JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Sidang kasus perampokan Money Changer (MC) di Jalan Pratama 36 XY, Kuta Selatan, Badung dengan dua terdakwa warga Ukraina, Georgil Zhukov (39) dan Robert Haupt (41) yang digelar di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (11/9/2019) berlangsung tegang.

Pasalnya, dalam sidang yang masuk pada agenda pemeriksaan saksi itu, sempat terjadi adu argumen antara saksi polisi dan pengacara kedua terdakwa. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Oka Ariani Adikarini menghadirkan lima anggota kepolisian yang ikut menangkap kedua terdakwa menjadi saksi dalam sidang pimpinan Hakim I Wayan Kawisada serta  tersebut.

Sidang sempat panas saat saksi Polisi, Putu Budiartama memberikan keterangan. Sebab, keterangan saksi berbeda dengan isi  BAP terkait waktu penangkapan Robert Haupt serta penggeledehan di rumah Alexei Korotkikh (43). 

"Jam berapa waktu penangkapan Alexei dan Georgil," tanya pengacara terdakwa, I Komang Ari Sumartawan kepada saksi. "Sekitar jam 02.30 pagi," jawab Putu Budiartama.

"Berapa jam waktu penangkapan awal hingga penggeledahan di rumah Alexei," kejar Komang Ari. "Antara satu hingga dua jam, karena saat itu setelah kita menangkap Georgil Zhukov, olah TKP dan lain-lain baru mengarah ke rumah Alexei," jawab Saksi.

Mendengar jawaban saksi, Komang Ari kemudian membeber hasil BAP bahwa polisi melakukan penggeledahan hingga penangkapan Robert Haupt di rumah Alexis berlangsung esok harinya yakni pukul 13.00 Wita.

"Saya tidak ingat waktu penggeledahan dan menangkap Robert Haupt di rumah Alexei, tapi berlangsung hari itu juga," jawab saksi.

"Artinya anda mencabut keterangan bahwa penggeledahan dan penangkapan Robert Haupt di rumah Alexei berlangsung satu hingga dua jam," tanya Komang Ari. "Iya, saya mencabut waktu penangkapan," jawab Budiartama. "Mohon dicatat keterangan saksi," ucap Komang Ari kepada Panitera.

Terkait penemuan uang juga ditanyakan oleh Komang Ari, di BAP disebutkan bahwa saat penggeledahan di kamar Alexei, polisi tidak menemukan uang. Namun dari keterangan saksi, di plafon kamar mandi justru ditemukan uang di dalam tas ransel.

"Bahkan barang yang terekam dalam CCTV dengan alat bukti yang diperlihatkan jaksa berbeda, tidak ada yang sama dengan barang milik terdakwa yang diperlihatkan di persidangan," kata Komang Ari saat ditemui usai sidang.

Diberitakan sebelumnya, dua warga Ukraina, Georgil Zhukov dan Robert Haupt ditangkap polisi atas kasus perampokan Money Changer (MC) di Jalan Pratama 36 XY, Kuta Selatan, Badung, Selasa (20/3/2019). Satu orang pelaku bernama Alexei Korotkikh (43) ditembak mati dalam penangkapan tersebut. (eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List


DENPASAR -fajarbali.com |Sebanyak 12 anak baru gede (ABG) terjaring razia trek-trekkan di Jalan Raya Tukad Badung Denpasar Timur, pada Sabtu (01/08) malam minggu. 


DENPASAR -fajarbali.com |Sebanyak 12 anak baru gede (ABG) terjaring razia trek-trekkan di Jalan Raya Tukad Badung Denpasar Timur, pada Sabtu (01/08) malam minggu. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Jukung diterjang ombak ganas, seorang nelayan bernama Bagas (45) ini berhasil diselamatkan Tim SAR, pada Sabtu (1/8/2020) sore. Dia ditemukan sedang mengapung dengan menggunakan patahan jukung. 


DENPASAR -fajarbali.com |Burung Murai Batu Medan tergolong mahal bisa mencapai 3 hingga 5 jutaan rupiah. Mahalnya harga burung ini membuat kawanan maling berlomba-lomba  mencurinya. 

 

TUBAN -fajarbali.com |Michael Wilkinson (65) asal Inggris yang mengaku kehabisan uang karena dirampok sehingga jadi pengemis di Mengwi, akhirnya di deportasi pihak Imigrasi Bali ke negara asalnya, Sabtu (1/8/2020) sore. 

 

NUSA DUA -fajarbali.com |Situasi jalanan yang gelap tanpa lampu penerang acap kali sebagai penyebab terjadinya kecelakaan lalulintas. Hal itu menimpa seorang pengendara motor (pemotor) Pran Kaveri Tarigan (23). 

 
MANGUPURA -fajarbali.com |Seorang pengunjung pria, Igin Ginanjar (34) berhasil diselamatkan setelah sempat tergulung ombak besar di Pantai Petitenget, tepatnya di depan restorant Laluciola, Br Batu Belig, Kuta Utara, Badung, Jumat, (31/7/2020) sekitar pukul 17.15 wita. 


