semua masyarakat kita mampu menjangkau biaya pendidikan tinggi. Inilah cara kami untuk berpartisipasi,” tambah dia.

Lebih lanjut, pria murah senyum ini memberikan tips memilih perguruan tinggi bagi siswa-siswi kelas XII SMA/SMK sederajat yang akan melanjutkan. Pertama, masih menurut Pande Bawa, utamakan komonikasi dengan orang tua sebelum menentukan pilihan. Sebab, ia mengakui orang tua sering memaksakan kehendaknya sendiri untuk memilih jurusan atau perguruan tinggi, tanpa memerhatikan potensi anaknya.

Kedua, ia menyarankan calon mahasiswa melihat status akreditasi institusi dan program studi yang akan dipilih. Terakhir, yang paling peting jangan ‘mabriyuk siu’ atau sekedar ikut-ikutan teman. “Saya minta jangan lakukan ini. Kalian (calon mahasiswa) harus punya pilihan sendiri sesuai kompetensi, agar tidak menyesal di kemudian hari,” kata dia memungkasi. (Gde)