JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR -Fajarbali.com | Bule Irlandia bernama Ciaran Francis Caulfield terdakwa kasus penganiayaan yang tidak terima dengan isi dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), melalui kuasa hukumnya Jupiter Gul Lalwani, S.H dan Chandra Katharina Nutz, S.H langsung, Selasa (30/6) mengajukan eksepsi. 

Dalam eksepsinya yang dibacakan di muka sidang pimpinan Hakim Putu Gede Novi Artha, kedua pengacara dari Legal Nexus Law Firm menyatakan, dakwaan jaksa tidak lengkap dan tidak cermat dalam mengurai peristiwa yang terjadi. 

Dalam dakwaaan disebutkan bahwa terdakwa meludahi korban Ni Made Widyastuti Pramesti, meminta korban untuk tetap berada dalam gedung housekeeping dan menyiramnya dengan minuman. 

"Namun kami menilai JPU malah menguraikan unsur-unsur lain yang tidak sesuai dengan fakta dan tidak sesuai pula dengan unsur-unsur yang dalam Pasal yang dilanggar terdakwa," sebut Jupiter dalam surat eksepsi. 

Jupiter dalam eksepsinya juga menyebut bahwa dalam dakwaan jaksa ada ketidakjelasan mengenai unsur-unsur dari delik yang didakwakan yang kemudian dipadukan dengan uraian perbuatan materil atau fakta perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa. 

Dalam eksepsinya juga menyebut  dakwaan JPU tidak jelas menyebutkan latar belakang mengapa korban melaporkan terdakwa ke polisi. Jaksa mengaburkan fakta bahwa korban telah yang telah bekerja selama 14 tahun diduga menggelapkan uang hingga perusahaan merugi Rp. 7.127.865.901. 

Yang terakhir, Jupiter dalam eksepsinya mengatakan dakwaan JPU tidak lengkap mengurai kronologis peristiwa hukum yang sebenarnya. "Jaksa tidak lengkapnya mengurai atau menjabarkan secara rinci delik seperti apa yang telah terdakwa lakukan terhadap korban," sebut Jupiter. 

Oleh karena itu, kedua pengacara tersebut memohon kepada majelis hakim untuk mengabulkan eksepsinya dan menolak seluruh dakwaan JPU. "Membebaskan terdakwa dari semua dakwaan Jaksa dan membebankan biaya perkara kepada negara," pungkas Jupiter.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar meringkus dua sejoli, Dewa Putu Yuda Biantara (18) dan S (16) di rumah kosnya di Jalan Tangkuban Perahu Tegal Belong, Denpasar Barat, pada Kamis (2/7/2020) pukul 23.00 Wita. Keduanya merupakan komplotan maling yang membobol rumah kosong milik warga. 


CANGGU -fajarbali.com |Jajaran Unit Reskrim Polsek Kuta Utara telah merampungkan hasil penyelidikan terkait ditemukannya pasangan kekasih yang tewas bunuh diri di kamar kos di Jalan Raya Kayu Tulang, No.4 A, Br. Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Minggu (5/7/2020) pagi. 


DENPASAR -fajarbali.com |Jajaran Direktorat Reskrimum Polda Bali dan Polres Buleleng membekuk buronan asal Nigeria, Umeh Tobena Camilo (34) di Hotel Grand Surya Buleleng, pada Minggu (5/7/2020) malam. 

DENPASAR -Fajarbali.com |  Kejaksaan Negeri Denpasar, Bali, menahanan wanita asal Rusia bernama Anna Legostaeva (32 tahun) di Rutan Polresta karena kedapatan menyalahgunakan narkoba jenis hasis dengan barang bukti 0,94 gram.


MANGUPURA -fajarbali.com |Dalam sehari, warga yang tinggal di wilayah Badung dikagetkan penemuan rangka tulang belulang berupa tengkorak kepala manusia di dua lokasi berbeda. Pertama di pinggir Tukad Ayung Abiansemal dan kedua di Pura Bias Aud,  Kerobokan Kuta Utara. 

 
DENPASAR -fajarbali.com |Bila sebelumnya kasus pencurian data nasabah (skimming) kerap dilakukan warganegara asing berkedok sebagai turis di Bali, kali ini melibatkan jaringan warga lokal bernama Noldy Wullur (49).