MENGWI -fajarbali.com |Dua maling yang baru lulus SMK, membobol kounter handphone Ratu Cell di Banjar Dajan Peken Desa Mengwitani Mengwi Badung dibekuk anggota buser Polsek Mengwi. 

 

 

Keduanya yakni I Gede Sevtya Adi Ariawan (19) asal Banjar Tinungan Desa Apuan Baturiti Tabanan, dan I Gede Bram Rya Forwista (19) asal Banjar Dinas Padang Tunggal Kauh Desa Duda Selat Karangasem. 


Menurut Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Dodi Rahmawan, kedua tersangka membobol kounter handphone Ratu Cell di Banjar Dajan Peken Desa Mengwitani Mengwi Badung, Selasa (28/7/2020) sekitar pukul 06.30 Wita. 


Dalam aksinya, keduanya menjebol genteng toko dengan menggunakan pisau kecil dan gergaji besi. Setelah berada di dalam kounter, keduanya menggasak uang hasil penjualan voucher pulsa sejumlah Rp 5.000.000. 


Pencurian baru diketahui pada Selasa (28/7/2020) pagi, setelah saksi pedagang bernama Maffiro akan membuka lapak kuenya di depan toko. Saksi asal Kediri Tabanan curiga melihat ada pecahan genteng didepan toko. Selanjutnya saksi membuka pintu rollingdoor toko dan melihat banyak debu di dalam toko. 


Saksi menghubungi pemilik toko Ardyansyah Syaril Jayaparana (38) dan laporan diteruskan ke Polsek Mengwi. "Uang hasil penjualan voucher pulsa sejumlah Rp. 5.000.000 hilang dicuri," kata Kombes Dodi, Jumat (31/7/2020). 


Setelah diselidiki, anggota buser Polsek Mengwi dipimpin Kanitreskrim Iptu I Ketut Wiwin Wirahadi memperoleh informasi pelakunya ada 2 orang. Bahkan identitas 2 pelaku sudah dikantongi Polisi. 


Dalam pengejaran, Polisi menangkap tersangka I Gede Bram Rya Forwista di messnya di wilayah Kuta Utara, Rabu (29/7/2020). Disusul kemudian mengamankan tersangka I Gede Sevtyia Adi Ariawan dirumah pacarnya di Banjar Kaja Desa Buduk Mengwi Badung. "Kedua tersangka ini baru lulus dari SMK. Barang bukti sudah diamankan," ungkap perwira melati tiga dipundak itu. 


Hasil interogasi, keduanya mengaku mencuri di kounter Ratu Cell pada Selasa (28/7/2020) sekitar pukul 03.00 Wita. Keduanya sudah berencana mencuri dengan menyiapkan alat alat seperti kendaraan, gergaji dan pisau. 


"Mereka masuk ke dalam kounter dengan memanjat pohon kamboja yang ada di sebelah utara kounter. Tersangka  Sevtyia masuk ke dalam kounter dengan menjebol atap sedangkan Bram menunggu di luar," ungkapnya. 


Setelah sukses beraksi, uang hasil curian dibagi dua. Sevtyia mendapat Rp. 3.1 juta dan Bram mendapat bagian Rp 900.000. Pengakuannya, uang hasil kejahatan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 


"Selain mencuri di kounter, keduanya juga pernah mencuri di warung dan mencuri layangan di Desa Buduk Mengwi. Kasus ini ditangani Polsek Mengwi," tandas mantan Direktur Narkoba Polda Sulawesi Tengah itu. (hen)


DENPASAR -fajarbali.com |Puluhan pengendara motor (pemotor)  terjaring Operasi Patuh Lempuyang 2020 yang digelar di depan pameran Jalan Raya Sesetan Denpasar, Jumat (31/7/2020). Puluhan pelanggar itu mayoritas tidak mengenakan helm dan tidak mengantongi surat surat kendaraan. 


PETITENGET -fajarbali.com |Setelah kemunculan tukik (anak penyu) beberapa hari lalu, warga kembali dikagetkan penemuan 4 ekor tukik di Pantai Petitenget Kuta Utara Badung, pada Jumat (31/7/2020). 


DENPASAR -fajarbali.com-Jajaran Satlantas Polresta Denpasar menggelar Operasi Patuh Lempuyang 2020 ditengah moment masyarakat muslim yang sedang melaksanakan Hari Raya Idul Adha 1441 H. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif, ditengah pandemi covid -19, menjelang perayaan Idul Adha 1441 H tahun 2020, Kabag Ops Polres Badung Kompol I Wayan Suana, SH didampingi   Kasipropam Ipda Ketut Guna Weda, SH  melaksanakan kontrol di sejumlah Masjid di wilayah hukum Polres Badug. Kamis (30/7/2020) sekitar pukul 18.00 wita.