JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography
DENPASAR - fajarbali.com | Saat ini pemerintah kembali menggaungkan tiga prinsip protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yaitu menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak (3M). Namun, hal pertama yang ditekankan oleh pemerintah adalah pentingnya penggunaan masker.


Penggunaan masker memiliki peran besar dalam menurunkan risiko penularan Covid-19, yaitu hingga 50 persen. Namun, penggunaan masker harus dilakukan dengan benar dan didukung oleh protokol kesehatan yang lain seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak fisik minimal satu meter.

"Pemerintah hingga saat ini tidak henti-hentinya menyosialisasikan pentingnya penggunaan masker bagi masyarakat, disertai dengan cara penggunaan masker yang baik dan benar. Walau telah gencar dilakukan, namun masih banyak masyarakat yang abai dan menyepelekan penggunaan masker tersebut sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis salah satunya melalui kampanye penggunaan masker secara berkesinambungan," ujar Praktisi kesehatan, dr. Rahmita Kusuma Dewi saat dihubungi, Kamis (24/9/2020).

Kusuma Dewi mengatakan, penularan Covid-19 umumnya melalui droplet/cairan tubuh yang keluar dari hidung/ mulut seseorang yang telah terinfeksi, pada saat batuk ataupun bersin dimana droplet tersebut terhirup atau menempel pada suatu benda /permukaan atau tangan. Di saat itu, fungsi masker menjadi sangat penting.

"Memakai masker sangat penting sebagai upaya mencegah terjadinya penularan Covid-19, terutama ketika berada di kerumunan atau berdekatan seperti di stasiun, transportasi umum dan tempat-tempat umum lainnya, seperti pasar. Masker dapat menghalau percikan air liur yang keluar saat berbicara, menghela napas, ataupun batuk dan bersin sehingga dapat mengurangi penyebaran virus tersebut," terangnya.

Tidak hanya rutin melakukan razia prokes, pemerintah juga diharapkan dapat menjalin sinergitas, baik dengan komunitas maupun organisasi untuk gencar mengampanyekan pentingnya penggunaan masker di masa pandemic Covid-19 yang belum berakhir. "Kita wajib menyerukan gerakan memakai masker untuk pencegahan Covid-19 lebih luas," katanya.

Menurutnya pasar tradisional merupakan tempat yang ramai dikunjungi oleh orang banyak dalam satu waktu dan biasanya sulit melakukan pembatasan jarak fisik dikarenakan ramainya pengunjung. Namun para pedagang harus tetap berjualan dan pembeli pun harus mendapatkan bahan pangan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sambil tetap bekerja dan berdagang, masyarakat diharapkan tetap wajib memakai masker dan mengikuti protokol pencegahan penularan virus Covid-19 yang lainnya seperti menjaga jarak fisik dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

"Dengan demikian pasar tradisional yang merupakan urat nadi perekonomian Indonesia tetap bisa beroperasi dan menjaga ekonomi bisa bergerak secara normal," imbuhnya.

Menurut survei dari Badan Pusat Statistik mengungkapkan sebanyak 80 persen orang Indonesia sudah menggunakan masker dalam kesehariannya dan tinggal 20 persen orang yang belum. Populasi masyarakat yang 20 persen tersebut memiliki potensi menjadi penularan virus SARS CoV 2 di masyarakat. Penularan Covid-19 di masyarakat sekarang ini terjadi dari orang ke orang di komunitas karena mobilitas yang cukup tinggi.

 "Oleh karena itu penggunaan masker harus ditekankan dengan benar kepada masyarakat mulai dari memilih jenis masker, memakainya dengan benar, melepas, dan cara membuangnya. Setelah kampanye pemakaian masker dilanjutkan dengan kampanye besar kebiasaan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer dan dilanjutkan dengan kampanye besar menjaga jarak fisik," pungkasnya. (dar).