 

CANGGU -fajarbali.com |Pasangan kekasih Kadek Ardana (29) dan Kadek Suartini (28) ditemukan tewas di kamar kos di Jalan Raya Kayu Tulang, No.4 A, Br. Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Minggu (5/7/2020) pagi. Di kamar kos tersebut ditemukan beberapa botol mineral berisi cairang berbahaya yang digunakan untuk bunuh diri. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan, sebanyak 40 tahanan jalani Test Swab di halaman belakang Polda Bali, Jumat (3/7/2020). Pelaksanaan test Swab ini diawasi langsung Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Bali AKBP Sapa Saparini, S.H., M.H. 


DENPASAR -fajarbali.com |Kehabisan uang selama liburan di Bali, turis asal Rusia, Markelov Maksim berbuat ricuh di sebuah vila di kawasan Pererenan Mengwi Badung. Akibatnya pria berusia 24 tahun itu diamankan petugas Imigrasi Kelas 1 TPI Denpasar. 


DENPASAR -fajarbali.com |Buruh bangunan nyambi kurir narkoba, Hendrianto (38) ditangkap anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar di rumah kosnya di Jalan Sedap Malam Gang Ratna Denpasar Timur, pada Kamis (25/6/2020) siang lalu. Di kamar kos tersangka diamankan 17 plastik sabu seberat 236, 92 gram, 2 plastik sabu warna biru seberat 20,23 gram dan 49 butir ekstasi. 

 

 

Proses penangkapan tersangka Hendrianto berlangsung selama 3 hari. Terhitung setelah anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar menerima informasi maraknya peredaran narkoba di Jalan Sedap Malam Denpasar Timur. 


Hasil penyelidikan, Kamis (25/6/2020) sekitar pukul 12.00 Wita, Polisi berhasil melacak rumah kos tersangka Hendrianto di Jalan Sedap Malam Gang Ratna nomor 58 Banjar Buaji Kelurahan Kesiman Denpasar Timur. 


"Dia ini bekerja buruh bangunan tapi nyambi kurir narkoba," bisik sumber dilapangan, Jumat (3/7/2020). 


Tersangka Hendrianto ditangkap tanpa perlawanan. Dari penggeledahan disita 1 buah tas hitam yang didalamnya terdapat 29 paket plastik berisi ratusan gram sabu dan 2 paket plastik berisi 49 butir ekstasi warna ungu dan merah. 


"Total sabu seberat 236, 92 gram, 2 plastik sabu warna biru seberat 20,23 gram dan 49 butir ekstasi," ungkap sumber. 


Selain menyita sabu dan ekstasi juga ditemukan timbangan elektrik, isolasi, dan belasan potongan pipet. "Paketan plastik narkoba itu disembunyikan di bawah kompor masak kamar kos tersangka," ungkap sumber. 


Tersangka Hendrianto mengaku mendapatkan narkoba dari bossnya Black yang dikenalnya melalui telpon dan belom pernah bertemu. Pria asal Banyuwangi Jawa Timur itu mengatakan memperoleh narkoba tersebut dengan cara mengambil disebuah tempat. 


"Pelaku menunggu perintah Black untuk menempel disejumlah tempat yang sudah diatur Black," bebernya. 


Hendrianto yang kini berusia 38 tahun itu mengaku sudah jadi kurir sejak 3 Bulan lalu. Upah yang diterimanya dari Black sebesar Rp 50.000 hingga Rp.100.000 untuk persekali tempel. 


Sebelumnya, saat rilis Kamis (2/7/2020), Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan bahwa tersangka ini sudah tergolong bandar. Karena barang bukti yang diamankan cukup banyak. "Bisa disebut bandar. Karena barang buktinya banyak," terangnya. 


Mantan Wadireskrimsus Polda Papua Barat itu mengakui selama musim Pandemi ini jumlah pelaku narkoba dan barang bukti yang diamankan cukup banyak. 


"Presentasenya cukup meningkat. Mungkin karena banyak orang yang kehilangan pekerjaan," tandas perwira dengan melati tiga di pundak ini. (hen) 


NUSA PENIDA -fajarbali.com |Hendak memancing di pinggir tebing Pantai Gamat, Nusa Penida, apes dialami Nyoman Wiroste (45). Warga setempat yang tinggal di Desa Sakti Nusa Penida Klungkung itu terjatuh ke laut, Kamis (2/7/2020) petang dan kini masih dalam pencaharian. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tubuh Wayan Sukrayasa (17) yang tenggelam di Sungai Batu Penyu, Denpasar, Jumat (3/7/2020) pagi. Jenasah pelajar SMA asal Banjar Buaji, Siulan Penatih Dangin Puri itu ditemukan oleh tim penyelam tak jauh dari lokasi awal ia tenggelam, dalam keadaan sudah tidak bernyawa.