JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Sidang kasus perbankan yang menyeret Bos BPR Legian Titian Wilaras, Kamis (4/6/2020) kembali dilanjutkan. Dalam sidang yang berlangsung hingga pukul 19.00 WITA , tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Denpasar menghadirkan 4 orang saksi. 

 

Para saksi tersebut adalah para mantan  direksi di Bank BPR Legian. Mereka adalah Ni Putu Dewi Wirastini (Direktur Kepatuhan), I Gede Made Karyawan (Kepala Bisnis), Andre Muliya (HR dan GA manajer), dan Indra Wijaya (Direktur Utama). 

Namun keterangan empat orang saksi di muka sidang pimpinan Hakim Angeliki Handajani Day ini  terlihat kacau balau karena selalu berubah-ubah dan tidak ada keterkaitan satu dengan yang lainnya. 

Misalnya keterangan dari I Gede Made Karyawan. Dimana saksi mengatakan bahwa mendapat perintah dari terdakwa untuk mencairkan uang dari dana BDD atau Biaya Dibayar Dimuka yang kemudian ditransferkan ke rekening terdakwa. 

Padahal saksi lain mengatakan, terdakwa tidak pernah memerintahkan untuk mengambil uang dari BDD. Namun saksi Made Karyawan tetap ngotot bahwa Titian memerintahkan melalui pesan WhatsApp. 

"Ada nggak pesan WhatsApp nya ? kalau ada tolong tunjukkan di muka persidangan," tanya hakim yang dijawab saksi tidak ada karena sudah diserahkan ke penyidik OJK. 

Namun itu menjadi aneh karena dalam BAP (berita acara pemeriksaan) tidak dicantumkan bukti percakapan WhatsApp tersebut. "Sebenarnya disini fakta hukumnya, karena tidak ada bukti. Apa lagi klien kami (Titian) memerintahkan untuk mengambil uang di BDD ini tidak ada bukti," tegas Acong Latif, kuasa hukum terdakwa. 

"Apakah selain mengambil dari BDD, bisa uang diambil dari dana lain," tanya  hakim lagi yang awalnya tidak bisa dijawab oleh para saksi. Kemudian saksi Dewi Wirastini menjawab dengan mengatakan bisa diambil dari dana lain. 

"Terus kenapa tetap diambil dari BDD?," kejar hakim lagi yang kembali tidak dijawab para saksi. Anehnya lagi, saksi 
Indra Wijaya yang menjabat sebagai direktur utama mengatakan tidak bekerja sesuai porsinya. 

"Saya hanya status saja Dirut, aslinya yang menjalankan peran Dirut adalah Made Karyawan," katanya di muka sidang. Sementara Titian Wilaras saat dimintai tanggapannya terkait keterangan para saksi, awalnya dia mengaku bahwa dia memang tidak mengetahui soal perbankan. 

Dia juga mengatakan tidak pernah memerintah para saksi untuk mencairkan dana dari BDD. Titian mengatakan, di BPR Legian, selain sebagai pemegang saham, juga sebagai nasabah. 

"BDD saja saya tidak mengerti, bagaimana saya bisa memerintahkan untuk mengambil uang dari BDD," tegas Titian. Titian juga menyebut, total dana miliknya berupa  uang dan bangunan yang diinvestasikan di BPR Legian ada sekitar Rp 92 miliar. 

Dan hal ini pun diakui oleh para saksi. "Artinya uang klien kami lebih dari nilai kerugian yang disebut sebut. Saya jadi bertanya, dalam kasus ini siapa yang diuntungkan dan yang dirugikan?," tegas Acong bertanya.

Menariknya lagi, dalam persidangan hakim sempat bertanya kepada para saksi terkait kenapa BPR Legian sampai masalah? pertanyaan tidak bisa dijawab para saksi. "Ya kalian sebagai Direksi yang tidak bisa mengelola bank, harusnya kalian yang bertanggungjawab bukan terdakwa," timpal hakim. 

Pada kesempatan ini, pengacara Titian juga kembali'mengatakan bahwa kliennya tidak pernah ditangkap  di Belanda seperti diberitakan dibeberapa media.

 "Jadi siapa yang bilang klien kami ditangkap di Belanda? kalau ada yang bilang saya akan tempuh julur hukum karena itu berita bohong. Justeru kami yang mendorong OJK untuk segera melimpahkan kasus ini ke Kejaksaan," terang Acong. 

