JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

Di masa kini, pendidikan sudah dapat diakses kapan, di mana, dan melalui apa saja dengan mengandalkan teknologi. Terlebih di masa sulit ini, ketika proses belajar-mengajar harus dilakukan dari jarak jauh, maka teknologi menjadi hal yang paling diandalkan untuk melancarkan proses pembelajaran.

Ahmad Fikri Dzulfikar, seorang guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, di SMP Ar Rafi’ Drajat, Bandung, berbagi kisahnya mengandalkan teknologi dalam proses pembelajaran. Baginya, penggunaan teknologi bukanlah hal baru karena sejak sekolah tempat ia mengajar ini berdiri, sekolah ini sudah menggunakan konsep hybrid learning. Setiap guru dan siswa dibekali satu unit Chromebook dan menggunakan G Suite for Education untuk proses belajar-mengajar.

 

Saat tahun ajaran baru dimulai, sekolah ini selalu mengadakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama sepekan untuk siswa baru. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih menggunakan G Suite for Education, seperti Google Classroom, Google Slides, Docs, dan juga Google Meet. Dengan memperkenalkan teknologi ini, nantinya siswa dapat menjalani proses pembelajaran dengan mudah, menemukan aplikasi yang menarik, serta membuat siswa lebih inovatif dan bisa berkolaborasi untuk mengerjakan tugas bersama.

 

Penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar di sekolah ini ternyata membawa kemudahan bagi guru dan siswa ketika dihadapkan dengan masa sulit seperti saat ini. Karena sudah terbiasa menggunakan teknologi sehari-hari, mereka tidak perlu melakukan banyak adaptasi dalam proses pembelajaran jarak jauh.

 

“Kami sudah menerapkan hybrid learning jauh sebelum pandemi ini terjadi sehingga kami, baik guru maupun siswa, tidak lagi merasa kesulitan untuk menjalankan pembelajaran jarak jauh. Tantangan yang kami hadapi adalah membangun motivasi belajar siswa karena mereka sangat merindukan bertemu dengan guru dan bermain dengan teman mereka di sekolah. Kami pun kembali mengandalkan teknologi dalam menghadirkan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan motivasi mereka,” ujar Dzulfikar.

 

Selama proses pembelajaran jarak jauh, guru berperan penting dan bertanggung jawab untuk mengawasi setiap kegiatan yang dilakukan siswa agar mereka bijak saat menggunakan fasilitas pada Chromebook. Apabila siswa mengakses situs lain selama proses pembelajaran berlangsung, maka guru dapat langsung memblokir situs bahkan Chromebook mereka. Lebih dari itu, penyampaian materi yang mudah diakses, dimengerti, dan dipahami oleh siswa juga merupakan tanggung jawab terbesar bagi para guru selama proses pembelajaran jarak jauh. Disinilah guru dituntut untuk menghadirkan materi yang menarik dengan menggunakan Google Slides maupun Google Sites.

                                           

Dzulfikar juga mengembangkan sistem informasi terpadu dengan G Suite for Education, di mana Google Drive menjadi sumber database mereka. Dengan sistem ini, orang tua yang mendampingi siswa saat proses pembelajaran jarak jauh berlangsung secara otomatis dapat melihat nilai dan hasil belajar putra-putri mereka. Penilaian yang diberikan melalui Google Classroom akan terhubung dengan Google Sheets yang dapat dilihat oleh orang tua.

 

“Pengalaman menjalankan konsep hybrid learning sejak dini merupakan pengalaman berharga bagi setiap insan di sekolah ini dalam menghadapi pembelajaran jarak jauh saat ini. Saya yakin setiap sekolah mampu menjalankan konsep hybrid learning ini dan menemukan inovasi-inovasi baru yang dapat memudahkan proses pembelajaran,” tutup Dzulfikar. (rl/dj)