JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR – fajarbali.com | Serangkaian HUT Yayasan Jagadhita Denpasar dan Dies Natalis ke-43 Universitas Ngurah Rai (UNR), seluruh dosen di lingkungan ‘Kampus Perjuangan’ mengikuti Kuliah Umum bertema Implementasi Tri Hita Karana dalam Bidang Pendidikan, di Kampus UNR, Kamis (19/5).

Rektor UNR Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum., menjelaskan, filosofi Tri Hita Karana sudah tidak asing di telinga masyarakat Bali. UNR pun secara resmi menganut filosofi Tri Hita Karana. Tantangannya adalah adanya kesenjangan “gap” antara Tri Hita Karana sebagai sistem nilai dengan perilaku sosial masyarakat Bali. 

Secara sosiologis, menurut Tirka masyarakat terus mengalami perubahan dan masalah/tantangan dari ketiga dimensi hubungan tersebut juga bertambah kompleks. Misalnya; masalah sampah, masalah alih fungsi lahan, abrasi pantai, pencemaran sungai, hanya menyebut beberapa contoh saja pada dimensi hubungan manusia dan lingkungan. “Bagaimana konsep Tri Hitakarana mengadapi tantangan sosial seperti ini?,” ungkapnya.

Dari realitas masyarakat saat ini, masih menurut rektor perempuan pertama di perguruan tinggi swasta tertua kedua di Bali itu, paling tidak muncul beberapa pertanyaan, antara lain; apakah konsep Tri Hita Karana masih signifikan dalam memandu perilaku sosial masyarakat Bali? Bagaimana bentuk-bentuk implementasi Tri Hita Karana dalam kehidupan masyarakat Bali?.

Kemudian apakah Tri Hita Karana mengalami pergeseran atau modifikasi dalam masyarakat Bali? Dan, pada tataran strategi apakah perlu pengembangan konsep Tri Hita Karana atau strategi implementasi Tri Hita Karana yang lebih tepat sehingga hasilnya lebih optimal?

“Besar harapan kami agar nara sumber dapat memberikan pencerahan bagi kita semua sehingga dapat menjadi sumber inspirasi atau ide/gagasan yang menarik untuk dikembangakan menjadi karya ilmiah,” harapnya.

Dalam kepemimpinannya, Tirka dikenal getol memecut produktivitas dosen dalam menelurkan karya ilmiah. Sehingga kuliah umum tersebut adalah “entry point” yang selanjutkan akan diteruskan dalam bentuk proses penulisan buku dalam format ‘book chapter’.

“Semoga Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Pusat Kajian (LPPMPK) UNR dapat memfasilitasi seluruh rangkaian penulisan buku ini sehingga tuntas pada akhir tahun ini,” imbuh dia.

Menurut Tirka, dosen UNR mesti menyadari pentingnya mentradisikan budaya tulis menulis terlebih di lingkungan pendidikan tinggi. Hal itulah yang menginisiasi pimpinan UNR sejak setahun yang lalu membentuk wadah kreatif bagi dosennya di luar jurnal, untuk menuangkan gagasan atau karya ilmiahnya dalam bentuk buku dalam format ‘book chapter’.

UNR 2 19 5 22

Hal senada diungkapkan Ketua Yayasan Jagadhita Denpasar Dr. Drs. AA Gde Raka, M.Si. Ia meyakini belum sumua dosen UNR memahami secara total makna konsep Tri Hita Karana meski sudah tidak asing lagi di telinga, bahkan digunakan visi dan misi oleh UNR sejak awal pendiriannya tahun 1979 silam.

Tri Hita Karana, lanjut AA Gde Raka, selayaknya Pancasila sebagai ideologi bangsa wajib dipahami butir-butirnya dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 “Dengan kuliah umum ini, minimal kita bisa menjawab pertanyaan asesor atau masyarakat umum terkait penerapan Tri Hita Karana di UNR. Karena itu visi kita, jangan sampai tidak bisa jawab,” ujarnya sembari mengenang sosok Gubernur Bali Prof. Ida Bagus Mantra yang memberikan ‘hadiah’ Tri Hita Karana sebagai roh UNR kala itu.

Dalam kesempatan yang sama, Yudistira Adnyana, SE., M.Si., selaku Kepala LPPMPK UNR memandang kuliah umum ini sangat penting sehingga pihaknya sebagai panitia penyelenggara ‘all aout’ menyukseskan kegiatan tersebut. Tri Hita Karana, menurut Yudistira merupakan filosofi kuno atau kearifan lokal yang wajib diakutualisasikan lagi karena masih relevan dengan perkembangan zaman.

Hal yang sama juga dilakukan di dunia barat yang mana mereka kembali menggali nilai-nilai kearifan lokal kuno saat bangsa mereka berada di puncak keemasan. “Jadi penelusuran nilai-nilai masa lalu untuk kemajuan masa depan sangat penting seperti era Yunani Kuno di barat. Semoga penelusuran Tri Hita Karana mampu meningkatkan kualitas pendidikan di UNR menuju go global,” terangnya sembari menyebut kuliah umum ini menghadirkan narasumber tunggal Dr. I Wayan Sukarma. (Gde)

BERITA TERKINI