JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography
DENPASAR - fajarbali.com | Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia, RSUP Sanglah menggelar sosialisasi kesesatan dan pentingnya menjalani pola hidup bersih dan sehat kepada para pengunjung di Poliklinik Rawat Jalan, RSUP Sanglah, Denpasar.


Dalam kegiatan itu, Dokter Spesialis llmu Penyakit Dalam Sub Divisi Endokrinologi, dr. I Made Siswadi Semadi, Sp.PD, M.Biomed berkesempatan menjadi pembicara terkait masalah obesitas dan diabetes (kencing manis).

   Siswadi Semadi menegaskan, pentingnya menjalani pola hidup bersih dan sehat, terlebih saat ini sedang terjadi wabah pandemi Covid-19. "Pola hidup bersih dan sehat merupakan sebuah kewajiban yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat terjadinya wabah pandemi Covid-19 maupun tidak terjadinya pandemi. Masalah kesehatan pasti selalu ada, salah satunya diabetes. Oleh karena itu, untuk mencegahnya kita harus selalu waspada dengan penerapan pola hidup bersih dan sehat," ujar Siswadi di Denpasar.

   Siswadi menuturkan, banyaknya penyandang diabetes yang terpapar Covid-19 di Indonesia disebabkan karena masyarakat sendiri masih banyak yang acuh sehingga diabetes yang diderita tidak terkontrol. Secara umum penyandang diabetes memiliki sistem imun yang lebih lemah, terutama jika diabetesnya tidak terkontrol.

   "Sistem imun kita membutuhkan kondisi optimal untuk dapat bekerja dengan baik. Pada penyandang diabetes yang disebabkan oleh obesitas dan kadar gula yang tinggi menyebabkan disfungsi (gangguan) imunitas. Selain itu, kadar stress oksidatif pada pasien diabetes cenderung lebih besar, sehingga dapat melemahkan sistem imun. Jangan lupa juga, penyandang diabetes yang sudah lama dengan beragam komorbid maupun komplikasi juga menambah risiko perburukan Covid-19," jelasnya.

   Apabila diabetes terkontrol dengan baik, maka sistem imunnya bisa baik. Selain itu, untuk mencegah tertular virus corona, penderita diabetes juga perlu menjalankan langkah pencegahan dasar seperti sering cuci tangan pakai sabun, menghindari menyentuh wajah, rutin mendisinfeksi benda yang sering disentuh, serta rutin kontrol kesehatan di fasilitas-fasilitas kesehatan seperti puskesmas maupun rumah sakit.

   "Tentunya semua orang ingin sehat karena itu sehat merupakan investasi untuk tetap bisa berkarya. Sehat itu sangat murah biaya, sebaliknya sakit itu sangat mahal. Walaupun biaya RS ditanggung asuransi tetapi waktu, tekanan psikologis, perasaan sedih yang kita alami saat sakit merupakan harga mahal yang harus dibayar. Karena itu mari hidup CERDIK, yaitu Cek Kesehatan secara rutin, Enyahkan Rokok, Rutin aktifitas Fisik, Diet Seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola Stress," tegas Siswadi.

   Selain itu, Siswadi dalam kesempatan tersebut juga memaparkan anggapan yang keliru terkait obesitas. Seperti kebanyakan orang yang beranggapan bahwa kelebihan berat badan apalagi pada anak-anak adalah hal yang lucu dan menggemaskan, gula darah tinggi masih tetap bisa beraktifitas adalah hal yang baik.

   "Ingat, obesitas atau kelebihan berat badan serta diabetes akan memunculkan penyakit lain apabila tidak segera dikendalikan," pungkas Siswadi sembari mengingatkan pengunjung untuk mengakses materi tersebut melalui website www.sanglahhospitalbali.com pada menu informasi kesehatan. (dar).