JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Sidang kasus dugaan penipuan perizinan perluasan pelabuhan Benoa dengan terdakwa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra alias Alit Ketek, Senin (15/7/2019) kembali dilanjutkan. Sidang yang dipimpin hakim Ida Ayu Nyoman Adya Dewi masuk pada agenda pemeriksaan saksi.

Ada tiga orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Raka Arimbawa. Dari tiga orang saksi salah satunya adalah saksi korban, Sutrisno Lukito Disasatro. Sedangkan dua saksi lagi adalah Made Jayantara dan Candra Wijaya.

Saksi Made Jayantara dalam perkara ini adalah orang yang memperkenalkan terdakwa dengan korban. Sedangkan saksi Candra Wijaya adalah orang kepercayaan korban yang meminta bantuan kepada Made Jayantara untuk mencarikan orang yang kenal dekat dengan Gubernur Bali.

Saksi korban yang diperiksa lebih awal mengungkap, awalnya tertarik ingin berinvestasi di Pelabuhan Benoa karena melihat kondisi pelabuhan yang tidak bisa sandari oleh kapal-kapal persiar. "Saya punya kapal pesiar dan pernah saya bawa ke Bali tapi tidak bisa sandar di Benoa. Dari sana saya berfikir untuk investasi di pelabuhan Benoa," tutur korban.

Saksi korban lalu meminta bantuan kepada Candra Wijaya untuk mencarikan orang yang bisa mengurus izin reklmasi di kawasan Benoa. Candra Wijaya lalu menghubungi Made Jayantara yang kemudian memperkenalkan terdakwa kepada korban melalui Candra Wijaya.

Menurut korban, Candra Wijaya mengatakan bahwa terdakwa bisa membantu mengurus izin reklamasi. Singkat cerita korban akhirnya bertemu dengan terdakwa. "Pak Alit (terdakwa) bilang dia adalah orang kepercayaan Gubernur (Mangku Pastika)," terang saksi korban.

Korban menjelaskan, terdakwa juga mengaku merupakan anak angkat Gubernur Mangku Pastika dan sebagai tokoh yang bisa mengurus izin sesulit apapun. "Terdakwa menjanjikan izin akan keluar paling lambat enam bulan," ucap saksi korban.

Untuk meyakinkan korban, dibuatlah kesepakatan secara tertulis yang ditandatangani oleh korban, Candra Wijaya dan juga terdakwa. Nah, terungkap pula, dalam surat kesepakatan yang dibuat tanggal 26 Januari 2012 itu, awalnya ada nama Putu Pasek Sandoz Prawirottama.

Namun menurut saksi Made Jayantara orang menyusun draft kesepakatan itu  nama anak mantan Gubernur Bali itu dihilangkan dan diganti dengan nama terdakwa atas permintaan terdakwa.

Korban mengungkap, dalam kesempatan itu terdakwa bertanggungjawab menyelesaikan semua persyaratan untuk mengurus izin reklamasi." Terdakwa bertugas mengurus izin seperti, AMDAL, Desa Adat, Pelindo dan yang terakhir adalah izin prinsip dari Gubernur," ungkap korban.

"Apakah dalam surat kesepakatan itu ada dijelaskan soal biaya dalam penguasaan izin?," tanya Hakim Adanya Dewi yang dijawab saksi ada, yaitu Rp 30 miliar. "Uang Rp.30 miliar itu digunakan untuk pengurusan izin dan juga biaya operasional hingga izin selesai," terang korban.

Saksi korban mengaku, terdakwa pernah mengajaknya ke rumah Gubernur Mangku Pastika. "Namun dalam pertemuan itu kami tidak ada membahas soal pengurusan izin ini," tukasnya. Tapi lagi-lagi pengakuan saksi korban ini dibantah oleh terdakwa.

Menurut terdakwa, dalam pertemuan itu ada membahas soal rencana PT. Bangun Segitiga Mas (BSM) akan mengurus izin Perluasan Pelabuhan Benoa. "Sempat dibahas dan pak Sutrisno (korban) sendiri yang menyampaikan kepada Gubernur yang dijawab silahkan ajukan," ungkap terdakwa.

Singkat cerita, korban pun akhirnya menyerah uang Rp.16,1 miliar kepada terdakwa. Setelah menerima uang itu, saksi korban mengaku tidak pernah ada kabar lagi dari terdakwa. Setelah berjalan enam bulan, izin belum juga turun, korban mengaku mencoba menghubungi terdakwa.

"Saya hubungi terdakwa selalu menghindar kalau toh bisa, cuma dijanji-janjikan saja," kata korban. Saksi korban juga mengajak adanya rekomendasi dari DPRD Bali dan dari Beppeda itu adalah rekayasa belaka.

