JA Teline V - шаблон joomla Форекс

OLAHRAGA
Typography

TABANAN-fajarbali.com | Untuk memastikan kesiapan veneu Porprov Bali XIV/2019, Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Bali diajak oleh KONI Tabanan untuk menjajal lapangan Woodball yang berlokasi di SOS Desa Bantas, Selemadeg Timur Tabanan bersama dengan tim atlit woodball Kabupaten/kota serta atlit pra PON, Sabtu (27/4).

Venue tersebut telah selesai digarap, bahkan sudah terpasang line atau fairway untuk peserta bertanding. Namun dalam pengamatan, perlu adanya penyempurnaan berupa fasilitas pendukung seperti MCK, serta yang lainnya. Menyangkut lintasan, venue tersebut diakui sudah layak.

Teknikel Delegate (TD)  woodball, AA Rai Suteja, mengatakan saat ini sudah terpasang 16 fairway yang mendukung pertandingan cabor Woodball. Bahkan, di sisi utara, diakui masih bisa dibuatkan 2 fairway lagi.

"Jumlah 16 itu saja sudah bisa menggelar kejuaraan setingkat Porprov Bali. Tapi, lebih bagus kalau ditambahkan lagi," sebutnya. Soal kondisi tanah di lokasi, diakuinya sangat bagus dengan kenampakan yang rata dan bergelombang. Dengan kondisi tanah yang tidak rata atau bergelombang itu, justru diakuinya sebagai salah satu tantangan  yang ada di cabor woodball.

"Tanah bergelombang itu bukannya tidak bagus, tapi itulah yang memang seharusnya ada di woodball. Karena dengan kondisi tanah yang tidak rata itu, menjadi tantangan bagi atlet dalam mencetak poin," ungkapnya.

Pihaknya juga mengatakan jika kabupaten maupun kota yang mempersiapkan diri menyambut Porprov Bali, para atlitnya dipersilakan untuk mencoba dan berlatih di lapangan tersebut atau adaptasi venue.

Bahkan, saat itu, ada empat kontingen yang mencoba lapangan dengan mengerahkan atlet porprov mereka, yaitu tuan rumah Tabanan, Kabupaten Buleleng, Badung dan Kota Denpasar.

Ketua Umum IWbA Tabanan I Dewa Made Budiantara mengatakan, MCK akan segara dibangun. Selain itu masukan SIWO Bali melibatkan pedagang saat pertandingan akan direalisasi.

“Kami nanti akan koordinasi dengan pengelola SOS, agar menempatkan pedagang di sekitar lokasi pertandingan, sehingga tidak sekedar olahraga, tapi keterlibatan pedagang untuk menggerakan ekonomi kerakyatan.(dje)