JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

Denpasar-Fajarbali.com | Usai upaya hukum banding yang ditempuh terdakwa kasus penggelapan, Rio Handa Aji gagal. Kini pria yang diduga menggelapkan uang senilai Rp 1,4 miliar itu resmi menyandang status terpidana. 

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Jaka Penuntut Umum (JPU) I Made Taufan Amijaya yang dihubungi, Jumat (20/3/2020). Jaksa yang sering disapa Taufan mengatakan, secara administrasi, pihaknya sudah melaksanakan eksekusi. 

"Kalau dari batas waktu pengajuan kasasi sudah tidak mungkin dilakukan, dan kami secara administrasi sudah melakukan eksekusi," tegas jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali itu. 

Ditempat terpisah, korban Sugiharto Widjaja menyambut baik putusan PT Denpasar yang menguatkan putusan PN Denpasar atas vonis 2 tahun Rio Handa Aji.

Pun soal perihal Rio Handa Aji yang tidak mengajukan kasasi. "Tentunya Rio sendiri sudah menerima kenyataan bahwa memang dia terbukti bersalah," katanya. 

Sugiharto menambahkan bahwa banyak orang menjadi korban sepak terjang Rio Handa Aji.  Bahkan ada yang merugi dari ratusan juta rupiah, sampai juga 6 milyar dan 8 milyar. 

"Tentunya perkembangan ini membawa sedikit rasa keadilan bagi para korban," ujar Sugiharto.

Yang terakhir, kata Sugiharto, terpenting adalah masyarakat mengawasi bersama bahwa Rio betul menjalankan masa tahanannya di dalam LP Kerobokan. 

"Saya juga berharap para aparat terkait mengemban dengan baik tugas mereka, serta menjalankan dan mengawasi semua proses ini sebagaimana seharusnya," pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Upaya hukum banding yang ditempuh terdakwa kasus penggelapan senilai Rp 1,4 miliar, Rio Handa Aji, untuk keluar dari jeratan hukum atas vonis 2 tahun yang dijatuhkan majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Made Pasek tidak membuahkan hasil.

Pasalnya, majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar pimpinan Hakim Nyoman Sumaneja dalam amar putusannya sebagaimana termuat dalam website resmi PN Denpasar  menyatakan menerima permohonan banding dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Menguatkan putusan PN Denpasar Nomor 1040/Pid.B/2019/PT DPS, tanggal 21 November 2019 yang dimintakan banding tersebut,” demikian bunyi amar putusan yang termuat dalam website remi PN Denpasar, Rabu (26/2/2020).

Dengan demikian, Rio Handa Aji diputuskan tetap bersalah melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana vonis hakim PN Denpasar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Taufan Amijaya saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima pemberitahuan putusan dan  juga salinan putusan dari PT Denpasar.

Diberitakan sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan I Made Pasek, pada sidang, Kamis (21/11/2019) menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372 KUHP.

“Menyatakan terdakwa Rio Handa Aji terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan. Oleh karena itu menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun,” tegas hakim dalam amar putusannya.

Atas putusan itu, terdakwa yang saat itu didampingi pengacara Reydi Nobel dkk., menyatakan pikir-pikir, begitu pula dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Tofan Amijaya yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun. 

Seperti diketahui pula, kasus yang menjerat terdakwa ini berawal saat saksi korban, Sugiharto Wijaya  bersama Hendra Tirtanimala menemui terdakwa yang merupakan Direktur PT. BES Living Internasional (BLI) di Jalan Plaza Kunti Nomor 1 Kuta Februari 2017 silam.

Kedatangan saksi korban bersama temannya itu adalah mencari kontraktor untuk membangun resto/toko roti di Jalan Dewi Sri No. 88 XX Kuta.

Dari hasil pertemuan itu, terdakwa sepakat untuk mengerjakan dengan tenggang waktu 4 sampai 5 bulan dengan biaya sebesar Rp 1,8 miliar. Singkat cerita korban pun sepakat dan pada bulan Februari 2017 mengirim uang sebesar Rp 1 miliar.

