JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography
 SINGARAJA – fajarbali.com | Untuk kali ketiga, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menggelar Seminar Nasional Civic Law (SENACILA). SENACILA seri ketiga ini digelar secara hybrid, perpaduan luring dan daring, Kamis (23/6), dengan titik pusat di kampus Undiksha Singaraja, Buleleng.

Kegiatan akademik yang dipelopori Ketua Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M., ini mengusung tema “Penguatan Pendidikan Karakter dan Nilai-nilai Hukum dalam Penanggulangan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi”. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan situasi kekinian, di mana kasus kekerasan seksual masih menjadi persoalan di Indonesia.

Salah satu faktor penyebab kasus kekerasan seksual adalah terjadinya degradasi moral dalam masyarakat. Oleh karenanya, pimpinan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan FHIS Undiksha merasa tergugah mengedukasi masyarakat dan mahasiswa guna mencegah terjadinya kekerasan seksual.

“Kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia kami pandang sebagai sesuatu yang krusial,” jelas Ketua Panitia SENACILA #3, Ni Putu Rai Yuliartini, SH., MH. Menurut Rai Yuliartini, tujuan diselenggarakannya seminar ini untuk memberikan wawasan dan pengetahuan secara umum, serta menghasilkan berbagai gagasan akademik, sehingga bisa menjadi pertimbangan dan juga masukkan pemerintah serta semua lembaga terkait pendidikan karakter dan hukum dalam pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di perguruan tinggi.

Rai Yuliartini mengaku gembira karena SENACILA 3 ini tergolong sukses menyedot animo peserta khususnya yang mengikuti secara daring. Bahkan, pesertanya tidak hanya dari kalangan mahasiswa dan dosen, tetapi praktisi hukum, advokat, guru, notaris dan masyarakat umum.

Dekan FHIS Undiksha Prof. Dr. Sukadi, M.Pd., M.Ed., di sela membuka SENACILA 3 berujar, mahasiswa harus memiliki karakter yang utuh guna menjadi benteng diri dari tindak pidana kekerasan seksual. Oleh karena itu, dirinya memberikan apresiasi atas pelaksanaan seminar ini.

 “Harapan saya melalui seminar ini kita dapat terhindar dari Tindak Pidana Kekersan Seksual, dengan pemahaman terkait nilai-nilai mendasar (karakter) dan nilai-nilai fundamental (hukum),” harap Prof. Sukadi.

Nara sumber sekaligus Guru Besar Undiksha Prof. Dr. I Made Yudana, M.Pd., menyampaikan mengenai internalisasi karakter dan kekesaran seksual sebagai wabah kemanusiaan. “Kalau sampai kasus kekerasan seksual terjadi di sebuah habitat yang bernama kampus, sebetulnya ini adalah lonceng kematian,” kata Prof. Yudana.
FHIS 23 6 22
Sehingga, kata Prof Yudana, pendidikan karakter tidak bisa ditawar sebagai integritas diri, yang mana pengejawantahan dari integritas tersebut nantinya bisa di internalisasikan melalui Law Inforcement. “Untuk itu, penting sebagai generasi muda yang terdidik dalam memperkuat integritas diri untuk sebagai benteng terhadap kekerasan seksual,” ajaknya.

Sementara itu, nara sumber berikutnya Dr. Heribertus Jaka Triyana, S.H., LL.M., M.A., menyampaikan terkait Law Inforcement sebagai upaya represif. “Ada spirit yang perlu dibangun oleh perguruan tinggi untuk memiliki integritas yang baik, selain integritas akademik. Perguruan tinggi juga harus mampu dalam pengambilan kebijakan internal terkait program perguruan tinggi,” kata pria yang menjabat Wakil Dekan III Fakultas Hukum, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut.

Menurutnya ada 3 formula dasar yang perlu sangat diperhatikan pada perguruan tinggi, diantaranya: (1) Integritas Akademik; (2) Pencegahan Kekerasan Seksual; dan (3) Penyalahgunaan Narkoba. Hal tersebut tidak terlepas dari upaya Perguruan Tinggi dalam menciptakan situasi yang aman dan keselamatan bagi peserta didik.

“Terkait dengan isu-isu kekerasan seksual yang terjadi di Perguruan Tinggi, intinya hanya satu yakni menciptakan situasi yang aman. Aman untuk terlaksananya Tri Darma Perguruan Tinggi dengan menjadikan hukum dan kebijakan-kebijakan terkait sebagai dasar fundamental,” kata dia memungkasi. (Gde)

BERITA TERKINI