JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Mikael Bulu alias Melkianus (23), dan Oliviana Wolla Mawo (26) yang memaksa AN melakukan aborsi (menggugurkan kandungan), Selasa (13/8) dituntut hukuman bervariasi.

Untuk terdakwa Melkianus yang merupakan ayah kandung dari janin yang digugurkan itu dituntut 4 tahun penjara. Sedangkan Oliviana yang memiliki inisiatif agar korban AN menggugurkan kandungan dituntut 6 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) IGN. Wirayoga dalam amar tuntutanya menyatakan kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan dengan alasan dan tata cara yang tidak dibenarkan oleh ketentuan perundang-undangan Pasal 45A.

Perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 8 Pasal 77A ayat (1) jo Pasal 45A UU No.35/2014 tentang perubahan atas UU No.23/2002 tentang Perlindungan anak Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum kedua terdakwa dengan pidana penjara masing-masing 4 tahun untuk terdakwa Melkianus dan 6 tahun untuk terdakwa Oliviana," tegas jaksa Kejari Badung itu.

Selain di pidana penjara, sepasang kekasih ini juga dituntut membayar pidana denda masing-masing sebesar Rp. 50 juta rupiah yang apabila tidak dibayar bisa diganti dengan pidana 6 bulan kurungan.

Dalam pertimbangan yang memberatkan, kata Jaksa, perbuatan para terdakwa telah membuat janin dalam kandungan AN mengalami kematian dan perbuatan para terdakwa meresahkan masyarakat. Disisi lain, para terdakwa bersikap sopan dan mengaku bersalah serta menyesali perbutannya, sebagai hal yang meringankan.

Mendengar tuntutan ini, Oliviana terlihat meneteskan air matanya sedangkan kekasih Melkianus hanya diam seakan tidak ada rasa bersalah. Melalui penasehat hukumnya, para terdakwa berencana akan mengajukan pembelaan secara tertulis pada sidang pekan depan.

Seperti diberitakan, kasus yang menjerat kedua terdakwa ini berawal ketika korban AN dalam kondisi hamil muda, hasil dari hubungannya dengan terdakwa Mikael sekitar bulan November 2017. Keduanya nekat dibantu kakak kandungnya, terdakwa Olivia untuk mengugurkan kehamilan tersebut, dari mulai memakan ramuan tradisional hingga minum obat.

Setelah mengalami pendarahan sejak 13 Maret 2018 hingga 5 April 2018 lalu, AN tidak bisa tidur dan mengalami sakit di bagian perut. Kemudian, tanggal 7 April, sekitar 6.30 Wita pagi, AN ke kamar mandi karena merasa sakit pada bagian perutnya. Pada saat itulah, AN merasakan bayi yang dikandungnya keluar dalam keadaan meninggal.

Oleh kedua terdakwa, bayi itu kemudian dibungkus dengan kain kaza lalu disimpan dalam ember yang ditimbuni dengan pasir kemudian disembunyikan di dalam lemari. Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari keluarga korban ke Polres Badung dan terdakwa ditangkap. (eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR-fajarbali.com | Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali berhasil menangkap salah seorang komplotan pencurian Vila yang beraksi di 21 TKP dikawasan Kuta Utara dan Sanur. Pelaku Agus Gede Swastika alias Agus Bali (26) diringkus di alun-alun Ambulu Jember, Jawa Timur, Rabu (21/8/2019) malam lalu.

DENPASAR-fajarbali.com | I Ketut Putra Ismaya Jaya yang sebelumnya sempat diadili di PN Denpasar karena berurusan dengan Satpol PP Provinsi Bali. Kini kembali dihadapkan dipersidangan terkait kasus narkoba.

DENPASAR-fajarbali.com | Laporan kasus dugaan pengerusakan bangunan Villa milik PT. Dreamland Bali ke Polda Bali 11 Juni 2019 lalu dengan terlapor Hedar Giacomo Boy Syam, berbuntut panjang. Kasus ini “menyeret” nama I Ketut Sudikerta yang diduga menerima aliran dana Rp 40 miliar dari hasil jual beli tanah Pelaba Pura Jurit ke pihak investor asing melalui PT Manor Tirta Puncak. 

DENPASAR-fajarbali.com | Penyidik Satreskrim Polresta Denpasar menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Sales Promotion Girl (SPG) dealer mobil Mitsubishi, Ni Putu Yuniawati (39) di Penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Kebo Iwa Utara, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Utara, Rabu (21/8/2019).

DENPASAR-fajarbali.com | Dua tersangka mafia tanah yakni H. Tugiman (70) dan I Made Kartika (43) dibekuk Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali ditempat terpisah. Keduanya ditangkap atas laporan korbannya, Sosilowati (63) asal Probolinggo ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali tertanggal 29 April 2016 dengan kerugian Rp 7 miliar lebih.

DENPASAR-fajarbali.com | Wanita kelahiran Gorontalo bernama Leila Natalia Tumewu (41) yang diduga melakukan tindak pidana penggalapan dalam jabatan, Rabu (21/8) diadili di PN Denpasar. 

MANGUPURA-fajarbali.com | Pasangan suami istri (pasutri), I Gusti Ayu Agung Ari Setiawati (40) dan Agus Susilo (38) kedapatan menyimpan 5 paket sabu seberat 2,74 gram. Keduanya ditangkap di rumah kos di Jalan Subak Sari C nomor 17 Banjar Ambengan Desa Pedungan Denpasar Selatan, Rabu (7/8/2019) malam.

MANGUPURA-fajarbali.com | Tersangka Yermias Ricky Hamu alias Jery (33) asal Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mendekam dalam rumah tahanan Polres Badung. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku melakukan penyiksaan karena sang pacar sering mabuk-mabukan dalam kondisi hamil 2 bulan.

DENPASAR-fajarbali.com | Gede Dimas Nanda Diarizky (22) dan Dikky Defriatna (23) dua  terdakwa yang merampas pistol dan melawan petugas yang sedang menjalankan tugas, Senin (19/8) masing-masing dituntut hukuman penjara selama 1 tahun dan 6 bulan (1,5) tahun.

KUTA-fajarbali.com | Tempat hiburan ternama Sky Garden yang terletak di Jalan Legian Kuta, tidak bisa beroperasi lagi. Diskotik yang digandrungi wisatawan asing itu disegel pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kuta, pada Jumat (16/8/2019) siang, karena masalah ijin operasional dan dinilai banyak masalah.

KUTA-fajarbali.com | Puluhan personel bersenjata lengkap dari Brimob Polda Bali, Polresta Denpasar, Polsek Kuta dibantu petugas Satuan Polisi Pamong Praja Badung Kuta, mengamankan jalanya rekontruksi yang berlangsung di diskotik Sky Garden di Jalan Legian Kuta, Jumat (16/8/2019) sekitar pukul 14.00 Wita.

DENPASAR-fajarbali.com | Mantan Ketua Kadin Bali, Anak Agung Alit Ngurah Wiraputra yang dijadikan terdakwa dalam kasus penipuan pengurusan izin pelebaran kawasan pelabuhan Benoa,  Kamis (15/8) divonis 2 tahun penjara.