JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Unud Target Wujudkan World Class University 2027

PENDIDIKAN
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Universitas Udayana menggelar Dies Natalis Ke-56, Sabtu (29/9/2018) siang di Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran.

Dies Natalis tahun ini terasa istimewa karena Universitas Udayana dapat merayakannya dengan hasil atau capaian yang luar biasa dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Di samping itu juga, kehadiran Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. Mohamad Nasir yang hadir dalam grand opening atau peresmian Rumah Sakit Universitas Udayana di Bukit Jimbaran turut jadi pemanis.

Rektor Unud, Prof. AA Raka Sudewi mengungkapkan peringatan dies natalis, hendaknya dimaknai sebagai momen perenungan diri, selaras dengan tema yang diangkat, yakni "Penguatan Inovasi dan Hilirisasi Riset Untuk Percepatan Unud Menjadi World Class University". Prof Sudewi mengungkapkan pada usia ke-56 adalah usia yang matang untuk mewujudkan Unud sebagai World Class University (WCU) di tahun 2027.

"Marilah kita semua memahami, merenungi dan berusaha sekuat tenaga untuk menggapai visi kita semua untuk mewujudkan 'Terwujudnya Perguruan Tinggi yang Unggul, Mandiri dan Berbudaya', dengan arah dan semangat tercapainya Universitas Udayana sebagai World Class University (WCU) di tahun 2027. Penguatan inovasi dan hilirisasi riset adalah strategi Kita untuk mempercepat Unud menjadi World Class University," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Sudewi memaparkan capaian positif yang diraih Unud. Peningkatan mutu institusi telah dibuktikan oleh adanya peningkatan jumlah program studi yang memperoleh predikat A dan B walaupun akreditasi C masih ada untuk program studi baru yang belum mempunyai lulusan.

Adanya capaian pengakuan QS Star bintang 3, juga membuat Universitas Udayana untuk pertama kalinya mengikuti peratingan QS World University Rankings pada 2012. Pada saat itu, Universitas Udayana memperoleh rating bintang satu. Kemudian empat tahun berikutnya (2016), Unud kembali ikut peratingan QS dan meraih rating 3 bintang. 

Selain itu, sebut rektor dari Fakultas Kedokteran itu, ukiran prestasi semakin bertambah, dengan meningkatnya status AIPT dari B menjadi A, webometric rank ke 8 pada Juli tahun 2017 dari webometric rank ke-9 pada Januari 2017. Unud menargetkan beberapa program studi mengajukan peratingan atau akreditasi internasional tahun 2017.

Pada kesempatan yang sama, Menristekdikti Moh. Nasir memberikan orasi ilmiah terkait kebijakan pemerintah memyeiapkan generasi muda menghadapi globalisasi era revolusi industri 4.0.

Mantan rektor terpilih Universitas Diponegoro itu menjelaskan potensi ekonomi Indonesia pada 2050 berada di peringkat empat Dunia berdasarkan data Pricewaterhouse Coopers (PwC) 2017.

“Demi tercapainya pertumbuhan ekonomi tersebut, dukungan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan tinggi, diarahkan untuk mendorong lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja, melalui kewirausahaan. Nantinya hal ini bertujuan untuk mengatasi pengangguran terstruktur,” ujar Menteri Nasir.

Pada era revolusi industri 4.0 saat ini, pendidikan dikatakan sangat penting untuk berpacu dengan inovasi sosial dan teknologi, seperti kecerdasan buatan, Big Data, dan Internet of things.

Dies Natalis Universitas Udayana ke-56 dihadiri Gubernur Bali yang diwakili Asisten Pemerintahan Bidang Kesra, Kapolda Bali Irjen. Pol. Petrus Reinhard Golose, Wapangdam IX Udayana, Rektor Undiksha I Nyoman Jampel, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII I Nengah Dasi Astawa, Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron, Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Hari Purwanto, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, Pejabat Eselon II di Lingkungan Kemenristekdikti lainnya, dan seluruh sivitas akademika Unud. (eka)