Diterangkan pula, masih di tahun yang sama di bulan Mei, terdakwa minta tambahan uang dan saksi korban pun mengirim Rp 200 juta. “Pada bulan Mei terdakwa mengatakan pondasi sudah selesai dan kembali minta uang kepada korban sebesar Rp 200 juta,” sebut jaksa Kejati Bali itu.

Sehingga uang yang dikirim korban kepada terdakwa senilai Rp 1,4 miliar. Setelah uang sudah dikirim, terdakwa malah tidak pernah melaporkan perkembangan proyek yang dibangun, bahkan korban juga tidak bisa mengakses CCTV yang terpasang pada proyek tersebut.

Atas hal itu, korban pun akhirnya memutuskan untuk mengecek langsung proyek yang dibangun terdakwa. Sampai disana korban melihat proyek hanya sebatas pondasi dan besi-besi yang diikat.

Saat itu terdakwa, kepada korban mengatakan terkendala dengan tukang yang masih libur hari raya dan ditambah lagi terdakwa juga banyak mengerjakan proyek lain.

Namun hingga bulan November 2017 proyek belum belum juga selesai sehingga korban menilai tidak ada niat baik dari terdakwa untuk menyelesaikan.

Belakangan diketahui, uang Rp 1,4 M yang dikirim korban kepada terdakwa ternyata tidak digunakan untuk membangun toko milik korban, melainkan digunakan untuk keperluan pribadi Rio Handa Aji.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List


DENPASAR -fajarbali.com |Selama dua pekan di Bulan Juli (dari tanggal 1 hingga 14 Juli, red), jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali mengungkap 7 kasus narkoba dengan jumlah 7 tersangka. 


DENPASAR -fajarbali.com |Muhamad Erlangga (24) salah seorang jaringan narkoba yang berhasil meloloskan ribuan ektasi dari Jawa ke Denpasar melalui jalan darat. Untuk mengecoh petugas, ribuan butir ekstasi itu dikemas pria asal Bogor Jawa Barat itu dalam bentuk bungkusan permen. 


DENPASAR -fajarbali.com |Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law terutama di sektor ketenagakerjaan menuai penolakan dari kalangan pekerja dan buruh. 


DENPASAR -fajarbali.com |Soal bule Rusia, Rusminnubaev Marat (36) yang jadi gelandangan dan tidur di Taman dekat Patung Ngurah Rai Kuta, ditanggapi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali Jamaruli Manihuruk. Menurut Jamaruli, Marat merupakan salah seorang warganegara asing yang mendapat perpanjangan izin tinggal karena dampak covid-19. 

 


Meski demikian, pihaknya akan mengecek apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh Marat. “Kami masih memeriksa yang bersangkutan apakah ada pelanggaran yang dilakukanya. Apakah harus dipulangkan ke negaranya kita lihat nanti," ujar Jamaruli saat ditemui awak media Senin (13/7/2020). 


Ia mengakui, pihaknya menerima informasi terkait adanya seorang bule asal Rusia yang menganggu ketentraman masyarakat diseputaran Bandara. Sehingga diamankan anggota Satpol PP Kabupaten Badung. "Dia diamankan Sat Pol PP dan sudah diserah terimakan kepada Imigrasi Ngurah Rai,” ungkapnya. 


Menurut Jamaruli, pihaknya tidak bisa langsung mendeportasi Marat. Pasalnya, penerbangan di tengah Pandemi Covid-19 ini masih terbatas. 


Terlebih dari informasi dari pihak Kemenkum


DENPASAR -fajarbali.com |Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Seorang pelajar berinisial SB, dicabuli oleh bapak tirinya, Ali Abdi alias Walid (54) di rumahnya Jalan Resimuka Barat Denpasar. Pencabulan itu berulang kali dilakukan pelaku hingga korban trauma dan melaporkannya ke Polresta Denpasar, 29 Juni 2020 lalu. 


Menurut Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danunaya S.H., SIK., M.H, peristiwa pencabulan ini terjadi Jumat, 26 Juni 2020 sekitar pukul 14.00 Wita. Kasus ini terbongkar setelah korban menceritakan kebejatan bapak tirinya ke ibunya RW, yang telah mencabulinya. 


