JA Teline V - шаблон joomla Форекс

OLAHRAGA
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Jepun Bali 2019 Pacentokan Agung Jemparingan se-Nusantara diadakan di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. Lomba kejuaraan cabang olahraga tradisional yang tergolong sebagai bagian warisan budaya leluhur Nusantara ini dibuka oleh Istri Gubernur Bali, Nyonya Putri Koster, Sabtu (22/6/2019) lalu.

Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster berharap, melalui kegiatan semacam ini akan ikut membangkitkan dan melestarikan budaya warisan leluhur Nusantara. Menurutnya, lomba panahan sebetulnya terbilang sebagai salah satu adu ketangkasan yang telah ada sejak zaman dahulu. Ini dibuktikan dalam kisah wiracarita pewayangan. 

"Di balik adu ketangkasan panahan ini mengandung filosofi yang sangat penting. Karena ketangkasan memanah membutuhkan rasa percaya diri, mampu menjaga keseimbangan serta konsentrasi untuk mengarahkan anak panah pada sasaran juga harus fokus, kuat, tulus dan lurus. Jadi panahan ini mengajarkan kita supaya melatih karakter diri secara berkelanjutan agar fokus dalam mencapai tujuan luhur," jelasnya.

Selain itu, dari olahraga panahan ini juga diharapkan bisa menumbuhkan budaya dan pendidikan budi pekerti, sekaligus menemukan bibit pemimpin sejak dini. 

Sementara Ketua Panitia Pelaksana Lomba Jemparingan Anak Agung Anom Giri mengatakan, lomba ini telah digelar untuk keempat kalinya. Tujuannya, guna menjaring bibit unggul yang nantinya mampu mewakili Bali di kancah nasional bahkan internasional. 

"Kami juga berharap dari olahraga ini  tumbuh dan berkembang generasi yang kuat dan fokus dalam membangun daerahnya masing-masing," ungkapnya. Untuk Bali sendiri, cabang olahraga panahanan ini menurutnya telah berdiri di enam kabupaten/ kota. "Sudah ada enam kabupaten/kota yang aktif melatih dan mengadakan perlombaan jemparingan, yakni Tabanan, Singaraja, Denpasar, Klungkung, Gianyar,  dan Badung," sebutnya.

Pihaknya berharap dengan prinsip Tut Wuri Handayani maka pola asuh yang baik dan mendidik akan mampu memunculkan atlet handal panahan yang berprestasi sehingga ikut mengharumkan nama daerah.

Sementara Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Bali, IGMA Wisnu Mataram saat diwawancari, pihaknya sangat mendukung dengan diadakannya Pacentokan Agung Jemparingan se-Nusantara. Ia mengatakan bahwa olahraga Jemparingan ini merupakan olahraga yang mempunyai unsur tiga dimensi, yaitu budaya, olahraga dan seni. Untuk itu dirinya berharap agar nantinya setiap daerah, kabupaten dan kota siap mengadakan perlombaan panahan tradisonal ini se-nusantara. “Jadi kami harapkan sesuai dengan arahan ibu Gubernur (Ny. Koster, red) untuk sebisanya panahan tradisional diikuti ajang pesta seni yang mana dalam hal ini unsur seninya bisa masuk, seperti seni tari panahan dan seni tari olahraga,” katanya. Bahkan ia akan mengusulkan agar jemparingan bisa dimasukkan dalam ajang nasional berupa Porprov dan PON.

Saat disinggung terkait dengan perkembangan panahan tradisional di Bali, ia mengatakan bahwa panahan tradisional sangat berkembang pesat. Anak-anak usia sekolah SD, SMP dan SMA sangat banyak yang berminat, sehingga pihaknya merasa kuwalahan dalam menyediakan peralatan panahan tradisional seperti busur, anak panah dan lain-lain. Untuk itu ia berharap agar pemerintah (Kemenpora) bisa membantu industri peralatan panahan tradisional di Bali. (dje)