JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Unit Tipikor Satreskrim Polres Badung melimpahkan kasus dugaan korupsi dana hibah Rp 200 juta dengan tersangka I Made Redi (49) ke Kejaksaan Negeri Badung. Tersangka Made Redi saat itu menjabat Kelian Pura Dalem Kebon di Banjar Bedauh, Desa Carangsari, Petang, Badung. 

Menurut Kapolres Badung AKBP Yudith Satria Hananta tersangka Made Redi terlibat dugaan korupsi dana hibah Rp 200 juta dari APBD Kabupaten Badung tahun 2016. Dana hibah itu diperuntukkan pembangunan Pura Dalem Kebon di Banjar Bedauh, Desa Carangsari, Petang, Badung.

"Tersangka selaku kelian menerima dana hibah untuk pembangunan satu buah pelinggih gedong dan dua buah panggung Pura Dalem Kebon. Namun sisa dari dana tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan,” terang AKBP Yudith didampingi Kasat Reskrim AKP Laorens Rajamangapul Heselo, Selasa (13/8).

Diterangkannya, kasus ini muncul setelah Unit Tipikor Satreskrim Polres Badung menerima laporan dari masyarakat, Oktober 2018 lalu. Setelah diselidiki, polisi mengungkap keterlibatan tersangka Made Redi yang membuat laporan pertanggungjawaban fiktip.

“Dia ditetapkan sebagai tersangka pada 24 Januari 2019,” tegasnya. Dia tidak ditahan karena pertimbangan penyidik selama menjalani pemeriksaan koorperatif,” ungkapnya.

Sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya), dana hibah seharusnya dipakai untuk pembangunan gedong dan puwaregan (dapur) Pura Dalem Kebon. Namun dalam pelaksanaannya hanya rehab gedong, sedangkan rehab puwaregan tidak dilaksanakan.

Sementara, kata AKBP Yudith, berdasar keterangan ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Bali, akibat perbuatan I Made Redi dapat menimbulkan kerugian negara sebesar 116.453.000. Dipemeriksaan, tersangka mengaku uang sisa dana hibah digunakan untuk keperluan pribadi.

Ditambahkanya, terungkapnya kasus ini berdasarkan hasil pengembangan tersangka Made Suweca (40) yang kini mendekam di Lapas Kerobokan. Pria yang disapa Gareng ini melakukan penggelembungan harga bibit sapi dan material kandang sapi pada pengelolaan dana hibah Pemkab Badung yang mengakibatkan kerugian negara Rp 127.350.000.

Sedangkan tersangka Made Redi selaku Ketua Kelompok Ternak Sapi Sari Amerta melakukan perbuatannya pada Maret 2018 di Banjar Bedauh, Desa Carangsari, Kecamatan Petang.  Ia membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tidak sesuai fakta sebenarnya, yaitu menaikkan harga bibit sapi dan material pembuatan kandang dari harga yang sebenarnya.

Harga satu ekor sapi Rp 8 juta dinaikkan menjadi Rp 9 juta. Selain itu, tersangka juga melakukan pembelian hanya 10 ekor sapi padahal sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB) seharusnya 20 ekor sapi. Selain itu, material untuk pembuatan kandang juga dimark-up. “Berkas perkara sudah dinyatakan lengkap (P21) dan tersangka hari ini dilimpahkan ke Kejari Badung bersama barang bukti,” terang AKBP Yudith. (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR-fajarbali.com | Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali berhasil menangkap salah seorang komplotan pencurian Vila yang beraksi di 21 TKP dikawasan Kuta Utara dan Sanur. Pelaku Agus Gede Swastika alias Agus Bali (26) diringkus di alun-alun Ambulu Jember, Jawa Timur, Rabu (21/8/2019) malam lalu.

DENPASAR-fajarbali.com | I Ketut Putra Ismaya Jaya yang sebelumnya sempat diadili di PN Denpasar karena berurusan dengan Satpol PP Provinsi Bali. Kini kembali dihadapkan dipersidangan terkait kasus narkoba.

DENPASAR-fajarbali.com | Laporan kasus dugaan pengerusakan bangunan Villa milik PT. Dreamland Bali ke Polda Bali 11 Juni 2019 lalu dengan terlapor Hedar Giacomo Boy Syam, berbuntut panjang. Kasus ini “menyeret” nama I Ketut Sudikerta yang diduga menerima aliran dana Rp 40 miliar dari hasil jual beli tanah Pelaba Pura Jurit ke pihak investor asing melalui PT Manor Tirta Puncak. 

DENPASAR-fajarbali.com | Penyidik Satreskrim Polresta Denpasar menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Sales Promotion Girl (SPG) dealer mobil Mitsubishi, Ni Putu Yuniawati (39) di Penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Kebo Iwa Utara, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Utara, Rabu (21/8/2019).

DENPASAR-fajarbali.com | Dua tersangka mafia tanah yakni H. Tugiman (70) dan I Made Kartika (43) dibekuk Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali ditempat terpisah. Keduanya ditangkap atas laporan korbannya, Sosilowati (63) asal Probolinggo ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali tertanggal 29 April 2016 dengan kerugian Rp 7 miliar lebih.

DENPASAR-fajarbali.com | Wanita kelahiran Gorontalo bernama Leila Natalia Tumewu (41) yang diduga melakukan tindak pidana penggalapan dalam jabatan, Rabu (21/8) diadili di PN Denpasar. 

MANGUPURA-fajarbali.com | Pasangan suami istri (pasutri), I Gusti Ayu Agung Ari Setiawati (40) dan Agus Susilo (38) kedapatan menyimpan 5 paket sabu seberat 2,74 gram. Keduanya ditangkap di rumah kos di Jalan Subak Sari C nomor 17 Banjar Ambengan Desa Pedungan Denpasar Selatan, Rabu (7/8/2019) malam.

MANGUPURA-fajarbali.com | Tersangka Yermias Ricky Hamu alias Jery (33) asal Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mendekam dalam rumah tahanan Polres Badung. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku melakukan penyiksaan karena sang pacar sering mabuk-mabukan dalam kondisi hamil 2 bulan.

DENPASAR-fajarbali.com | Gede Dimas Nanda Diarizky (22) dan Dikky Defriatna (23) dua  terdakwa yang merampas pistol dan melawan petugas yang sedang menjalankan tugas, Senin (19/8) masing-masing dituntut hukuman penjara selama 1 tahun dan 6 bulan (1,5) tahun.

KUTA-fajarbali.com | Tempat hiburan ternama Sky Garden yang terletak di Jalan Legian Kuta, tidak bisa beroperasi lagi. Diskotik yang digandrungi wisatawan asing itu disegel pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kuta, pada Jumat (16/8/2019) siang, karena masalah ijin operasional dan dinilai banyak masalah.

KUTA-fajarbali.com | Puluhan personel bersenjata lengkap dari Brimob Polda Bali, Polresta Denpasar, Polsek Kuta dibantu petugas Satuan Polisi Pamong Praja Badung Kuta, mengamankan jalanya rekontruksi yang berlangsung di diskotik Sky Garden di Jalan Legian Kuta, Jumat (16/8/2019) sekitar pukul 14.00 Wita.

DENPASAR-fajarbali.com | Mantan Ketua Kadin Bali, Anak Agung Alit Ngurah Wiraputra yang dijadikan terdakwa dalam kasus penipuan pengurusan izin pelebaran kawasan pelabuhan Benoa,  Kamis (15/8) divonis 2 tahun penjara.