JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Jajaran Subdit II Direktorat Reskrimum Polda Bali kembali gencar memberantas kasus mafia tanah. Kasus teranyar, seorang pria asal Jakarta bernama Abriyanto Budi Setiono (54) menjadi tersangka dalam Pasal 266 KUHP dan pasal 242 KUHP jo pasal 55 KUHP tentang menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta autentik dan sumpah palsu.

Menurut Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan, penetapan tersangka terhadap Abriyanto Budi Setiono berdasarkan hasil pengembangan empat orang tersangka yang sudah ditangkap dan dilimpahkan ke Kejati Bali. Keempatnya yakni Ni Ketut Nigeg, I Putu Gede Semadi, I Made Surasta dan I Ketut Gede Arta.

Setelah mengembangkan kasus tersebut, pihaknya menangkap tersangka Abriyanto dirumahnya di Jalan Merdeka II No. 6A Renon, Denpasar, pada Selasa (29/10/2019). Penyidik kemudian menjeratnya dalam Pasal 266 KUHP dan pasal 242 KUHP jo pasal 55 KUHP tentang menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta autentik dan sumpah palsu.

“Dia kami tangkap kemarin. Modusnya mengajukan permohonan SHM (Surat Hak Milik) pengganti. Sedangkan tanah sudah dijual dan SHM asli ada pada pembeli bernama Pande Nyoman Gede Marutha,”ujar Kombes Andi, Rabu (30/10). 

Dijelaskannya, kasus ini dilaporkan Pande Gede Winaya (53) yang merupakan anak kandung korban Pande Nyoman Gede Marutha ke Polda Bali pada 8 Desember 2017. Awalnya pada tahun 2003, I Made Ripeg menjual tanah kepada korban seluas 30.000 M2 dari luas 81.850 M2 dengan SHM No. 9469.

“Dalam proses jual beli itu dibuatkan PPJB No. 10 akta kuasa No. 11 tanggal 13 Oktober 2003 kemudian SHM dipecah menjadi SHM nomor 9469 dan disimpan oleh korban,”ungkap Andi Fairan.

Setelah menjual tanah, I Made Ripeg meninggal. Hanya, para ahli waris (empat tersangka) tidak mengetahui almarhum masih memiliki tanah seluas 30.000 M2. Pada Juli 2013, tersangka Abriyanto menemui ahli waris dan menyampaikan data di BPN Badung masih ada tanah tercatat atas nama I Made Ripeg.

 “Tersangka mendesak ahli waris untuk memohon SHM No. 9649 pengganti hilang,” bebernya.    
Selanjutnya, Abriyanto yang beralamat di Jalan Merdeka II No. 6A Renon, Denpasar, juga membuat surat pernyataan pada 29 Juli 2013 bahwa akan bertanggungjawab secara perdata maupun pidana bila dikemudian hari timbul permasalahan.

“Ahli waris akhirnya membuat laporan kehilangan SHM ke Polresta Denpasar dan juga ke BPN Badung. Tapi, Setelah SHM pengganti terbit, tersangka Abriyanto mengambilnya di BPN kemudian mengurus SHM mengatasnamakan Ni Ketut Nigeg dkk,” tegas mantan Direktur Sabhara Polda Sumut ini.

Tanah tersebut kemudian dijual kepada Ramblas Sastra dan uang penjualan sebesar Rp 15 miliar dibagikan kepada ahli waris. “Dalam kasus ini disita barang bukti diantaranya surat laporan kehilangan SHM dan berkas permohonan SHM hilang,” tegasnya.(hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR-fajarbali.com | Kombes Pol A.A. Made Sudana, S.H., S.I.K. resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Bali, Sabtu (16/11) lalu.  Ia kini mengemban tugas baru sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Kamsel Korlantas Polri. Banyak prestasi yang ditorehkan semasa bertugas, khususnya di Bali. Selain dukungan institusi, prestasi-prestasi tersebut diraihnya berkat dukungan masyarakat Bali.

