JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-Fajarbali.com | Polisi menunjukkan ketegasannya menahan belasan pelajar SMP dan SMA komplotan begal dan jambret yang tergabung dalam geng Motor Donky. Kejahatan para pelajar ini dianggap sudah melampaui batas dengan menganiaya dan merampas barang-barang milik pengendara motor. 
 

Ketegasan itu dibuktikan Polisi dengan menjerat belasan pelaku dengan Pasal berlapis. Yakni Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara dan Pasal 365 KUHP pencurian dengan kekerasan ancaman paling lama 9 tahun penjara. "Mereka semua kami tahan. Kami kenakan pasal 363 dan 365 ancaman 9 tahun penjara," tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan, Jumat (24/1/2020). 

Kombes Ruddi mengakui kejahatan yang dilakukan 14 pelajar SMP dan SMA ini  sudah sangat meresahkan. Bahkan, belasan pelajar di Denpasar ini melakukan tindak pidana pencurian disertai aksi kekerasan. 

"Mereka ini kelompok kejahatan jalanan mayoritas pelajar. Mereka sudah beraksi di 5 TKP dengan target menghadang dan mengambil barang-barang pengendara motor seperti handphone dan sebagainya. Mereka juga melakukan pemukulan " ujar mantan Kapolres Badung ini. 

Dalam aksi kejahatan jalanan ini, belasan pelaku mendapatkan hasil sebesar Rp 35 juta. Uang hasil kejahatan itu dibagi-bagi dan sisanya dibelikan minuman keras. "Uang tadi dibelikan minuman keras dan mabuk-mabukkan, ujarnya. 

Mantan Wadireskrimsus Polda Bali ini menerangkan, kejahatan yang menimpa anak dibawah umur di Bali, sudah sangat memprihatinkan sekali. Apalagi baru-baru ini, pihak Polresta Denpasar menangkap 4 anak dibawah umur terlibat jaringa  peredaran narkoba. "Saya lihat dari 14 pelajar ada 3 yang memiliki tato dilengannya. Ini merupakan bibit-bibit premanisme yang akan muncul setelah mereka dewasa," terangnya. 

Untuk itu, Kombes Ruddi berharap adanya peran orang tua untuk menjaga generasi muda itu agar tidak terlibat kriminal yang merugikan orang lain. Imbauan ini juga disampaikan kepada guru-guru dimana pelajar tersebut bersekolah. "Mari kita sama-sama dengan para guru dan orang tua untuk menjaga anak anak kita ini agar menjadi orang baik dan terhindar dari kejahatan," tegasnya. 

Ditanya apakah selama ini orang tua pelaku tidak mengetahui kegiatan anak-anaknya di luar sehingga melakukan kejahatan ? Kombes Ruddi mengatakan orang tuanya tidak mengetahui sama sekali. Bahkan, mereka hanya mengetahui anak-anaknya mengikuti less diluaran. "Jadi, orang tuanya sudah kami panggil dan mereka sudah mendampingi anak-anaknya selama menjalani pemeriksaan," tegasnya. 

Kombes Ruddi juga berharap agar para orang tua murid selalu berkoordinasi dengan para guru untuk mengetahui kegiatan anaknya selama mengikuti pelajaran di sekolah. Jika perlu buku buku pelajaran di cek untuk mengetahui apakah mereka bersekolah atau tidak. 

Selain itu, diimbau untuk tidak memberikan anak mengendarai sepeda motor karena belum cukup umur. "Kalau anak anak diberikan naik motor, mereka akan trek-trekkan dan ugal-ugalan di jalan raya, tandasnya.(hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR - Fajarbali.com | Video drummer Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina alias Jerinx yang bermesraan dengan istrinya Nora Alexandra Philip viral di media sosial.

