JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Selain menghadapi pandemi corona (Covid-19), saat musim penghujan ini masyarakat khususnya di Kota Denpasar dan Bali pada umumnya juga berpotensi dihadapkan pada ancaman wabah Demam Berdarah Dengue (DBD). Peningkatan kasus DBD saat ini terbilang cukup tinggi, namun luput dari perhatian. Pasalnya pemerintah maupun masyarakat lebih fokus terhadap penanganan kasus virus Corona.

 

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr Luh Putu Sri Armini mengatakan, untuk mengantisipasi semakin tingginya kasus DBD di Bali, masyarakat diminta untuk selalu waspada dengan melakukan fogging dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Warga juga diharapkan lebih sadar pada gejala penyakit tersebut dan memeriksakan diri sedini mungkin.

 

"Kita tetap mewaspadai Covid-19, saat ini masyarakat juga harus waspadai wabah demam berdarah. Apalagi musim pancaroba seperti ini, jumlah pasien DBD sudah mulai meningkat. Selain intensifkan fogging, masyarakat juga harus selalu ingat agar gencarkan PSN. Gerakan PSN dengan 3 M plus terbukti ampuh dalam memberantas jentik nyamuk," jelasnya, Selasa (2/6/2020).

 

dr Sri Armini mengaku, bahwa fogging memang terbukti ampuh membunuh nyamuk dewasa, tapi dengan PSN akan lebih efektif dalam memberantas sarang beserta jentik nyamuknya. Selain itu di tengah mewabahnya kasus DBD, kepatuhan masyarakat akan protap pencegahan Covid-19 juga sangat diperlukan.

 

Menurutnya, mengatasi DBD dan pandemi Covid-19 mesti dilakukan bersama-sama dan saling bergotong royong. untuk menjaga diri dari bahaya ancaman DBD maupun virus Corona tersebut, masyarakat diharapkan selalu menjaga kesehatan dan lingkungan.

 

"Masyarakat kita imbau untuk selalu menerapkan hidup bersih dan sehat, selalu cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta gunakan masker ketika berinteraksi dengan orang lain atau beraktivitas di luar rumah. Selain itu, kesehatan fisik dan mental juga perlu diperhatikan dengan saling mendukung satu sama lain. Maka dari itu, selama berada di rumah, janganlah malas-malasan," tutupnya. (dar).