JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography
 

DENPASAR – fajarbali.com | Nominal Sumbangan Pembinaan Pendidikan atau SPP kerap menjadi pertimbangan utama sebagian besar orangtua pelajar sebelum menentukan sekolah bagi buah hatinya. Sekolah swasta lekat dengan cap “SPP mahal” karena tidak sepenuhnya disubsidi pemerintah layaknya sekolah negeri.

Namun mindset itu tidak mutlak. Nyatanya, banyak persekolahan swasta yang memberikan keringanan. SPP juga ditekan ramah kantong. Bahkan SMP Nasional (Spenas) Denpasar yang bernaung di bawah Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) tidak ragu menggratiskan SPP bagi peserta didiknya di luar beasiswa.

Ibarat pepatah, “tidak ada makan siang gratis”. Kebijakan bebas SPP ini hanya berlaku bagi bintang kelas di semua tingkat. Tiga besar nilai ujian akhir terbaik diganjar gratis SPP. Juara I gratis selama satu semester atau enam bulan, juara II empat bulan dan juara III gratis selama tiga bulan.

Jadi jika seorang siswa mampu mempertahankan prestasi juara I tiap semester, maka selama mengenyam pendidikan di sekolah yang beralamat di Jalan Tukad Yeh Aya Nomor 15 itu tidak membayar SPP sampai lulus. Penghargaan tersebut mampu menumbuhkan jiwa kompetitif antar-peserta didik.

Ni Komang Anggun Triwidianti, siswi kelas IX yang dilepas Selasa (21/6/2022), telah berulangkali merasakan manisnya ‘reward’ di sekolahnya. Anggun—sapaan karibnya—adalah siswi berprestasi. Ia langganan juara sejak duduk di kelas VII. Bahkan, ia sukses mengantongi NEM tertinggi angkatan tahun ini di Spenas.

“Bonus berupa gratis SPP sangat membanggakan orangtua. Saya juga bangga karena tidak menambah beban mereka apalagi di musim korona,” kata Anggun usai upacara pelepasan di aula sekolah setempat.

Dari bahasa tubuh dan statemennya ketika diwawancarai Fajar Bali, tidak diragukan lagi bahwa Anggun telah berpengalaman melahap asam garam kompetisi. Pemikirannya dewasa. Dia menyadari sepenuhnya, karakter yang terbangun dalam dirinya buah dari seringnya diberikan kesempatan mengikuti kompetisi oleh sekolahnya.

Sehingga Anggun menyarankan bagi lulusan SD yang hendak memilih sekolah, jangan memandang status negeri atau swasta, namun lebih pada kualitas, pelayanan, serta sarana prasarana sekolah tersebut.

“Adik-adik khususnya yang ada di Denpasar, kalau mau cari sekolah (SMP-red), saya rekomendasikan SMP Nasional. Jadi jangan lihat statusnya negeri atau swasta. Yang penting kualitasnya,” tegas Anggun.

Spenas 2 21 6 22Pelepasan peserta didik kelas IX SMP Nasional (Spenas) Denpasar di aula sekolah setempat, Selasa (21/6).

Kepala Spenas Ni Putu Supadmi menambahkan, pemberian penghargaan bagi peserta didik berprestasi merupakan kebijakan yang sejak dulu diterapkan di Spenas. Hal ini tidak terlepas dari kebijaksanaan pimpinan yayasan (Perdiknas-red).

Pelayanan terbaik, lanjut Supadmi, menjadi prioritas Spenas dengan tujuan melahirkan bibit-bibit generasi emas di masa depan. Bagi lulusan Spenas, ia juga merekomendasikan melanjutkan ke SMK Teknologi Nasional yang notabene satu payung dengan Spenas dan Universitas Pendidikan Nasional atau dengan nama beken Undiknas University. (Gde)

BERITA TERKINI