JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Oknum pejabat yang berdinas di Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, I Wayan K (44), tergaruk Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Denpasar, Kamis (11/7/2019) sekitar pukul 13.00 Wita.

Pria asal Sesetan Denpasar Selatan itu tertangkap basah menerima uang suap dari rekanan perusahaan selaku pemrakarsa pengurusan dokumen Usaha Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pengendalian Lingkungan Hidup (UPL).
Dari OTT tersebut, polisi menyita dua buah amplop masing-masing berisi uang tunai sebesar Rp 2 juta dan Rp 1 juta yang disembunyikan di dashboard mobil Toyota Avanza DK 1227 A milik terlapor Wayan K. Ironinya, meski sudah tertangkap tangan menerima suap, terlapor yang menjabat sebagai Kasi Tata Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar itu tidak ditahan dan masih berdinas di DLHK Denpasar.

Sumber dilapangan mengungkapkan, sebelum ditangkap, pagi itu sekitar pukul 09.00 Wita, terlapor Wayan K mengadakan rapat dengan sejumlah rekanan perusahaan dalam pembahasan dan peninjauan lapangan oleh tim UKL-UPL di kantor DLHK di Jalan Majapahit Denpasar Barat. Selesai menggelar rapat, Wayan K kemudian makan siang bersama dengan perwakilan rekanan perusahaan di Pizza Hut Jalan By Pass Ngurah Rai, Sanur.
Nah, dari pertemuan makan siang itu, Wayan K diduga meminta sejumlah uang dari pemrakarsa yang mengurus dokumen UKL-UPL yakni dari PT Sari Melati, Tbk. Selanjutnya, setelah menerima uang sebesar Rp 3 juta yang dikemas dalam dua amplop, terlapor pulang kerumahnya. “Terlapor mememinta sejumlah uang dari rekanan perusahaan di Pizza Hut,” beber sumber yang enggan disebut namanya itu.

Menerima informasi adanya kasus penyuapan, Unit Tipikor Satreskrim Polresta Denpasar melakukan penyelidikan dan pengejaran. Terlapor tak berkutik setelah ditangkap di Jalan Tukad Badung nomor 111X, Denpasar Selatan, sekitar pukul 13.00 Wita.

Selanjutnya, Polisi melakukan penggeledahan mobil Toyota Avanza warna hitam DK 1227 A milik terlapor. Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti 1 buah map merah berisi amplop warna putih berisikan uang tunai sebesar Rp 1 juta dan satu amplop berisi uang Rp 2 juta. “Ada uang 3 juta ditemukan diduga hasil penyuapan,” terang sumber.

Di dalam mobil, juga disita sebuah tas ransel yang didalamnya berisi amplop putih masing-masing berisi 3 amplop Rp 200.000 dan 1 amplop berisikan uang tunai Rp 150.000. Kemudian ditemukan pula sebuah tempat pensil berisikan uang uang Rp 1.680.000 dan tas dompet berisi uang tunai sebesar Rp 14 juta.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan yang dihubungi wartawan Rabu (17/7/2019) mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. “Masih lidik, sabar dulu,” ujarnya. (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR-fajarbali.com | Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali berhasil menangkap salah seorang komplotan pencurian Vila yang beraksi di 21 TKP dikawasan Kuta Utara dan Sanur. Pelaku Agus Gede Swastika alias Agus Bali (26) diringkus di alun-alun Ambulu Jember, Jawa Timur, Rabu (21/8/2019) malam lalu.

DENPASAR-fajarbali.com | I Ketut Putra Ismaya Jaya yang sebelumnya sempat diadili di PN Denpasar karena berurusan dengan Satpol PP Provinsi Bali. Kini kembali dihadapkan dipersidangan terkait kasus narkoba.

DENPASAR-fajarbali.com | Laporan kasus dugaan pengerusakan bangunan Villa milik PT. Dreamland Bali ke Polda Bali 11 Juni 2019 lalu dengan terlapor Hedar Giacomo Boy Syam, berbuntut panjang. Kasus ini “menyeret” nama I Ketut Sudikerta yang diduga menerima aliran dana Rp 40 miliar dari hasil jual beli tanah Pelaba Pura Jurit ke pihak investor asing melalui PT Manor Tirta Puncak. 

DENPASAR-fajarbali.com | Penyidik Satreskrim Polresta Denpasar menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Sales Promotion Girl (SPG) dealer mobil Mitsubishi, Ni Putu Yuniawati (39) di Penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Kebo Iwa Utara, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Utara, Rabu (21/8/2019).

DENPASAR-fajarbali.com | Dua tersangka mafia tanah yakni H. Tugiman (70) dan I Made Kartika (43) dibekuk Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali ditempat terpisah. Keduanya ditangkap atas laporan korbannya, Sosilowati (63) asal Probolinggo ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali tertanggal 29 April 2016 dengan kerugian Rp 7 miliar lebih.

DENPASAR-fajarbali.com | Wanita kelahiran Gorontalo bernama Leila Natalia Tumewu (41) yang diduga melakukan tindak pidana penggalapan dalam jabatan, Rabu (21/8) diadili di PN Denpasar. 

MANGUPURA-fajarbali.com | Pasangan suami istri (pasutri), I Gusti Ayu Agung Ari Setiawati (40) dan Agus Susilo (38) kedapatan menyimpan 5 paket sabu seberat 2,74 gram. Keduanya ditangkap di rumah kos di Jalan Subak Sari C nomor 17 Banjar Ambengan Desa Pedungan Denpasar Selatan, Rabu (7/8/2019) malam.

MANGUPURA-fajarbali.com | Tersangka Yermias Ricky Hamu alias Jery (33) asal Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mendekam dalam rumah tahanan Polres Badung. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku melakukan penyiksaan karena sang pacar sering mabuk-mabukan dalam kondisi hamil 2 bulan.

DENPASAR-fajarbali.com | Gede Dimas Nanda Diarizky (22) dan Dikky Defriatna (23) dua  terdakwa yang merampas pistol dan melawan petugas yang sedang menjalankan tugas, Senin (19/8) masing-masing dituntut hukuman penjara selama 1 tahun dan 6 bulan (1,5) tahun.

KUTA-fajarbali.com | Tempat hiburan ternama Sky Garden yang terletak di Jalan Legian Kuta, tidak bisa beroperasi lagi. Diskotik yang digandrungi wisatawan asing itu disegel pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kuta, pada Jumat (16/8/2019) siang, karena masalah ijin operasional dan dinilai banyak masalah.

KUTA-fajarbali.com | Puluhan personel bersenjata lengkap dari Brimob Polda Bali, Polresta Denpasar, Polsek Kuta dibantu petugas Satuan Polisi Pamong Praja Badung Kuta, mengamankan jalanya rekontruksi yang berlangsung di diskotik Sky Garden di Jalan Legian Kuta, Jumat (16/8/2019) sekitar pukul 14.00 Wita.

DENPASAR-fajarbali.com | Mantan Ketua Kadin Bali, Anak Agung Alit Ngurah Wiraputra yang dijadikan terdakwa dalam kasus penipuan pengurusan izin pelebaran kawasan pelabuhan Benoa,  Kamis (15/8) divonis 2 tahun penjara.