JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikert yang diduga melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan dan tindak pidana pencucian uang, Kamis (12/9) diadili di PN Denpasar.

Tidak hanya Sudikerta yang diadili di hari yang sama PN Denpasar juga menyidangkan dua rekan Sudikerta, yaitu I Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung. Hanya saja, ketiga terdakwa ini diadili dengan berkas yang terpisah.  

Sidang yang dipimpin Hakim Esthar Okatavi itu masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Artha Wijaya dan I Ketut Sujaya.  Dalam dakwaan disebut, berawal ketiga terdakwa melakukan proses penggantian SHM No: 5048 seluas 38.680 M2 atas nama Pura Luhur/Jurit Uluwatu pada bulan Mei 2011.

Para terdakwa melakukan penggantian sertifikat karena mengetahui SHM tersebut disimpan di notaris Nyoman Sudjarni dan tidak boleh diambil oleh siapapun. "Tujuan para terdakwa memohonkan penggantian sertifikat tersebut adalah untuk mendapat keuntungan dengan cara menjual tanah tersebut," sebut jaksa dalam dakwaannya yang dibacakan di muka sidang.

Karena adanya permohonan penggantian sertifikat, BPN Badung akhirnya melakukan pengukuran ulang hingga 11 Mei 2011 terbitlah SHM 5048 seluas 38.650 M2 atas nama Pura Luhur/Jurit Uluwatu yang ditandatangi oleh Tri Nugraha selaku kepala BPN Badung. Di waktu yang sama dilakukan proses terhadap tanah disebelahnya dengan SHM No : 5048 seluas 38.650 menjadi SHM No : 16249 seluas 3.300M2 atas nama I Wayan Wakil.

Singkat cerita, setelah penggantian sertifikat selesai, sekira bulan Januari 2013 saksi korban, Alim Markus bersama Wayan Santoso, sebagaimana  dalam dakwaan mendatangi Sudikerta yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Bupati Badung di ruang kerjanya. Kedatangan korban adalah mengutarakan maksudnya ingin berinvestasi di Bali.

Nah saat itu, Sudikerta menawarkan kepada Alim Markus dua bidang tangan SHM 5048 seluas 38.650 M2 dan SHM No: 16249 seluas 3.300 M2 yang menurut Sudikerta adalah miliknya dan tidak ada masalah.

Setelah sepakat, korban memerintahkan Henri Kaunang dan Wayan Santoso untuk membahas kelanjutan kerja sama untuk membangun hotel di atas dua SHM di Balangan tersebut.  Selain itu, Sudikerta juga meyakinkan kepada korban terkait keabsahan PT. Pecatu Bangun Gemilang. Bahkan, Sudikerta juga menjanjikan akan mengurus semua jenis perizinan yang dibutuhkan dalam pembangunan villa.

Sudikerta menawarkan harga untuk dua bidang tanah kepada korban adalah Rp. 272.657.000.000. Kemudian terjadi kesepakatan dengan pembagian saham untuk PT. Marindo Investama (Alim Markus) sebesar 50 persen atau Rp 149.971.250.00 dan untuk PT. Pecatu Bangun Gemilang Rp 122.703.750.000.

Atas kesepakatan itu dibuatlah Akta Perjanjian No. 37. tanggal 14 Desember 2013 di Notaris Wimphy Suwigno di Surabaya. Kemudian ditindaklanjuti dengan dilakukan pelepasan Hak atas tanah SHM 5048 milik Pura Luhur Uluwatu Puri Jambe Calagi Gendong oleh AA Ngurah Agung dan Akta pelepasan hak atas tanah No. 50 dan pelepasan hak SHM No. 16249 milik I Wayan Suandi di Notaris Neli Asih.

Selanjutnya, PT. Marindo Gemilang (Alim Markus) mentransfer uang ke rekening milik PT. Pecatu Bangun Gemilang sebesar Rp 149.971.250.000. Sedangkan atas tanah SHM 50848 seluas 38.650 meter persegi dimohonkan Hak Guna Bangunan dan terbit SHGB No. 5074 atas nama PT. Marindo Gemilang.

Namun, PT. Marindo Gemilang tidak dapat menguasai SHGB tersebut mengingat SHM No. 5048 seluas 38.650 meter persegi yang dilepas haknya oleh Anak Agung Ngurah Agung kepada PT. Marindo Gemilang adalah palsu yang ternyata SHM asli di notaris Ni Nyoman Sudjarni, sebelumnya sudah dijual ke PT. Dua Kelinci.

