JA Teline V - шаблон joomla Форекс

OLAHRAGA
Typography

Hari pertama bertugas sebagai Ketua Umum KONI Badung, Made Nariana langsung mengadakan rapat singkat dan menargetkan mempertahankan Juara Umum Proprov di ruang rapat KONI Badung, GOR Purna Krida Badung.

MANGUPURA-fajarbali.com | Nariana mengatakan, rapat singkat ini untuk mengenal lebih dekat dan mengetahui tugas staf sekretariat KONI Badung, sekaligus untuk menekankan mulai masuk kantor pukul 09.00 wita sampai dengan 16.00 wita. Dalam Rapat tersebut, Nariana menyampaikan kepada staf sekretariat agar bekerja lebih baik dari yang sebelumnya telah dilakukan.

Selain itu, Nariana yang juga seorang Mangku Pura Dalem, menekankan untuk membuat WhatsApp group pegawai dan juga cabor. “Lebih cepat lebih baik. Jangan main-main di WhatsApp group. Kalau ada, keluarkan saja,” katanya, Selasa (2/1/2018).

Ia juga menekankan untuk segera membuat website, yang memuat informasi kepada publik tentang segala kegiatan KONI Badung. Dan dalam waktu dekat, lanjut pria yang juga menjabat sebagai Staf Ahli DPRD Badung ini, akan membentuk KONI ditingkat Kecamatan.

“Ini sesaui dengan Anggaran Dasar Pasal 20 ayat 1 yang mengatakan, KONI bisa mengembangkan kordinator KONI Kecamatan. Namanya kordinator, sifatnya tidak pengurus,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nariana menjelaskan akan mempertahankan apa yang telah dicapai oleh pengurus lama. Yakni, mempertahankan sebagai juara umum Porprov. Apalagi, sambungnya, sebentar lagi akan diadakan Porprov XX di Tabanan tahun 2019 mendatang.

Sementara terkait anggaran KONI Badung senilai Rp 6 milyar, menurutnya itu sangat kecil. Mengingat KONI Badung memiliki hampir 40 cabor. Saat ini setiap cabor, lanjutnya, menerima Rp 30 juta pertahun. “Itu sangat minim, mestinya minimal Rp 100 juta pertahun setiap cabor. Mengingat dana kebutuhan untuk peningkatan atlet sangat besar,” lanjutnya.

Sedangkan dalam rangka menghadapi Porprov, dirinya meminta cabor-cabor untuk mempersiapkan diri lebih awal. Dan berjuang keras untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapai. Yakni, untuk mejadi juara umum Porprov yang ke delapan kalinya.

Kendatipun demikian, paparnya, prestasi tersebut ukurannya tidak selalu medali. Akan tetapi, merupakan peningkatan kualitas di setiap cabor dan juga masing-masing pribadi atlet. Ia juga menyampaikan ketidaksukaan terhadap atlet-atlet instan yang didatangkan dari luar untuk memperkuat cabor.

“Terus terang, saya tidak ingin mencetak atlet semu. Prestasi tinggi kalau hasil dari beli-beli itu untuk apa. Lebih baik mendidik atlet dari awal dan bisa mewakili Bali, baik dalam PON, atapun kejuraan internasional. Itulah yang semestinya harus dilakukan,” pungkasnya. (alt)

google-site-verification: google7d59b1e99861fab7.html