JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Pentas Tunggal Teater Orok Udayana, Pertahankan Eksistensi Seni Sastra

BUDAYA
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Komunitas Teater Orok Universitas Udayana ingin membangkitkan seni sastra lewat pentas tunggal yang diadakan Sabtu (16/12/2017) malam. Kreasi sastra yang ditampilkan cukup menarik perhatian khalayak —dibuktikan banyaknya hadirin memenuhi Wantilan DPRD Bali— terkhusus siswa SMA Denpasar.

Koordinator kegiatan, Reza Pasha menjelaskan, Teater Orok selalu mengadakan pementasan tunggal setiap tahun, antara Juli atau Nopember-Desember. Pementasan ini, kata Reza sebagai wadah merangkul mahasiswa pegiat sastra yang baru masuk ke Universitas Udayana.

Lewat pementasan tersebut, lanjutnya, teater dapat familier di tengah masyarakat umum. “Sekarang kan banyak sekali komunitas anak muda yang beragam jenis. Teater juga kian hari makin meredup. Di kampus (Unud) juga ada komunitas teater di tiap fakultas. Bisa dibilang, kami ini ingin eksis,” diakuinya.

Reza mengungkapkan, selain upaya mengajekkan sastra, kegiatan itu juga digelar untuk menjaring anggota baru yang muncul di lingkungan kampus Udayana. Terlebih, para member Teater Orok sering diikutsertakan dalam kompetisi sastra di perguruan tinggi negeri/swasta luar Bali.

Oleh karenanya, kata Reza, pemberdayaan terhadap pegiat sastra perlu dilakukan, mengingat manfaatnya dapat memajukan lembaga. “Kami selalu rutin mengirim anggota kami ikut kompetisi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi luar (luar Bali). Dibantu juga oleh alumni kami sebagai fasilitator,” ujar Reza seraya mengatakan, Teater Orok akan ikut lomba monolog di Malang, Jatim pada Februari tahun depan.

Reza yang mahasiswa Sosiologi FISIP Unud semester 5 tersebut menjelaskan, sebelumnya pada 25 dan 26 Nopember lalu juga telah digelar beberapa perlombaan sastra yang melibatkan siswa SD hingga SMA, termasuk kalangan umum. Bertajuk “Bentrok” atau Big Competition of Orok, kompetisi itu disebutnya sebagai langkah mengenalkan sastra pada generasi baru sekaligus mempertahankan sastra di tengah masyarakat luas.

“Beberapa waktu lalu, kami sudah gelar lomba baca puisi, cipta karya puisi, menyanyi solo, dan penulisan cerpen. Antusiasnya ya luar biasa, walaupun waktu itu hujan karena cuaca hujan lokasinya outdoor, apresiasinya tetap luar biasa,” pungkasnya.

Pentas Tunggal Teater Orok Udayana yang digelar di Wantilan DPRD Bali tersebut menampilkan pementasan musikalisasi puisi oleh anggota Teater Orok, juga monolog yang diadaptasi dari Cerpen “Babi” karya Putu Wijaya, serta ada dramatisasi puisi dan drama pinangan. Selain itu, acara diselingi dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang yang ikut pada Big Competition of Orok 25-26 Nopember lalu di Youth Park Taman Kota Lumintang, Denpasar. (eka)