Atas perbuatan itu, Sudikerta  dan dua tedakwa lainya dijerat dengan Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan/atau Pasal 263 ayat (2) KUHP Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 3 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang TPPU.

Usai pembacaan dakwaan, melalui tim kuasa hukumnya yang dikomandoi Wayan Darmada dan I Nyoman Dilla, Sudikerta membantah isi dakwaan melalui eksepsi yang dibacakan dimuka sidang. Ia mengklaim tidak pernah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam dakwaan. Alasanya, semua uang yang digunakannya oleh Sudikerta adalah murni uang milik PT. PBG, bukan milik Alim Markus. (eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

KUTA - Fajarbali.com | Seorang pemuda yang sebelumnya viral dituding mencuri helm dan dikeroyok massa di dekat monumen Ground Zero Legian Kuta, tadi pagi (25/1/2020), tewas di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. Terkait tewasnya korban, Polisi menemukan adanya tindak pidana baru dalam kasus pengeroyokan tersebut.

DENPASAR-Fajarbali.com | Polisi menunjukkan ketegasannya menahan belasan pelajar SMP dan SMA komplotan begal dan jambret yang tergabung dalam geng Motor Donky. Kejahatan para pelajar ini dianggap sudah melampaui batas dengan menganiaya dan merampas barang-barang milik pengendara motor. 
 

DENPASAR-Fajarbali.com | Kejuaraan lomba lari Bali Bhayangkara Medco Valentine Eco Run 2020 (BBMVER 2020) yang diselenggarakan Ditlantas Polda Bali dalam rangka hari Valentine, sedianya akan berlangsung 15 Pebruari mendatang. Dari target 5000 orang, tercatat 1000 runner (pelari) yang sudah mendaftar, 6 diantaranya runner asing. 
 

KUTA-Fajarbali.com | Tiga aksi jambret yang menimpa wisatawan asing di Kuta, satu diantaranya berhasil ditangkap anggota Buser Polsek Kuta. Satu penjambret ditangkap bernama I Ketut Pakeh (18) asal Tianyar Kubu Karangasem.

DENPASAR-Fajarbali.com | 14 pelajar SMP dan SMA yang tergabung dalam geng Motor Donky ditangkap Tim Resmob Polresta Denpasar, Senin (20/1/2020) malam. Belasan pelajar ini merupakan kawanan begal, jambret yang tidak segan-segan menganiaya korbannya.

MENGWI-Fajarbali.com | Setelah menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Badung, oknum Guru Olahraga SD 4 Sembung Mengwi Badung, AA Kaya Weda (50) mengakui perbuatanya. Ia berterus-terang mencabuli dua muridnya karena tertarik melihat tubuh korban masih muda dan mulus.

DENPASAR - fajarbali.com | Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada bos Kuta Paradiso, Harijanto Karyadi. Hakim Soebadi yang memimpin jalannya persidangan menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 ayat  (2) Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

 

MENGWI - fajarbali.com | Tindakan tak senonoh dilakukan seorang oknum Guru Olahraga SD Sembung 4 Mengwi Badung, yakni AA Kaya Weda (50), terhadap dua murid SD, berinisial TF (11) dan KPP (12). Para korban dicabuli di dalam ruangan kelas dengan dalih mengikuti less olahraga Cricket.

 

MANGUPURA - fajarbali.com | Petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung membekuk seorang pengedar narkoba bernama I Made Suweca alias Boncel (23) di halaman parkir Kolam Renang Gumuh Sari Banjar Baler Pasar Desa Darmasabha, Abiansemal Badung, Jumat (17/1/2020). 

 

DENPASAR-Fajarbali.com | Upaya banding yang dilakukan Rio Handa Aji, Direktur PT Bes Living Internasional yang dijatuhi vonis penjara selama dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar karena terbukti melakukan penggelapan uang sebesar Rp 1,4 Miliar untuk pembangunan proyek restoran dan toko roti di Jalan Dewi Sri, Kuta, di tanggapi serius oleh korbannya, Sugiharto Widjaja.

DENPASAR-Fajarbali.com | Setelah penyidik Direktorat Reskrimum Polda Bali menetapkan Direktur PT. Anaya Graha Abadi (The Anaya Vila Pecatu, red), Lukas Pattinasarany (44) sebagai tersangka kasus dugaan property bodong, kasus ini pun berbuntut panjang. 

DENPASAR-Fajarbalibali.com | Tidak terima layanan aplikasi Bandara di Ngurah Rai diputus, sebanyak 175 sopir Grab Car yang tergabung dalam Resimen Sunda Kecil (RSK) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Grab di Jalan Gatot Subroto Barat nomor 327, Denpasar Barat.