JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Direktorat Ditreskrimum Polda Bali berhasil membongkar kasus mafia property bodong/fiktif, dalam proyek pembangunan di The Anaya Village Pecatu, Desa Pecatu Kuta Selatan. 

Dalam kasus ini, Polisi menetapkan pemilik sekaligus developer The Anaya Village Pecatu, Lukas Pattinasarany, 44, sebagai tersangka.
 
Pria asal Ambon ini berhasil meraup keuntungan dari aksi penipuan yang dilakukannya terhadap korbannya Eka Harsana sebesar Rp.387.500.000, dalam hal pembelian 2 unit villa yang ternyata fiktif. 

Menurut Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan, kasus ini bermula ketika Eka Harsana menghadiri undangan launching dari Liliek Setiangsih Soetipto selaku Lead Marketing perumahan The Anaya Village Pecatu, di Desa Pecatu Kuta Selatan, Sabtu 20 Mei 2017 silam.

Dalam undangan tersebut, korban yang tinggal di Jalan Ceningan Sari nomor 31 Br. Puri Agung Sesetan Denpasar Selatan, bertemu dengan pemilik sekaligus developer The Anaya Village Pecatu, Lukas Pattinasarany. 

Dalam pertemuan tersebut, Lukas memberikan brosur sekaligus menawarkan perumahan yang akan dibangun dengan harga per-unit Rp. 1.125.000.000. 

Korban akhirnya tertarik untuk membeli 2 unit villa. Selanjutnya, korban dipanggil oleh Lukas ke kantornya di PT. Anaya Graha Abadi di Jalan Imam Bonjol nomor 339 C Denpasar, pada 27 Juli 2017 silam, untuk menandatangani perikatan jual beli dihadapan notaris I Wayan Suwitra Yasa SH.

"Korban kemudian melakukan pembayaran DP serta angsuran sebesar Rp. 387.500.000," ujar mantan Direktur Sabhara Polda Sumatera Utara itu. 

Kasus penipuan itu terungkap setelah korban pada tanggal 17 September 2018 silam, mengecek lokasi proyek pembangunan villa tersebut. Namun korban kaget, ternyata proyek pembangunan villa tidak berjalan sebagaimana yang diharapkannya.

Bahkan, tak ada satu pun bangunan yang berdiri. "Pembangunan villa tidak berjalan dan belum ada bangunan alias fiktif. Korban melaporkannya ke Ditreskrimum Polda Bali 27 Mei 2019 lalu," terangnya. 

Setelah menerima laporan korban, memeriksa saksi-saksi dan melakukan gelar perkara, Lukas ditetapkan sebagai tersangka. Pria yang tinggal di Jalan Tukad Pancoran IV No 9  Br. Bekul, Panjer, Denpasar Selatan, dipanggil untuk menjalani pemeriksaan, pada Rabu (23/10/2019).

"Dia (Lukas) memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka. Usai diperiksa, penyidik kemudian menetapkannya sebagai tersangka tindak penipuan sebagaimana terkandung dalam Pasal 378 KUHP," tegas perwira melati tiga dipundak itu. 

Selain menahan Lukas, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti yakni PPJB pembeli an. Rustam dan Eka Harsana, kwitansi pembayaran unit villa, bukti transfer pembayaran unit villa dan surat pelunasan unit villa.(hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List


KUTA SELATAN -fajarbali.com |Heboh, Patung Nyi Roro Kidul ditemukan di atas batu karang di Pantai Water Blow di kawasan ITDC Nusa Dua, Minggu (24/5/2020) sekitar pukul 16.00 Wita. 


DENPASAR -fajarbali.com |Tujuh pemuda Kampung Jawa yang sempat diamankan gara-gara melakukan sahur keliling di depan Masjid Baiturahmah di Jalan Ahmad Yani Denpasar Barat, tidak ditahan, statusnya masih saksi. Jajaran Polresta Denpasar masih menyelidiki kasus tersebut. 


DENPASAR -fajarbali.com |Sejumlah oknum pemuda Kampung Jawa yang melaksanakan sahur keliling sambil membunyikan bedug dipertigaan depan masjid Baiturahmah Jalan Ahmad Yani Denpasar Barat, Sabtu (23/5) sekitar pukul 03.00 dinihari, viral di media sosial. 


DENPASAR -fajarbali.com |Jajaran Reskrim Polresta Denpasar telah memeriksa 7 saksi terkait puluhan oknum pemuda kampung Jawa yang melaksanakan sahur keliling di pertigaan depan masjid Baiturahmah Jalan Ahmad Yani Denpasar Barat, Sabtu (23/5) sekitar pukul 03.00 dinihari. 

