JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Rencana penerapan Tatanan Baru atau New Normal di Bali yang akan segera diberlakukan mendapat tanggapan dari pengamat sosial sekaligus tokoh perempuan Bali, Ida Ayu Indra Kondi Santosa.

Menurutnya, banyak masyarakat salah kaprah terkait penerapan new normal ini. Dimana masyarakat beranggapan bahwa New Normal adalah kehidupan kita sudah berjalan normal dan Covid-19 sudah tidak ada lagi.

Dalam hal ini, masyarakat harus diberikan pemahaman yang jelas terkait kebijakan penerapan new normal yang akan segera diberlakukan. Namun faktanya, belum resmi diberlakukannya new normal masyarakat sudah berbondong-bondong keluar rumah menuju tempat wisata secara berkerumunan.

Hal ini juga yang berakibat pada semakin tingginya angka positif Covid-19 di Bali. Dayu Kondi menambahkan, mestinya masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. "Hal inilah yang masih sering kita temui di lapangan. Protokol kesehatan masih diabaikan masyarakat ketika berada di luar rumah," ujar Dayu Kondi, Minggu (28/6/2020).

Pihaknya menambahkan, penerapan new normal ini tentu menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat, di satu sisi perekonomian Bali harus segera diselamatkan, namun disisi lain kesehatan merupakan hal yang sangat penting.

Dayu kondi berpendapat, hal ini harus dijalankan secara seimbang dimana dimulai dari diri sendiri masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan selama di luar rumah. Jangan serta merta masyarakat menyepelekan keberadaan virus ini, mengingat sudah banyaknya korban yang berjatuhan.

“Semoga kondisi perekonomian di Bali kembali normal, Bali mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan, saat ini banyak karyawan yang dirumahkan dan di PHK selain itu Bali harus mulai memikirkan agar kedepannya tidak lagi hanya mengandalkan sektor pariwisata melainkan masih ada sektor pertanian maupun UMKM yang produktif untuk dikembangkan di Bali,“ tutupnya. (dar).