JA Teline V - шаблон joomla Форекс

OLAHRAGA
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Klungkung mulai mempersiapkan para atletnya untuk menghadapi ajang Porprov Bali 2019 mendatang.

Minggu (25/11/2018) KONI menggelar latihan bersama di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung. Tak sekadar mematangkan fisik, puluhan atlet berprestasi sepanjang tahun 2018 juga diberikan 'bonus' sebagai dana motivasi. 

Saat latihan bersama, ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga juga menjalani sejumlah tes. Diantaranya tes kelincahan, tes VO2 max, tes kecepatan, tes daya ledak otot tungkai, tes daya tahan otot lokal (push up, sit up dan squat jump) serta tes keseimbangan. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dan perkembangan kondisi fisik atlet. 

Ketua KONI Klungkung, Wayan Subamia mengatakan, untuk latihan bersama pihaknya mendatangkan pelatih dari Binpres Litbang KONI Klungkung. Sedangkan sebanyak 28 atlet proritas untuk proyeksi porprov Bali 2019, ditangani oleh pelatih John Seran, yang merupakan mantan atlet jalan cepat Klungkung, peraih emas empat kali. 

Selain latihan bersama,  (KONI) Klungkung juga menyerahkan dana motivasi kepada sejumlah atlet peraih prestasi selama tahun 2018. Wayan Subamia mengatakan dana ini merupakan wujud apresiasi pemerintah daerah Kabupaten Klungkung melalui KONI Klungkung untuk para atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Kabupaten Klungkung di kancah local, nasional dan bahkan internasional. Ucapan terima kasih juga disampaikan Wayan Subamia kepada semua pihak baik itu orang tua pelatih dan official sehingga para atlet ini bisa berjuang sekuat tenaga hingga meraih prestasi.

Kepada para atlet yang belum mampu menyumbangkan prestasi, Wayan Subamia ingatkan untuk tidak berkecil hati, dan terus berlatih. Menurutnya KONI Klungkung akan selalu memantau perkembangan para altet serta akan terus mendukung kemana pun atlet akan bertanding dan mengantarkan ke jenjang lebih tinggi.

Sementara Wakil Ketua KONI, Dewa Ketut Wirata menyampaikan, ada 38 atlet menerima dana motivasi ini. Terdiri atas 7 orang  kategori atlet anak dan 31 kategori atlet senior. Puluhan atlet penerima dana motivasi ini berasal dari berbagai cabang olahraga (cabor). Diantaranya untuk kategori anak, Aaron Hanjaya Tios (wushu), Melanie Wijaya (wushu), Charles Tawika Leo (wushu)yang merupakan peraih emas tingkat provinsi. Kiara Citra Dewi (Wushu) yang merupakan atlet peraih emas tingkat internasional.

Untuk kategori senior peraih emas ditingkat provinsi, diantaranya Aditya Raka Ardianto (wushu), Anggelina Kurniawan (wushu), Dw Ayu Sri Ratih (Taekwondo), dan Luh Ayu Carlawati (Taekwondo). Kategori Senior peraih emas ditingkat nasional diantaranya Ni Made Nada Dwimayanti (karate), Deviyanti Nur Rahman (Tenis meja), Pande Lisa P (renang). Ada juga peraih perak ditiingkat nasional untuk kategori senior diantaranya Ayu Evita Satwikayani (karate), Cok Istri Krisna Wardani (karate), Cok Istri Indira Parameswari (karate), I Gede Arya Murti Widyasa (Muaythai), Novia Dewi (Woodball). Sedangkan peraih perunggu di tingkat nasional untuk kategori senior diantaranya I Wayan Wicaksana (Karate), Km Anggi Marselina (renang), Yuardianus K.Mau (Muaythai), I Putu Yoga Artana (woodball). (dia)