JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Semenjak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau masyarakat dunia untuk melakukan physical distancing, banyak yang berubah dari cara hidup sehari-hari. Tak hanya melakukan proses belajar mengajar, bekerja, dan beribadah di rumah, para atlet dan orang-orang yang gemar berolahraga luar ruangan juga sangat kecewa. Mereka terpaksa harus membatasi olahraga di pusat kebugaran atau di arena olahraga lainnya.

 

 

Walau demikian, bukan berarti masyarakat jadi berhenti berolahraga selama pandemi Covid-19 ini. Lakukan olahraga dengan intensitas yang tepat, ringan hingga sedang yang dilakukan sekitar tiga kali seminggu mampu mengurangi risiko terinfeksi selama wabah Covid-19.

 

"Sementara orang yang tidak berolahraga sama sekali atau terlalu berlebihan dalam berolahraga, berisiko terinfeksi dibandingkan dengan orang yang berolahraga cukup. Jadi, pastikan anda tetap berolahraga rutin dengan intensitas sedang supaya tetap sehat selama pandemi Covid-19 ini berlangsung," jelas praktisi kesehatan sekaligus instruktur olahraga, Tanjung Subrata.

 

Disinggung soal olahraga yang tepat dilakukan saat pandemi Covid-19, pihaknya menjelaskan ada beberapa jenis olahraga yang terbilang aman dilakukan untuk di rumah selama pandemi Covid-19 diantaranya, pertama adalah kardio. Jenis olahraga kardio adalah olahraga yang efektif membakar lemak dan membuat tubuh berkeringat.

 

"Untungnya olahraga ini bisa dilakukan di rumah sehingga mengurangi risiko anda terjangkit Covid-19. Jika anda memiliki treadmill, sepeda statis atau alat kardio lainnya di rumah, maka anda bisa memanfaatkannya. Namun, jangan khawatir, lompat tali atau skipping juga bisa menjadi alternatif," ungkapnya. 

 

Yang kedua ada senam aerobik. Jika tidak memiliki alat latihan kardio, bisa melakukan senam aerobik yang memiliki manfaat yang serupa. Olahraga satu ini juga menjadi pilihan yang menarik untuk dilakukan selama di rumah.

 

"Anda bisa melakukan senam zumba misalnya, dengan mengikuti video tutorial atau bahkan bersama teman-teman di rumah masing-masing lewat video conference. Instruktur olahraga aerobik tetap memberikan gerakan-gerakan yang membuat tubuh berkeringat sehingga tubuh menjadi lebih bugar. Senam aerobik juga mampu meredakan gejala depresi dan gangguan cemas yang dihadapi selama pandemi ini," ujar Tanjung Subrata.

 

Olahraga ketiga yang bisa dilakukan saat pandemi adalah Yoga. Olahraga ini mungkin terkesan mudah dan sederhana. Namun, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, olahraga ini juga tergolong efektif membakar lemak dan membuat tubuh berkeringat. Bonusnya lagi, beberapa gerakan yoga dapat membuat pikiran lebih tenang dan santai. Sehingga kecemasan yang sering muncul selama pandemi ini bisa berkurang.

 

"Beberapa manfaat yoga lainnya adalah menjaga metabolisme tubuh, meningkatkan pernapasan, memperkuat energi serta vitalitas. Anda bisa melakukannya di rumah dengan mengikuti video tutorial yang banyak tersedia di internet," terangnya.

 

Yang keempat ada menari. Aktivitas menyenangkan ini juga bisa dihitung olahraga karena meningkatkan ketahanan dan kekuatan tubuh. "Kamu juga bisa berkeringat saat menari, karena menari membuat tubuh lebih aktif dan terus bergerak," imbuhnya.

 

Selain itu, ada pula Push-up. Olahraga ini juga bisa dilakukan di rumah dan tidak memerlukan alat bantu. Push-up adalah olahraga yang tepat jika ingin memperkuat tubuh bagian atas, seperti dada. Jika rutin dilakukan setiap hari, maka dapat meningkatkan kekuatan otot dada dan tubuh menjadi lebih fit. 

 

"Anda juga bisa bertanya pada dokter mengenai aktivitas fisik atau olahraga yang bisa menyehatkan tubuh untuk dilakukan selama berada di rumah. Ingat, jangan sampai masa-masa karantina ini membuat anda jadi malas-malasan untuk olahraga. Lakukanlah olahraga rutin dan terapkan pola makan sehat dan tidur cukup agar sistem imun cukup kuat untuk melawan virus dan penyakit lainnya," tegasnya. (dar).