JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography
DENPASAR - fajarbali.com | Semakin maraknya klaster keluarga sebagai penyumbang angka positif Covid-19, perlu mendapat perhatian khusus. Jika dulu penyakit ini (Covid-19) terasa jauh dari jangkauan, kini lingkungan terdekat seperti keluarga dan teman, terbukti bisa menjadi sumber penularan.


Klaster keluarga mudah terbentuk karena di rumah jarang melakukan protokol kesehatan. Kluster secara harafiah dapat diartikan sebagai kumpulan. Dalam hubungannya dengan Covid-19, klaster merupakan kumpulan kasus positif pada suatu komunitas. Klaster keluarga memperlihatkan kumpulan kasus positif Covid-19 di dalam satu keluarga. Hal ini menandakan penularan virus corona terjadi secara masif di kalangan orang-orang terdekat.

"Penularan antar anggota keluarga memang tidak bisa dipungkiri cukup mudah terjadi. Sebab, sebagai keluarga, kita cenderung tidak menerapkan protokol kesehatan satu sama lain. Di rumah, tentu akan sulit bagi kita untuk menggunakan masker dan menjaga jarak satu sama lain," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr Luh Putu Sri Armini saat dihubungi, Kamis (1/10/2020).

Lantas, apa yang harus dilakukan jika ada anggota keluarga yang positif Covid-19? dr Luh Putu Sri Armini mengatakan, langkah-langkah yang perlu benar-benar diperhatikan adalah melapor ke petugas kesehatan atau dinas terkait. Selain itu, apabila komplek perumahan atau tempat tinggal memiliki Gugus Tugas Covid-19 sendiri, maka melapor ke organisasi tersebut pun bisa dilakukan. "Pelaporan perlu dilakukan agar data masuk dan terhitung sebagai data resmi. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan surat rujukan maupun penanganan lebih lanjut," jelasnya.

Langkah selanjutnya dapat dilakukan pencegahan dengan cara memastikan kesehatan diri sendiri, menggunakan masker, rutin mencuci tangan dengan sabun dan jaga jarak. Selain itu, memastikan semua anggota keluarga melakukan langkah-langkah antisipasi dan tetap menjaga kebersihan rumah.

"Salah satu kunci dalam melawan infeksi virus adalah menjalani perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Jadi, sebagai perawat di rumah, Anda harus rutin membersihkan benda yang sering disentuh seperti ponsel atau gagang pintu dengan disinfektan. Jangan menggunakan alat makan bergantian dengan anggota keluarga lain dan selalu cuci alat makan menggunakan air panas. Baju yang digunakan juga perlu dicuci dengan air panas atau air hangat," pungkasnya.(dar).