JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Laporan kasus dugaan pengerusakan bangunan Villa milik PT. Dreamland Bali ke Polda Bali 11 Juni 2019 lalu dengan terlapor Hedar Giacomo Boy Syam, berbuntut panjang. Kasus ini “menyeret” nama I Ketut Sudikerta yang diduga menerima aliran dana Rp 40 miliar dari hasil jual beli tanah Pelaba Pura Jurit ke pihak investor asing melalui PT Manor Tirta Puncak. 

Menurut Kuasa Hukum PT. Dreamland, Munarief SH, Selasa (20/8/2019) lalu, setelah kasus ini dilaporkan, terlapor Boy Syam selaku Direksi PT. Manor Tirta Puncak mengaku ke penyidik Polda Bali, bahwa tanah dan bangunan berlokasi di Pecatu Kuta Selatan, Badung dibeli dengan harga Rp 80 miliar. Sedangkan dari hasil jual beli jual beli tanah dan bangunan milik PT. Dreamland Bali yang masih sengketa itu, I Ketut Sudikerta diduga menerima aliran dana sebesar Rp 40 miliar. 

Selain Sudikerta yang saat ini tersangkut kasus pidana dalam laporan Alim Markus PT Maspion Grup, ada sejumlah nama yang diduga ikut menikmati hasil jual beli tersebut. “Informasi yang kami dapat, dari penjualan tanah dan bangunan milik PT. Dreamland Bali yang masih bersengketa tersebut, diduga kuat Ketut Sudikerta kecipratan Rp 40 miliar. Ada sejumlah nama lain yang ikut menikmatinya, yakni NA Rp. 4 miliar, ND Rp 6,5 miliar, WT Rp 4,1 Miliar, Notaris Rp 24 Miliar,” bebernya. 

Menurutnya, sangatlah janggal dan aneh bila Sudikerta mendapatkan bagian paling banyak. Padahal bukan sebagai pemilik tanah, malahan pemilik tanah mendapatkan bagian paling sedikit. 

“Kami akan terus mengikuti kasus ini. Kami berharap Polda Bali segera menindak lanjuti laporan tersebut. Pembuktian perkara ini sangat mudah, dan akan mengungkap kasus tindak pidana yang lainnya seperti kasus penggelapan pajak, money laundry dan lain sebagainya,” terangnya. 

Diterangkannya, kasus ini sudah menunjukkan titik terang berdasarkan pengakuan terlapor Hedar yang diperiksa penyidik Polda Bali. “Motivasi perbuatannya jelas, caranya melakukannya jelas, saksi banyak, semuanya sudah diakui, apa yang membuat polisi jalan di tempat dalam menetapkan tersangka,” imbuhnya. 

Namun yang dikuatirkan dalam kasus ini, kata mun Arief, ada beberapa fakta aliran dana yang begitu besar dan berpotensi mempengaruhi proses penegakan hukum dan integritas aparatnya. 

Diungkapkannya, selain dilaporkan ke Polda Bali, pihaknya juga melaporkan orang-orang yang terlibat masalah ini secara resmi ke Mabes Polri. “Ya kami sudah melayangkan surat ke Bareskrim, Propam dan Paminal Mabes Polri karena sampai saat ini Polda Bali terkesan sangat lambat,” ujarnya seraya menunjukkan bukti laporan ke Bareskrim. 

Dikonfirmasi terpisah, Kuasa Hukum I Ketut Sudikerta yakni Nyoman Darmada SH yang dihubungi melalui Whatsapp, Kamis (22/8/2019) sore, belum memberikan jawaban resmi saat ditanya terkait dugaan keterlibatan Sudikerta menerima aliran dana Rp 40 miliar dari hasil jual beli tanah Pelaba Pura. 
Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja yang dihubungi Kamis (22/8/2019) mengatakan pihaknya masih menyelidiki laporan dan memeriksa keterangan saksi saksi terkait laporan dugaan pengerusakan bangunan Vila PT Dreamland Bali. “Penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi saksi. Masih didalami,” terangnya.  

Diketahui, Hader Giacamo Boy Syam dilaporkan kasus pengerusakan bangunan vila PT Dreamland, dengan Laporan Polisi No. LP/216/VI/2019/BALI/SPKT Polda Bali tertanggal 11 Juni 2019. Terlapor mengaku melakukan pengerusakan karena merasa telah membeli tanah dan bangunan yang ditawarkan I ketut Sudikerta dan Anak Agung Ngurah Agung sebesar Rp 80 miliar. Sudikerta dan AA Ngurah Agung kini mendekam di Lapas Kerobokan dalam kasus penipuan dengan korban Alim Markus selaku owner Maspion Group. 

