JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan dan memenuhi standar kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar (FEB Unmas Denpasar) melaksanakan penandatanganan kerjasama/MoU dengan Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Provinsi Bali, bertempat di Gedung Rektorat Unmas Denpasar, Kamis (5/5/2022).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh masing-masing Program Studi (Prodi) di bawah naungan FEB Unmas Denpasar, yaitu Prodi Akuntansi penandatanganan oleh Kaprodi Akuntansi Ni Nyoman Ayu Suryandari, SE.,M.Si.,Ak.,CA., Prodi Manajemen (S1) oleh Dr. Ni Made Dwi Puspitawati, SE., MM., selaku Kaprodi Manajemen dan Prodi Magister Manajemen (S2) penandatanganan oleh Kaprodi MM, Dr. I Gusti Agung Eka Teja Kusuma, SE., MM., dengan Ketua DPD Perbarindo Provinsi Bali, Ketut Wiratjana.

Kerjasama ini nantinya akan mendekatkan mahasiswa kami dengan dunia kerja. Dari kerjasama ini kami harapkan ada kegiatan - kegiatan yang bisa ditawarkan kepada mahasiswa, salah satunya program magang yang akan kami tindaklanjuti. Demikian disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar, Dr. Putu Kepramareni, S.E., M.M.

Kerjasama diharapkan dapat membantu FEB Unmas memenuhi kriteria kegiatan yang memang distandarkan dalam kurikulum MBKM. Dengan kurikulum tersebut memang distandarkan menjalin banyak kerjasama dengan dunia luar yaitu dunia bisnis dan dunia kerja. “Kerjasama dengan Perbarindo ini kami harapkan dapat meningkatkan kegiatan – kegiatan yang memang akan membantu kami di Fakultas dan Program Studi, serta menambah kompetensi dari lulusan.” ujarnya.

Untuk itu dalam waktu dekat FEB Unmas akan mengirimkan mahasiswa untuk melaksanakan program magang di beberapa BPR yang ada di Bali. “Selanjutnya kami akan melakukan kegiatan Tri Dharma yang lain seperti penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga kerjasama ini bisa bermanfaat bagi FEB Unmas dan juga Perbarindo,” tegasnya.

Unmas 2 5 5 22

Kaprodi Akuntansi Ni Nyoman Ayu Suryandari, SE.,M.Si.,Ak.,CA. (tengah) beserta ketua DPD Perbarindo Provinsi Bali Ketut Wiratjana usai penandatanganan MoU.

Ketua DPD Perbarindo Provinsi Bali, Ketut Wiratjana menyambut baik kerjasama dengan FEB Unmas, karena meskipun bergerak di bidang bisnis Perbarindo ingin turut berperan dalam mencerdaskan anak bangsa. “Tentunya dalam hal perekrutan tenaga kerja, kami akan memilih mereka yang sudah berpengalaman dan sudah tahu sehingga kami membuka kesempatan para mahasiswa untuk magang di BPR yang ada di Bali,” kata Wiratjana.

Menurutnya, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, BPR yang ada di Bali bagaimana pun juga pasti terdampak. Karena industri di Bali sangat terpengaruh khususnya di pariwisata. Meski demikian dari 134 BPR yang ada di Bali semuanya masih tetap eksis, dan masih bisa bertumbuh namun pertumbuhan melambat dibandingkan tahun-tahun sebelum terjadi pandemi.

“Saat pandemi ini kita ada tantangan untuk pemanfaatan IT sehingga kami di Perbarindo juga ada program BPR go digital. Kami sangat diuntungkan apa bila ada adik – adik mahasiswa yang bisa bekerjasama dengan Perbarindo dan BPR seluruh Bali dan kami bisa merekrut mahasiswa yang memahami IT,” ucapnya.

Kaprodi Magister Manajemen Unmas Denpasar, Dr. I Gusti Agung Eka Teja Kusuma, SE., MM., mengatakan MoU kali ini lebih banyak meningkatkan kerjasama dalam Tri Dharma Perguruan tinggi. “Yang pertama yaitu meningkatkan pendidikan melalui praktek magang untuk S1, sedangkan untuk mahasiswa S2 lebih banyak mengedukasi yaitu sharing dengan pihak manajemen, penelitian, memberikan masukan dan arahan kepada Perbarindo maupun BPR yang ada di dalam Perbarindo, ” ungkapnya.

Unmas 4 5 5 22Suasana dalam ruangan saat pemaparan Program Kerjasama/MoU.

Ke depan lanjutnya, akan melaksanakan digitalisasi perbankan karena yang menjadi tantangan untuk BPR di era pandemi adalah digitalisasi, padahal banyak BPR yang belum siap dengan online sistem ini. 

“Kami akan lakukan kajian sejauh mana customer memerlukan layanan online perbankan khususnya BPR, kemudian sejauhmana orientasi manager BPR mau mengadopsi layanan berupa digitalisasi perbankan itu, ” kata Gusti Agung Teja.

Karena kondisi pandemi saat ini lebih mengarah ke layanan tidak langsung. “Kalau dulu layanan langsung lebih banyak digunakan, saat ini online sistem lebih diminati karena tidak perlu antre dan lebih efisien. Kami harap bisa membantu BPR dalam digitalisasi ini, ” pungkasnya. (rl)

BERITA TERKINI