Pencabulan itu menurut korban sudah berulang kali dilakukan oleh bapak tirinya sejak 26 Mei 2020 hingga 16 Juni 2020. Kasus ini dilaporkan 29 Juni 2020 lalu ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Denpasar. 


"Pelaku melakukan pencabulan ke korban dengan cara kekerasan maupun ancaman kekerasan, membujuk dan menjanjikan sesuatu, akan dibelikan laptop dan handphone," ujar Kompol Anom, Senin (13/7/2020). 


Dijelaskannya, pencabulan terjadi saat ibunya tidak ada dirumah. Pelaku Ali Abdi alias Walid mencabuli korban dengan cara meremas payudara, mencium bibir dan payudara, memegang pantat dan kemaluan korban. Selain itu, pelaku menggesek-gesek kemaluannya ke vagina korban. Akibatnya korban mengalami trauma dan sakit pada kemaluannya. 


Menindaklanjuti laporan ibu korban, unit PPA Satreskrim Polresta Denpasar melakukan pengejaran terhadap pelaku Ali yang sembunyi di rumahnya di Jalan Cipinang Cempedak I No.13, Jakarta Timur. 


Pelaku ditangkap, Minggu (12/7/2020) sekitar pukul 23.00 Wita dan dibawa ke Polresta Denpasar untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. "Setelah diinterograsi pelaku mengakui semua perbuatannya," terang mantan Kapolsek Kuta Utara ini. (hen)


ABIANSEMAL -fajarbali.com |Aksi pencurian rokok dilakukan seorang perempuan bernama Ni Kadek Ayu Juniati (34). Tersangka yang tinggal di Mengwi ini sukses membobol 3 warung dengan berpura-pura jadi sales makanan dan produk perawatan tubuh. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Dua pengedar narkoba, Bambang Dwi Pri Septiana (35) dan Deni Saepudin (30) tak berkutik, setelah kedua tangannya diborgol Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Badung, Rabu 1 Juli 2020 sekitar pukul 16.00 Wita. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Jadi kurir narkoba untuk mencari penghasilan sehari-hari, cewek asal Buleleng bernama Kadek Sutarmi (27), ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Badung di rumah kosnya di Pemecutan Kaja Denpasar Utara, Jumat (3/72020) sekitar pukul 15.25 Wita. Dilokasi penangkapan, petugas mengamankan barang bukti 16 paket sabu seberat 4,48 gram siap edar. 

 

KUTA -fajarbali.com |Perilaku bule asal Rusia bernama Marat ini sempat hebohkan dunia maya. Pria ini jadi gelandangan dan tidur hanya beralaskan tikar di rumput di dekat Patung Ngurah Rai. Ia pun diamankan Satpol PP Kabupaten Badung, pada Senin (13/7/2020). 


DENPASAR -fajarbali.com |Direktorat Polairud Polda Bali mengagalkan aksi penyelundupan 36 ekor penyu dilokasi perairan Serangan, pada Sabtu (11-7/2020). Selain menyita penyu, Polisi juga mengamankan 7 anak buah kapal yang diawaki seorang nakhoda kapal bernama Muhalim. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Seorang bapak bernama Muslim berusaha menyelamatkan anaknya, HD, saat dicabuli pelaku di kamar kos di Jalan Pulau Maluku II Denpasar Barat, Jumat (26/6/2020) malam. Ia mendobrak pintu kamar kos dan mendapati anaknya keluar dari kamar mandi, sedangkan pelaku Komang Murdika alias Jacky (42) sembunyi di atas plafon namun berhasil kabur.  


DENPASAR -fajarbali.com |Pulau Bali kini dijadikan tempat pelarian atau persembunyian para pelaku kejahatan. Setelah sebelumnya warganegara Nigeria, Umeh Tobena Camilo (34), terkait kasus pengeroyokan Polisi, giliran seorang pria berinisial YS ditangkap di tempat persembunyianya di sebuah Hotel di Jalan Teuku Umar Denpasar Barat, Rabu (8/7/2020).