DENPASAR-fajarbali.com | Riduan Mariyanto, 35, pelaku congkel sadel motor dibekuk Tim Resmob Polda Bali di seputaran Serangan Denpasar Selatan, Selasa (12/11/2019) malam. 

DENPASAR-Fajarbali.com | Sidang perdana kasus bos hotel Kuta Paradiso digelar di PN Denpasar, Selasa (12/11).  Sidang tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Subandi. Sementara JPU terdiri dari I Ketut Sujaya, Eddy Arta Wijaya, dan Martinus T Suluh. Sementara barisan penasihat hukum terdakwa terdiri dari Petrus Bala Pattyona, Berman Sitompul, Benyamin Seran, Alfred Simanjuntak, dan Dessy Widyawati. 

DENPASAR-fajarbali.com | Hari Pahlawan ke 74 yang jatuh pada tanggal 10 November 2019 menjadi hari bahagia bagi jajaran Satresnarkoba Polresta Denpasar. Belasan anggota narkoba tersebut diberikan penghargaan karena berhasil menangkap bule asal India dengan barang bukti 3 kg sabu.

DENPASAR-fajarbali.com | Octavio Domingos Do Rosario Freitas, 23, mahasiswa asal Timor Leste, nyaris tewas ditangan tiga pelaku yang masuk ke rumah kosnya di Jalan Pakusaji Gang Cengganasari Kos Puri Citra 08, Desa Tanjung Bungkak Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur, Jumat (8/11/2019) pagi.

KUTA-fajarbali.com | Tempat hiburan malam (THM) “S2 KTV and Club” di Jalan Patih Jelantik, Komplek Sentral Parkir, Kuta, kembali jadi bulan-bulanan pengerebekan.

DENPASAR-fajarbali.com | Kasus mafia tanah kembali menjadi sorotan jajaran Subdit II Direktorat Reskrimum Polda Bali. Kasus terbaru yakni dugaan penipuan terkait pelepasan hak atas tanah menjadi SHGB yang dilaporkan oleh Nyoman Mertha, 47 ke Sentra Kepolisian Terpadu (SPKT) tertanggal 24 Januari 2018 silam.

DENPASAR-fajarbali.com |  Kabar tak sedap menimpa Polda Bali. Seorang oknum perwira Polda Bali AKP BN dipergoki berduaan bersama seorang mami Karaoke Grahadi Bali berinisial IV, di sebuah rumah di Jalan Raya Pemogan Denpasar Selatan (Densel), Kamis (7/11) pukul 18.00 Wita.

DENPASAR-fajarbali.com | Reskontruksi kasus tewasnya Halima ditangan suaminya Rudianto berlangsung di depan Kampus Stipol Wirabakti Kreneng, Denpasar Timur, Selasa (5/11/2019) pagi.

 DENPASAR-fajarbali.com | Jajaran Direktorat Intelkam Polda Bali dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali menjalin kerjasama menyongsong Pilkada serentak Tahun 2020 yang berlangsung di 6 Kabupaten Kota di Bali. Dalam pertemuan yang berlangsung di Warung Makan Klungah Jl. Hangtuah No.65 Sanur Denpasar, Senin (4/11/2019), kedua lembaga itu sepakat mewujudkan Pilkada yang aman dan damai di Bali.

DENPASAR-fajarbali.com | Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali membekuk maling rumah lintas Provinsi bernama Arsy Hermawan (28). Pelaku asal Lampung ini terpaksa ditembak kaki kirinya setelah ditangkap di wilayah Tanggerang, pada Jumat (1/11/2019) pagi.

DENPASAR-fajarbali.com | Jajaran Subdit II Direktorat Reskrimum Polda Bali kembali gencar memberantas kasus mafia tanah. Kasus teranyar, seorang pria asal Jakarta bernama Abriyanto Budi Setiono (54) menjadi tersangka dalam Pasal 266 KUHP dan pasal 242 KUHP jo pasal 55 KUHP tentang menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta autentik dan sumpah palsu.