PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp.,M.Ng.,PhD., mengakui masih ada persepsi yang berkembang jika menjadi mahasiswa Stikes Bali itu sulit. Di samping biayanya mahal, para dosennya juga ‘saklek’. Namun ia menegaskan isu itu salah, alias hoax. 

Pengalaman itu ia dapatkan saat menerima mahasiswa Jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) beberapa waktu lalu. “Saya masih ingat betul di saat-saat awal perkuliahan, banyak yang ragu dan takut masuk ke Stikes Bali, karena biaya mahal dan dosennya saklek” kata Darma, Minggu (26/08/2018) di Denpasar . 

Menurut dia, Stikes Bali adalah institusi pendidikan yang mengetengahkan akan arti penting komunikasi 2 arah, antara peserta didik dan pengelola pendidikan, termasuk yayasan. “Kami duduk bersama, dan memberikan kesempatan seluruh mahasiswa untuk curhat. Terbukti isu tersebut salah,” kenangnya.

Pihak yayasan pada pertemuan itu, lanjut Darma Suyasa, menyampaikan bahwa mutu pengelolaan pendidikan harus yang utama. Hasilnya, pascadiskusi, semua ketakutan dan keraguan tersebut menjadi sirna. Yang akhirnya muncul adalah PAGEH, PUGUH lan JENGAH. Muncul motivasi, optimisme dan rasa jengah bahwa menjadi mahasiswa RPL memang tidak mudah, tetapi bukan juga hal yang MUSTAHIL. 

Lebih lanjut, pelaksanaan Tridharma Peguruan Tinggi pada seluruh Prodi di Stikes Bali telah terlaksana dengan baik dan lancar dan selalu tunduk kepada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dalam kancah Pendidikan Tinggi. Pelaksanaan pengajaran berjalan dengan lancar karena didukung oleh fasilitas yang memadai, yang secara kontinue dilengkapi dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan IPTEK di bidang pendidikan dan kesehatan. 

Tahun ini juga untuk pertama kalinya tingkat kelulusan Ukom Firstaker Ners STIKES Bali untuk program alih jenjang mencapai angka 100%. Bulan Oktober tahun 2018, 4 mahasiswa dan 1 dosen pendamping akan berangkat ke Jepang untuk proses magang di Hapinesu Fukusikae, Ehime, Jepang. Kegiatan Student and Faculty Exchange (Pertukaran mahasiswa dan Dosen) yang kami galang sejak tahun 2008 terus tumbuh dan berkembang serta menjadi salah satu program unggulan di STIKES Bali.

Alumnus-alumnus Stikes Bali yang mengikuti program ini terserap dengan sangat baik di lapangan kerja karena pengetahuan global serta kemampuan berbahasa asing yang mereka miliki. Saat ini kami memiliki kerjasama dengan 6 College of Nursing di Thailand, dengan 1 College of Public Health, 1 College Thai Traditional Medicine, juga dengan St Louis College di Bangkok Thailand, dengan Mahidol University Bangkok Thailand, dan National Taipei Unversity of Nursing and Health Sciences. 

Kerja sama dengan institusi pengiriman tenaga kerja ke Jepang, STIKES Bali telah pula menandatangani MOU dengan Yayasan Bina Mandiri ASEAN, dan dengan Hapinesu Fukushikai Jepang berkaitan dengan kegiatan magang dan belajar Bahasa Jepang di Jepang. Pada proses penerimaan mahasiswa baru tahun 2018. 

“Kami telah menerima mahasiswa baru sejumlah 549 orang yang terdiri dari: 218 pada Prodi Sarjana Keperawatan jalur reguler, 46 pada Prodi Sarjana Keperawatan Alih Jenjang, 24 Prodi Ahli Madya Keperawatan, 26 Prodi Ahli Madya Kebidanan, 173 Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anastesiologi, dan 62 Program DIII Keperawatan jalur RPL,” jelasnya sembari mengatakanjumlah tersebut belum termasuk 235 mahasiswa lanjutan dari Sarjana Keperawatan ke Profesi Ners. 

Darma Suyasa juga menggugah kepedulian seluruh civitas akademika Stikes Bali kepada korban gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). “Kami sedang menghimpun kekuatan untuk membantu saudara-saudara kita di Lombok,” pungkas dia. (Gde)