JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

MANGUPURA – fajarbali.com | Kehadiran tari kul-kul menambah khasanah tari kreasi di Pulau Dewata. Tari yang bisa dibawakan secara massal ini diciptakan oleh Rektor Universitas Ngurah Rai (UNR) Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum. Menariknya, peluncuran perdana tari kul-kul disaksikan langsung Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa Abdulla Shahid.

Abdulla Shahid turut menjadi penabuh pengiring tari kul-kul dengan memainkan instrumen gangsa, bertempat di Green School Bali, Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Kamis (26/5). Butuh waktu lima bulan bagi Tirka Widanti menciptakan tarian baru ini di tengah segudang aktivitasnya di dalam maupun di luar kampus.

Usai kegiatan, Tirka Widanti membeberkan, tari kreasinya itu terinspirasi dari Yayasan Kul-kul yang ia dirikan 17 Februari 2007 silam. Yayasan Kul-kul merupakan badan hukum penyelenggara pendidikan di Green School Bali. Filosofi yang terkandung di dalamnya pun sangat dalam.

Kul-kul, kata Tirka, merupakan alat komunikasi tradisional Bali berupa alat musik bunyi yang umumnya terbuat dari kayu atau bambu, dan merupakan warisan luhur. Dalam setiap organisasi adat di Bali, setidaknya ada satu kul-kul.

Sebagai benda suci dalam filosofi Hindu Bali, kul-kul diyakini memiliki dewa penjaga; Iswara. Ia dipuja sebagai pemberi kekuatan bagi kul-kul di prabawa sebagai Sang Kala Genter dan Gentar. “Artinya kul-kul adalah benda sakral yang sejak awal pembuatannya melalui ritual khusus. Ada daya gaib dalam kul-kul. Makanya tidak heran ia bisa menunjukkan kejadian-kejadian aneh di luar nalar manusia,” jelas Tirka Widanti.

Dalam tari yang berdurasi empat menit ini, ada sebuah sesi di mana penabuh dan penari memainkan kul-kul bambu. Tujuannya, untuk mengingatkan manusia belajar dari filosofi pohon bambu yang memiliki karakter kuat, tangguh, ulet dan lentur. Karakter tersebut merupakan falsafah hidup untuk tetap tegak menghadapi permasalahan kehidupan.

Hal itu juga yang mendasari hampir 100 persen bangunan di Green School Bali menggunakan bahan bambu sebagai wujud komitmen yang kuat menjaga masa depan ramah lingkungan. “Terbukti di tengah kemajuan teknologi informasi, kul-kul tetap ajeg sampai saat ini,” kata Tirka.

Tirka juga memanfaatkan momentum emas tersebut memperkenalkan permainan tradisional Bali yang nyaris punah, yakni kasti kepada petinggi PBB. “Saya memang bukan orang seni yang totalitas. Tapi saya senang dan bisa menari sejak kecil. Termasuk senang dengan permainan tradisional,” akunya.

Green 2 26 5 22Penyerahan buku karya Tirka Widanti.

Kunjungan diakhiri dengan penyerahan sejumlah buku karya Tirka Widanti kepada Abdulla Shahid. “Saya juga menyerahkan beberapa buku bertema perempuan hasil karya saya sendiri dan ada hasil kolaborasi dengan penulis lain. Semua buku itu terbitan UNR Press,” jelasnya. (Gde)

BERITA TERKINI