Terakhir, korban mengaku hingga saat ini tidak mengetahui kenapa pengurusan izin yang dibebankan kepada terdakwa tidak juga selesai. Selain itu korban juga mengaku tidak mengetahui aliran dana Rp. 16,1 miliar yang diberikan korban kepada terdakwa.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR-Fajarbali.com | Setelah penyidik Direktorat Reskrimum Polda Bali menetapkan Direktur PT. Anaya Graha Abadi (The Anaya Vila Pecatu, red), Lukas Pattinasarany (44) sebagai tersangka kasus dugaan property bodong, kasus ini pun berbuntut panjang. 

DENPASAR-Fajarbalibali.com | Tidak terima layanan aplikasi Bandara di Ngurah Rai diputus, sebanyak 175 sopir Grab Car yang tergabung dalam Resimen Sunda Kecil (RSK) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Grab di Jalan Gatot Subroto Barat nomor 327, Denpasar Barat.

BENOA-Fajarbali.com | Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Nasional dan Hari Sejuta Pohon Sedunia, jajaran Polresta Denpasar menanam 500 bibit pohon Magrove di Pantai Telaga Waja di Banjar Terora, Benoa Kuta Selatan. 

KUTA SELATAN-Fajarbali.com | Anggota buser Polsek Kuta Selatan membekuk spesialis maling di vila, I Made Kardiana alias Ranto (24) di rumahnya di Jalan Pura Matsuka Gang Tunjung nomor 8 Banjar Kerta Lestari Desa Ungasan Kuta Selatan. Pria pengganguran ini ditangkap setelah beraksi di Villa Rafles di kawasan Perumahan Puri Gading, Jimbaran Kuta Selatan. 

DENPASAR-Fajarbali.com | Berawal dari masalah utang piutang, Kadek Wijana Wirnata alias Ramos (52) dan Lalu Hendrayani alias Hendra (39) nekat mencuri mobil Xenia DK 1691 MJ yang parkir di garase rumah Abdul Said (38) di Jalan Kusuma Dewa No. 100 X Denpasar, pada Kamis (21/1/2020). 

DENPASAR-Fajarbali.com |Dua kawanan perampok yang beraksi di Mini Mart depan Rektorat Kampus Unud Jimbaran Kuta Selatan berhasil ditangkap Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali, pada Kamis (2/1/2020). Kedua rampok sadis itu ditembak kakinya karena melawan dan kabur. 

DENPASAR - fajarbali.com | Ni Ketut Raning Siartini (38) ditemukan tewas mengenaskan dirumahnya di Jalan Waribang nomor 18 Denpasar Timur, Kamis (26/12/2019). Korban tewas dengan 4 luka tusukan di bagian perutnya. Diduga kuat, korban dibunuh oleh suaminya sendiri, yakni Ragil Wahyu Sudiono. 

 

KUTA - fajarbali.com | Seorang petugas teknisi mesin ATM bernama Kadek Suganda Budi, bernasib sial. Saat akan memperbaiki mesin ATM BCA Grand Lucky di Jalan Sunset Road Kuta, Selasa (24/12/2019), motor Honda Beat miliknya yang diparkir di depan ATM digondol maling. 

 

DENPASAR - fajarbali.com | Setelah menetapkan Ni Lu Putu Aryaningsih mantan Bendahara Desa Dauh Puri Klod sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Desa di Desa Dauh Puri Klod, penyidikan kasus ini terkesan jalan ditempat. Pasalnya, pernyataan Kejari Denpasar terkait adanya tersangka lain hingga kini belum bisa terungkap.

 

DENPASAR - fajarbali.com | Mantan Wakil Gubernur (Wabup) Bali I Ketut Sudikerta langsung menyatakan banding atas vonis 12 tahun yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dalam sidang yang berlangsung, Jumat (20/12/2019) lalu. 

 

 

DENPASAR - fajarbali.com | Pria kelahiran Tondano, Sulawesi Utara bernama Guykens Glen Giroth hanya bisa tertunduk lesu saat mendengar dirinya dituntut hukuman 16 tahun penjara dalam sidang, Senin (23/12/2019) kemarin di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. 

 

DENPASAR - fajarbali.com | Rumah kos kosan milik Nyoman Gede Muliana di Jalan Kalimutu Gang XI nomor 8 Denpasar Barat dikejutkan penemuan lima butir peluru aktif dan satu butir peluru Air Soft Gun, pada Rabu (18/12/2019) sekitar pukul 11.00 Wita.