DENPASAR-Fajarbali.com | Linda Fitria Paruntu (36) terdakwa kasus dugaan penghinaan melalui media sosial Facebook terhadap Simone Christine Polhutri (50) masih bisa tersenyum meski dalam sidang, Selasa (29/9/2020) dia dituntut 1 tahun 6 bulan (1,5) tahun penjara.

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Arta Wijaya dalam sidang yang dipimpin Hakim I Wayan Sukradana dalam amar tuntutannya menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam alternatif pertama. 

"Terdakwa terbukti dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik," tegas jaksa Eddy Arta. 

Perbuatan terdakwa sebagai dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) contoh pasal 45 ayat (3) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. 

"Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, denda Rp 3 juta subsider 2 bulan penjara," tegas Eddy Arta membacakan tuntutan. 

Sebelum menjatuhkan tuntutan pidana, Jaksa Eddy Arta terlebih dahulu membacakan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. 

Hal yang memberatkan, belum adanya perdamaian secara tertulis antara lelaku dan korban, perbuatan terdakwa telah merugikan dan membuat orang lain merasa tidak nyaman. 

"Sedangkan hal-hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, serta terdakwa sopan selama persidangan," tegas jaksa Kejati Bali itu dalam surat tuntutannya. 

Mendengar tuntutan itu, terdakwa yang didampingi pengacara Iswahyudi Eddy dan Ketut Rinata nampak tegar dan tetap menebar senyum kepada wartawan maupun pengunjung sidang. 

"Terdakwa kami persilahkan untuk mengajukan pembelaan, baik itu melalui kuasa hukumnya atau pembelaan yang terdakwa buat sendiri," kata hakim ketua.

Atas hal itu, terdakwa dan kedua kuasa hukumnya sepakat untuk mengajukan pembelaan. "Kami dari kuasa hukum terdakwa akan mengajukan pembelaan secara tertulis, demikian pula dengan terdakwa yang juga mengajukan pembelaan pribadi secara tertulis," kata Iswahyudi. 

Usai sidang, terdakwa yang dihadang wartawan di luar ruang sidang tidak banyak memberikan tanggapan saat ditanya soal tuntutan yang dijatuhkan padanya. Namun, meski menebar senyum, terdakwa mengaku tuntutan hukuman jaksa terlalu tinggi. 

"Saya tidak mau bicara banyak, semuanya nanti akan kami sampaikan di nota pembelaan. Soal tuntutan 1 tahun 6 bulan, bagi saya memang terlalu tinggi," jawab terdakwa sambil berjalan meninggalkan wartawan. 

Sedangkan korban/pelapor Simone Christine Polhutri, tetap optimis bahwa terdakwa bakal mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya itu bahkan bisa merasakan dinginnya tembok penjara. 

"Mendengar tuntutan terdakwa dituntut  1 tahun 6 bulan, saya makin optimis bahwa terdakwa akan mendapatkan hukum yang setimpal atas perbuatannya," kata Simone Christine Polhutri.

Hukuman penjara, menurut Simone Christine Polhutri merupakan harga yang pantas bagi terdakwa mengigat apa yang dilakukan terdakwa kepadanya sangat merugikan. 

"Postingan terdakwa si Facebook sangat merugikan dan menghina saya, karena itu saya pun berharap kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan hukuman penjara agar bisa memberi efek jera," harapnya. 

Seperti diketahui, Linda Fitria Paruntu diseret ke Pengadilan berawal dari  beberapa postingannya di media sosial Facebook yang diunggah pada bulan Mei 2020. 

Salah satu postingan yang diunggah terdakwa dan dirasa sangat merugikan dan menyerang kehormatan korban adalah dengan mengatakan "mana orang kaya beneran sama orang yang kaya monyet". 

Menurut keterangan saksi ahli, kata itu memang ditujukan kepada korban karena terdakwa menandai nama korban dalam posting di aku Facebook milik korban yang bernama Linda Paruntu Rempas. 

