JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

MANGUPURA – fajarbali.com | SMK PGRI 1 Badung atau Skarisba melepas 193 lulusan dari Program Keahlian Akomodasi Perhotelan, Tata Boga Serta Multimedia, pada Sabtu (4/6) di Aula sekolah setempat. Kembali bergeliatnya sektor pariwisata pascapandemi membuat sebagian besar lulusan Skarisba terserap di dunia kerja dan industri sehingga 30 persen lebih tidak bisa hadir saat upacara pelepasan kelas XII.

Plt Kepala Skarisba Gede Ari Nesa Wijaya, SH., MH., berpandangan hal ini sebagai angin segar bagi dunia pariwisata Pulau Dewata yang berdampak pada meningkatkan animo masyarakat melanjutkan pendidikan di bidang pariwisata khususnya di Skarisba.

Bukan tanpa alasan, pasalnya, hanya Skarisba satu-satunya sekolah menengah kejuruan di wilayahnya yang memiliki fasilitas hotel bintang tiga sampai bintang lima yang digunakan praktik peserta didik. Selain itu, kitchen dan fasilitas lain juga bertaraf internasional.

“Jadi kami mengajak masyarakat, khususnya lulusan SMP yang berada di wilayah Badung, Denpasar dan daerah lain bergabung dengan kami. Kami sudah buka pendaftaran lewat online dan bisa datang langsung ke Jalan Leko Latu Gerih, Abiansemal,” kata Nesa Wijaya.

Terkait jumlah lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi tahun ini, ia menyebut komposisinya cukup banyak di atas 50 persen. Pihaknya tetap mendukung penuh pilihan alumnusnya karena keunggulan SMK adalah BMW (Bekerja, Melanjutkan dan Wirausaha).

Bagi yang tidak atau belum melanjutkan ke perguruan tinggi, Nesa Wijaya yakin lulusannya tidak sulit mendapatkan pekerjaan karena selain ijazah, mereka mengantongi juga beberapa lembar sertifikat kompetensi. “Kami telah bekerja sama dengan puluhan industri yang siap menampung lulusan kami,” jelasnya.

Ketua YPLP Kabupaten PGRI Badung Dr. Drs. I Made Gde Putra Wijaya, SH., M.Si., mengapresiasi langkah pimpinan Skarisba yang meskipun dibalut suasana pandemi Covid-19 tetap melaksanakan upacara pelepasan peserta didik dengan protokol kesehatan.

Skarisba 2 5 6 22

Ketua YPLP Kabupaten PGRI Badung Dr. Drs. I Made Gde Putra Wijaya, SH., M.Si (kiri).

Menurutnya, alumni berpengaruh besar terhadap kelangsungan lembaga. Sebab, citra almamater masih melekat di tempat mereka bekerja. “Oleh karena itu kami selaku badan penyelenggara pendidikan di bawah bendera PGRI Badung meminta alumni menjaga nama baik sekolah. Dan senantiasa menjalin komunikasi dengan mereka meski sudah lulus,” akunya.

Menyikapi situasi pascapandemi, Putra Wijaya memastikan semua sekolah di bawah YPLP Kabupaten PGRI Badung menunjukkan empati yang tinggi kepada masyarakat yang terdampak pandemi. Berbagai keringanan telah disiapkan secara transparan tanpa ‘jebakan batman’. “Artinya apa yang kami sampaikan di awal itu konsisten sampai siswa lulus. Tidak ada pembayaran lain di tengah jalan. Ini kan kasian masyarakat. Kita murni membantu,” jelasnya. (Gde)

BERITA TERKINI