Terkait pernah ditetapkannya Titian dalam dalam daftar pencarian orang (DPO), Acong mengatakan, sebagai pengacara Titian sampai saat ini tidak pernah melihat surat DPO tersebut. "Dalam berkas juga tidak pernah disebutkan kalau kalian kami masuk dalam DPO,"pungkas Acong. (eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

 

DENPASAR, fajarbali.com |Warga yang berdomisili di Jalan Taman Pancing Denpasar Selatan, Selasa (7/7/2020) dinihari kaget. Sebuah mobil pribadi yang diduga Datsun Panca, terguling dan terjatuh karena out of control. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu dan pengemudi mobil dalam keadaan selamat. 

DENPASAR- Fajarbali.com
Masyakarat anti korupsi (MAKI) dibawah pimpinan Boyamin Saiman yang mungkin saja baru dikenal masyarakat Bali saat melakukannya upaya hukum praperadilan terhadap kasus dugaan korupsi di Yayasan AL Ma'ruf Denpasar.


DENPASAR -fajarbali.com |Wayan Sukerta (35) ditangkap Tim Resmob Polresta Denpasar di rumahnya di Jalan Pulau Singkep nomor 6A Banjar Kepisah Denpasar Selatan, pada Selasa (30/6/2020). 

 

DENPASAR -fajarbali.com |PT. Solid Gold Berjangka (SGB) Cabang Bali (SGB Bali) melakukan restrukturisasi manajemen dengan menunjuk Peter Christian Susanto sebagai Pimpinan Cabang menggantikan Zaidan Farhan. Penunjukkan ini sesuai dengan SK BAPPEBTI No :0001/BAPPEBTI/SP-KC/04/2020. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar meringkus dua sejoli, Dewa Putu Yuda Biantara (18) dan S (16) di rumah kosnya di Jalan Tangkuban Perahu Tegal Belong, Denpasar Barat, pada Kamis (2/7/2020) pukul 23.00 Wita. Keduanya merupakan komplotan maling yang membobol rumah kosong milik warga. 


CANGGU -fajarbali.com |Jajaran Unit Reskrim Polsek Kuta Utara telah merampungkan hasil penyelidikan terkait ditemukannya pasangan kekasih yang tewas bunuh diri di kamar kos di Jalan Raya Kayu Tulang, No.4 A, Br. Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Minggu (5/7/2020) pagi. 


DENPASAR -fajarbali.com |Jajaran Direktorat Reskrimum Polda Bali dan Polres Buleleng membekuk buronan asal Nigeria, Umeh Tobena Camilo (34) di Hotel Grand Surya Buleleng, pada Minggu (5/7/2020) malam. 

DENPASAR -Fajarbali.com |  Kejaksaan Negeri Denpasar, Bali, menahanan wanita asal Rusia bernama Anna Legostaeva (32 tahun) di Rutan Polresta karena kedapatan menyalahgunakan narkoba jenis hasis dengan barang bukti 0,94 gram.


MANGUPURA -fajarbali.com |Dalam sehari, warga yang tinggal di wilayah Badung dikagetkan penemuan rangka tulang belulang berupa tengkorak kepala manusia di dua lokasi berbeda. Pertama di pinggir Tukad Ayung Abiansemal dan kedua di Pura Bias Aud,  Kerobokan Kuta Utara. 

 
DENPASAR -fajarbali.com |Bila sebelumnya kasus pencurian data nasabah (skimming) kerap dilakukan warganegara asing berkedok sebagai turis di Bali, kali ini melibatkan jaringan warga lokal bernama Noldy Wullur (49).

 

CANGGU -fajarbali.com |Pasangan kekasih Kadek Ardana (29) dan Kadek Suartini (28) ditemukan tewas di kamar kos di Jalan Raya Kayu Tulang, No.4 A, Br. Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Minggu (5/7/2020) pagi. Di kamar kos tersebut ditemukan beberapa botol mineral berisi cairang berbahaya yang digunakan untuk bunuh diri. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan, sebanyak 40 tahanan jalani Test Swab di halaman belakang Polda Bali, Jumat (3/7/2020). Pelaksanaan test Swab ini diawasi langsung Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Bali AKBP Sapa Saparini, S.H., M.H.