Tak hanya itu, dalam postingannya terdakwa juga mentang korban untuk melapor ke polisi dengan mengatakan " mana laporannya sya tunggu jangan omong doangg manaa pengacara manaa?

Atas berapa postingan itu, korban tidak diterima dan melaporkan terdakwa ke polisi. Atas laporan itu, terdakwa pun akhirnya menjadi pesakitan di PN Denpasar.(eli)

DENPASAR-Fajarbali.com | Linda Fitria Paruntu (36) terdakwa kasus dugaan penghinaan melalui media sosial Facebook terhadap Simone Christine Polhutri (50) masih bisa tersenyum meski dalam sidang, Selasa (29/9/2020) dia dituntut 1 tahun 6 bulan (1,5) tahun penjara.

DENPASAR-Fajarbali.com | Ditengah ancaman virus Corona tidak membuat bisnis esek-esek yang memanfaatkan aplikasi Michat di Denpasar mengendur, sebaliknya malah semakin marak.

DENPASAR - Fajarbali.com | Penetapan tersangka oleh penyidik Polsek Mendoyo tehadap I Komang P terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dengan menuduh suatu hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 KUHP berbuntut panjang.


DENPASAR -fajarbali.com |Rapat Pembahasan Rencana Pengelolaan Zonasi (RPZ) Kawasan Konservasi Maritim (KKM) Teluk Benoa, diadakan di Balai Desa Adat Tanjung Benoa, Selasa (29/9/2020) Rapat tersebut dipimpin oleh Ir. Andi Rusandi, M.Si dari Balai Pengelolaan Dan Laut Denpasar, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Ir. Nengah Sugiarta, Dari Dinas Kelautan Dan Perikanan Propinsi Bali. 


DENPASAR -fajarbali.com |Terhitung sejak Bulan Maret hingga Bulan September, tercatat 109 prajurit Kodam IX/Udayana terpapar Covid-19 dan 3 diantaranya meninggal dunia. Dari ratusan prajurit itu sebagian sudah dinyatakan sembuh, tinggal 9 orang lagi yang masih menjalani perawatan. 


DENPASAR -fajarbali.com |Pria bernama Sulis (31) asal Bondowoso Jawa Timur ini memang sangat profesional dibidang maling sepeda gayung. Buktinya, dalam beberapa bulan saja dia sudah berhasil menggasak 13 sepeda gayung dibeberapa lokasi. 


DENPASAR -fajarbali.com |Bermodalkan tampang pas-pasan dan mengaku seorang perwira Polisi berpangkat AKP, pria bernama Eki Sugianto (41) sukses menipu para korbannya mayoritas wanita jomblo di media sosial Instagram. Salah seorang korbannya berhasil ditipu hingga ratusan juta bermodus bisnis sewa alat berat. 


DENPASAR -fajarbali.com |Bermodalkan tampang pas-pasan dan mengaku seorang perwira Polisi berpangkat AKP, pria bernama Eki Sugianto (41) sukses menipu para korbannya mayoritas wanita jomblo di media sosial Instagram. Salah seorang korbannya berhasil ditipu hingga ratusan juta bermodus bisnis sewa alat berat. 


DENPASAR -fajarbali.com |Mobil yang dikendarai seorang anggota Ditresnarkoba Polda Bali, Kadek Subamia mengalami kecelakaan dan menabrak pohon perindang di depan Maybank Jalan Sunset Road Kuta, pada Sabtu (26/9/2020) malam. Namun saat korban pingsan, seorang driver gojek online menggasak handphone dan pistol miliknya. 


MENGWI -fajarbali.com |Calon Wakil Bupati Badung Drs I Ketut Suiasa bertemu dengan para tokoh masyarakat Desa Tumbak Bayuh bertempat di Villa Kubudiuma  Br. Pengembungan Desa Prerenan Mengwi Badung, Senin (29/9/2020). Pertemuan itu dikawal ketat aparat kepolisian Polres Badung.