JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography
GIANYAR - fajarbali.com | Tim dosen dan mahasiswa Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengabmas) di Kelurahan Beng Gianyar, dengan tema pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian lingkungan.


Ketua tim pengabmas, Dr. Ni Luh Putu Indiani, S.E., M.M., menilai, potensi ekowisata yang dimiliki Kelurahan Beng telah ditetapkan menjadi desa wisata oleh Dinas Pariwisata Gianyar pada pertengahan tahun 2020. Dengan status ini, Kelurahan Beng mengemban tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya untuk semakin menjaga kelestarian alamnya, yang merupakan daya tarik utama destinasi ini.

Kata dia, permasalahan yang kerap ditemui di daerah destinasi wisata adalah problema sampah yang menumpuk sebagai akibat dari bertambahnya kunjungan wisatawan dan kegiatan ekonomi masyarakat. Di samping permasalahan terkait sampah, ekonomi kreatif juga menjadi agenda penting untuk dikembangkan di Kelurahan Beng.

"Di Kelurahan ini, terdapat sejumlah UMKM dengan berbagai jenis produk, di antaranya: UMKM Bali Suci dengan produk kaos bergambar barong yang merupakan ciri khas Bali dan kuliner babi guling oleh UMKM Pande Egi. UMKM ini menawarkan produk yang menarik dan berkualitas baik, untuk memaksimalkan potensi tersebut terutama di era digital saat ini, pengelola UMKM perlu meningkatkan pemahaman dalam teknik pemasaran digital," ujar Indiani.

Dengan permasalahan yang dihadapi Kelurahan Beng tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah sosialisasi dan edukasi kepada warga mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan manfaat yang diperoleh dari aktivitas tersebut. Dilaksanakan juga kegiatan resik sampah di objek wisata air terjun Kanto Lampo.

Selain itu, program bank sampah juga telah diimplementasikan guna menangani masalah sampah. Program ini sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga yang mengumpulkan sampah, karena mereka dapat menukarkan sampah-sampah yang masih dapat diolah kembali ke bank sampah dengan uang atau beras.

Untuk meningkatkan kinerja pemasaran digital UMKM, solusi yang diberikan adalah sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pemasaran digital di era saat ini. Dalam program ini dilakukan pendampingan bagi UMKM dalam membuat akun media sosial dan mengelola akun tersebut untuk keperluan bisnis. “Dengan program ini diharapkan produk-produk UMKM dapat semakin dikenal masyarakat luas baik nasional maupun internasional, sehingga meningkatkan omzet” ungkapnya.

Seluruh program telah terlaksana dengan luaran berupa pembuatan akun media sosial untuk UMKM dan UMKM memperoleh peningkatan pemahaman mengenai cara mengelola sosial media untuk keperluan bisnis. Kegiatan pengabdian ini juga menghasilkan video promosi produk UMKM Desa Beng yang telah ditayangkan di youtube dengan link: https://youtu.be/ebL3RJo9KsI. “Kami berterimakasih atas kerjasama aparat dan warga Kelurahan Beng Gianyar serta partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan pengabdian ini” tambah I.A. Cynthia Saisaria, S.E., M.M. selaku anggota tim. (Gde)