Cerita berawal, tanah Plaba Pura Jurit tersebut dijual oleh pengempon Anak Agung Ngurah Agung dkk, kepada PT. Hanno Bali sejak tahun 2002. Kemudian, pada tahun 2005 di atas tanah tersebut telah dibangun beberapa villa dan dioperasionalkan oleh PT. Dreamland Bali. Namun oleh A A Ngurah Agung setelah tanah tersebut bersertifikat, malah dijual kepada orang lain, diduga berkomplot dengan I Ketut Sudikerta. (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR-Fajarbali.com | 14 pelajar SMP dan SMA yang tergabung dalam geng Motor Donky ditangkap Tim Resmob Polresta Denpasar, Senin (20/1/2020) malam. Belasan pelajar ini merupakan kawanan begal, jambret yang tidak segan-segan menganiaya korbannya.

MENGWI-Fajarbali.com | Setelah menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Badung, oknum Guru Olahraga SD 4 Sembung Mengwi Badung, AA Kaya Weda (50) mengakui perbuatanya. Ia berterus-terang mencabuli dua muridnya karena tertarik melihat tubuh korban masih muda dan mulus.

DENPASAR - fajarbali.com | Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada bos Kuta Paradiso, Harijanto Karyadi. Hakim Soebadi yang memimpin jalannya persidangan menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 ayat  (2) Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

 

MENGWI - fajarbali.com | Tindakan tak senonoh dilakukan seorang oknum Guru Olahraga SD Sembung 4 Mengwi Badung, yakni AA Kaya Weda (50), terhadap dua murid SD, berinisial TF (11) dan KPP (12). Para korban dicabuli di dalam ruangan kelas dengan dalih mengikuti less olahraga Cricket.

 

MANGUPURA - fajarbali.com | Petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung membekuk seorang pengedar narkoba bernama I Made Suweca alias Boncel (23) di halaman parkir Kolam Renang Gumuh Sari Banjar Baler Pasar Desa Darmasabha, Abiansemal Badung, Jumat (17/1/2020). 

 

DENPASAR-Fajarbali.com | Upaya banding yang dilakukan Rio Handa Aji, Direktur PT Bes Living Internasional yang dijatuhi vonis penjara selama dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar karena terbukti melakukan penggelapan uang sebesar Rp 1,4 Miliar untuk pembangunan proyek restoran dan toko roti di Jalan Dewi Sri, Kuta, di tanggapi serius oleh korbannya, Sugiharto Widjaja.

DENPASAR-Fajarbali.com | Setelah penyidik Direktorat Reskrimum Polda Bali menetapkan Direktur PT. Anaya Graha Abadi (The Anaya Vila Pecatu, red), Lukas Pattinasarany (44) sebagai tersangka kasus dugaan property bodong, kasus ini pun berbuntut panjang. 

DENPASAR-Fajarbalibali.com | Tidak terima layanan aplikasi Bandara di Ngurah Rai diputus, sebanyak 175 sopir Grab Car yang tergabung dalam Resimen Sunda Kecil (RSK) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Grab di Jalan Gatot Subroto Barat nomor 327, Denpasar Barat.

BENOA-Fajarbali.com | Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Nasional dan Hari Sejuta Pohon Sedunia, jajaran Polresta Denpasar menanam 500 bibit pohon Magrove di Pantai Telaga Waja di Banjar Terora, Benoa Kuta Selatan. 

KUTA SELATAN-Fajarbali.com | Anggota buser Polsek Kuta Selatan membekuk spesialis maling di vila, I Made Kardiana alias Ranto (24) di rumahnya di Jalan Pura Matsuka Gang Tunjung nomor 8 Banjar Kerta Lestari Desa Ungasan Kuta Selatan. Pria pengganguran ini ditangkap setelah beraksi di Villa Rafles di kawasan Perumahan Puri Gading, Jimbaran Kuta Selatan. 

DENPASAR-Fajarbali.com | Berawal dari masalah utang piutang, Kadek Wijana Wirnata alias Ramos (52) dan Lalu Hendrayani alias Hendra (39) nekat mencuri mobil Xenia DK 1691 MJ yang parkir di garase rumah Abdul Said (38) di Jalan Kusuma Dewa No. 100 X Denpasar, pada Kamis (21/1/2020). 

DENPASAR-Fajarbali.com |Dua kawanan perampok yang beraksi di Mini Mart depan Rektorat Kampus Unud Jimbaran Kuta Selatan berhasil ditangkap Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali, pada Kamis (2/1/2020). Kedua rampok sadis itu ditembak kakinya karena melawan dan kabur.