KESEHATAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Melonjaknya kasus Covid-19 di Bali membuat Dinas Kesehatan (Diskes), Rumah Sakit Rujukan maupun tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di rumah sakit harus lebih bekerja keras dalam upaya menanggulangi pasien positif Covid-19, terlebih kapasitas kamar isolasi yang tersedia di RS rujukan kini mulai penuh membuat Diskes harus memutar otak agar ketersediaan kamar maupun ruang isolasi tetap ada.

Untuk saat ini Diskes Bali pun sedang berjuang agar semakin sedikit masyarakat terkena Covid-19.

"Kita memang terus melaksanakan pencegahan serta selalu mengumandangkan dan mensosialisasikan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan benar, dalam setiap tananan kehidupan. Salah satu penyebab meningkatnya kasus positif adalah kurangnya disiplin masyarakat dengan standar protokol kesehatan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, MPPM saat menghadiri penyerahan penghargaan kepada Pangdam IX/Udayana, Rabu (9/9) di Denpasar.

Dokter Suarjaya mengungkapkan, kurangnya disiplin dari masyarakat menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di Bali. Selain itu, masih banyak orang yang membuat kegiatan sehingga terjadi kerumunan massa. Yang paling disayangkan, sebagian besar masyarakat masih tidak patuh dalam menggunakan masker.

Disinggung soal jumlah pasien Covid-19, dr Suarjaya menjelaskan bahwa pertanggal 9 September 2020 pasien positif Covid-19 yang saat ini masih dirawat sebanyak 1.196 orang, mendapatkan penanganan dan masih dirawat di rumah sakit sebanyak 668 pasien. Sedangkan jumlah tempat tidur di rumah sakit yang tersedia sebanyak 778 unit.

"Itu artinya, sekitar 90 persen ketersediaan tempat tidur di rumah sakit di Bali untuk pasien positif Covid-19 telah terpakai. Walaupun, tempat tidur masih ada yang tersedia, namun tidak banyak dan sudah hampir penuh. Kalau pasien Covid-19 bertambah lagi, kemungkinan ketersediaan kamar isolasi akan penuh bahkan kurang. Untuk sekarang kami telah menyiapkan tim manajemen untuk distribusi rujukan yang lebih baik dari sebelumnya," tuturnya.

Pihaknya menambahkan, untuk pasien positif Covid-19 dengan gejala berat akan dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar, sementara pasien dengan gejala sedang akan dirujuk ke RS Unud, RSUD Bali Mandara, serta rumah sakit rujukan yang ada di daerah. Sedangkan pasien dengan gelaja ringan akan diwajibkan untuk isolasi mandiri maupun dirujuk ke rumah sakit lainnya.

   "Saat ini sudah ada 17 rujukan Pemerintah dan 58 rujukan RS Swasta. Dimana semua RS sudah berbenah sesuai dengan standar penanganan yang digariskan pemerintah. Selain itu, kami akan menambah kapasitas tempat tidur di seluruh rumah sakit. Baik di RSUP Sanglah, RSUD Bali Mandara, dan semua rumah sakit daerah yang menjadi rujukan. Semua rumah sakit sudah saya minta untuk menambah tempat tidur dan SDMnya," imbuhnya.

Dalam upaya menanggulangi lonjakan kasus Covid-19, dr Suarjaya juga akan menambah lokasi donor plasma konvalesen yakni di RSUD Bali Mandara. Dimana sebelumnya donor plasma tersebut hanya dapat dilakukan di UTD PMI Bali RSUP Sanglah dan RS Unud. "Maka dari itu, kami sangat berharap peran serta pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 dapat menjadi relawan dan bersedia mendonorkan plasmanya," tutupnya. (dar)