 

Sebelumnya, kegiatan puluhan pemuda ini viral di media sosial dan terekam video sedang menyalakan smoke bomb dan memukul bedug sambil nyanyi-nyanyi. 


DENPASAR -fajarbali.com |Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja mengingatkan Pemerintah Provinsi Bali untuk tidak salah memilih media dalam pemberian donasi atau bantuan terkait program bantuan operasional kepada media yang terdampak pandemi Covid-19. 


DENPASAR -fajarbali.com |Insiden pembacokan menimpa kakek renta I Wayan Rika (71) saat berjalan kaki di Jalan Veteran Denpasar, tepatnya di depan Toko Bahagia, Denpasar Timur, Sabtu (23/5/2020) sekitar pukul 08.30 wita. Beruntung, pelaku bernama Ismail asal Jember Jawa Timur berhasil ditangkap warga setempat. 


DENPASAR -fajarbali.com |Mengaku benci Polisi karena dilarang mudik, pria bernama Jumadi (25) memposting akan mengebom Bali di akun Facebook miliknya. Namun siapa sangka ulah nakalnya itu menggiringnya ke penjara. Ia ditangkap anggota Subdit V (Siber) Ditreskrimum Polda Bali di rumah kosnya di Kuta, Rabu (20/5/2020). 

 

Menurut Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP I Gusti Ayu Putu Suinaci tersangka Jumadi memposting komentar bernada ancaman di akun facebooknya "Jun Bintang" pada Rabu (20/5/2020). Postingan itu berbunyi : Pasti bisa ke Bali lg tenang saja klok di larang masuk Bali iya boom saja kyk dulu biyar mampus wkwkw”.

Komentar tersebut mendapat respon dari kalangan nitizen dan menuai beragam reaksi. Anggota Subdit V (Siber) melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas dan keberadaan pemilik akun tersebut. 

"Akibat postingan itu telah menimbulkan  rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)," ujar AKBP Suinaci, Jumat (22/5/2020). 

Namun saat diselidiki, Jumadi mendadak merubah statusnya untuk menghilangkan jejak. Setelah merubah nama akunnya tersangka membuat komentar pada postingan seseorang yang berisi muatan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

“Walau dia merubah nama akunya untuk  menghilangkan jejak, kami tetap berhasil mengamankan yang bersangkutan," terangnya. 

Sementara barang bukti yang diamankan yakni 1 unit HP merk Sony warna putih dan 6 lembar screen capture postingan akun FB Jun Bintang. 

Hasil interogasi, tersangka Jumadi  mengakui telah membuat komentar pada postingan tersebut di atas dengan alasan yang bersangkutan benci terhadap Polri karena dilarang mudik Lebaran. "Katanya dia benci Polisi karena tidak bisa mudik sehingga membuat postingan itu” tutur AKBP Putu Suinaci.

Sebagai ganjaran atas perbuatanya, tersangka dijerat Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar. (hen)


DENPASAR -fajarbali.com |Tipu menipu memang pekerjaanya Ricky Boentarya (38). Pria asal Tambora Jakarta Barat itu sukses menipu korbannya Ni Ketut Suryani (49) hingga merugi Rp 24.750 juta, terkait pembelian masker. Tak lama menikmati uang "haram" dan digunakan untuk berjudi, Ricky akhirnya ditangkap. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Tiga pelaku pemalsu surat keterangan kesehatan dan surat jalan diringkus Polres Badung saat diperiksa di Pospam Ketupat Covid-19 di Jalan Raya Mengwitani Badung, Rabu (20/5/2020). Mereka terdiri dari sopir, Aan Setiawan (35), Ikwan Mudi (30) penyedia travel dan Sutomo (34) pelaksana dilapangan. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Sebanyak 32 warga yang akan mudik Lebaran ke Pulau Jawa, terjaring Operasi Sekat, pada Rabu (20/5/2020). Puluhan warga tersebut terpaksa diamankan karena untuk mencegah dan memutuskan penyebaran virus pandemi covid-19. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Bay Pass Canggu, Kuta Utara, Rabu (20/5/2020) sekitar pukul 19.30 Wita. Kecelakaan itu menewaskan seorang pengendara Honda Vario berinisial KA (69) tinggal di Br. Anyar Kaja, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian terhadap seorang nelayan, Made Dolpin (35) yang hilang saat mencari ikan di Perairan Water Blow, Kamis (21/5/2020).