JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Direktur PT. Panorama Bali I Made Anom Antara (48),yang diduga menipu seorang pengusaha bernama Njoo Daniel Dino Dinata,  Kamis (20/6/2019) tunntut hukuman satu tahun enam bulan (1,5 tahun). 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Dewa Gede Anom Rai dalam amar tuntutannya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Yaitu menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya. 

"Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa I Made Anom Antara dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan," tegas Jaksa Kejari Bali itu. 

Atas tuntutan itu terdakwa melalui tim kuasa hukumnya yang dikomandani Raja Nasution  menyatakan akan mengajukan pembelaan secara tertulis pada sidang selanjutnya.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Dewa Gede Anom Rai yang dibacakan dimuka sidang dijelaskan, kasus yang menjerat terdakwa ini berawal saat terdakwa bersama Raja Ashiva Feranas mendirikan PT. Panorama Bali.

PT. Panorama Bali ini bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan dan jasa. Nah, untuk mewujudkan tujuan pendirian PT tersebut, pihak PT. Panorama Bali menjalin kerjasama dengan beberapa PT. Lainnya.

Diantaranya, PT. Adcosurya Sakti, PT. Suryatama Tiga Mitra, dan PT. Panorama Beach Lemited. Kerjasama ini dituangkan dalam akta nomor : 22 tanggal 12 April 2007.

Selanjutnya PT. Panorama Bali membeli sebidang tanah dengan SHM No: 1584/Desa Pecatu seluar 33.250 M2 seharga Rp. 23.377.100.000.  Kemudian dilakukan pemecahan SHM No:1584 tersebut menjadi dua SHM yang keduanya atas nama terdakwa.

Disebutkan pula, tujuan dari PT. Panorama Bali membeli tanah tersebut adalah untuk dibangun perumahan kondominium, hotel atau kondotel yang akan diberi nama Outriger Panorama Bali.

“Terdakwa selaku Direktur PT. Panorama Bali berencana membangun 80 unit kondotel yang nantinya dipasarkan di Indonesia dan di luar negeri,” kata JPU dalam dakwaan.

Dalam dakwaan dipaparkan pula, rencana itu berjalan mulus karena ada beberapa yang tertarik membeli kondotel tersebut dan sudah melukakan pembayaran uang muka senilai 5.918.619 dolar Amerika yang dikirim ke rekening milik PT. Panorama Bali.

Dalam pelaksaan pembangun kondotel, pihak PT. Panorama Bali mengadakan kerjasama dengan PT. Adcosurya Sakti, PT. Suryatama Tiga Mitra, dan PT. Panorama Beach Lemited tidak mampu melanjutkan pembangunan kondotel karena kekurangan modal.

Terdakwa akhirnya menawarkan kerja sama dengan Njoo Daniel Dino Dinata, Oei Hironemus, Franciscus Andy Susanto, dr. Iwan Tjoegito dan Ny. Lai Mei Jung untuk melanjutkan pembangunan kondotel tersebut.

Atas tawaran itu, Dino dkk., meminta agar dilakukan uji tuntas (doe diligent) terhadap PT. Panorama Bali. Dari hasil uji tuntas tersebut ditemukan  antara lain bahwa PT.Panorama Bali memiliki hutang sebesar 5000 dolar kapada PT. Panorama Beach Limited.  PT. Panorama Bali juga memiliki hutang Rp. 19.283.443.553  kepada PT. Suryatama Tiga Mitra.

Terdakwa kepada Dino Dinata dkk., membut MoU yang pada intinya Dino Dinata dkk., diminta menyediakan dana sebesar 3.100.000 dolar Amerika yang nantinya digunakan membayar hutang kepada PT. Adcosurya Sakti dan PT. Suryatama Tiga Mitra. Sedangkan hutang yang lainnya menjadi tanggung jawab PT. Panorama Bali.

Dengan demikian, Dino Dinata dkk., menganggap bahwa setelah dilakukan pembayaran tersebut, hutang-hutang yang miliki oleh PT. Panorama Bali sudah terbayarkan. Sehingga, jika membeli  saham milik PT. Panorama Bali tidak lagi tanggungan hutang.

Setelah itu dilakukan pertemuan antara terdakwa bersama Raja Ashiva Feranas dan Dino Dinata dkk., yang bertempat di Notaris I Ketut Arya.

Dalam pertemuan itu terdakwa bersama Raja Ashiva Feranas menyakinkan Dino Dinata dkk., bahwah saham yang akan dipindahtangankan itu tidak sedang terikat dengan masalah apa apa.

Selain itu keduanya juga memberikan jaminan bahwa saham yang akan dijual tidak sedang dijaminkan atas suatu hutang dan bebas dari segala macam ikatan pembebanan berupa hutang.

Dino Dinata dkk., akhirnya tergiur dan membeli sama PT. Panorama Bali sebesar 90 persen. Namun, setelah saham berpindah tangan, terungkap bahwa PT. Panorama Bali masih memiliki hutang kepada PT. Tunas Jaya Sanur dan dua orang  pembeli kondotel dan mereka melakukan gugatan keperdataan.

Akibat perbuatan terdakwa ini, Dino Dinata dkk., mengalami kerugian Rp. 3,9 miliar dengan rincian, hutang kepada PT. Tunas Jaya Sanur Rp. 2,1 miliar dan hutang kepada dua orang calon pembeli kondotel Rp. 1.8 miliar. (eli/Fajar Bali)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

KUTA-fajarbali.com | Polsek Kuta akhirnya mengungkap misteri kematian I Wayan Sutarsa (42) yang ditemukan tergeletak di Jalan Segara Madu Gang Ratna III/5A Kelan Tuban Kuta, Sabtu (21/9/2019) pagi.

DENPASAR-fajarbali.com | Choir Polda Bali asuhan Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Petrus R Golose sukses meraih Predikat Golden Diploma Level 1 dalam Rimini International Choral Competition 2019 di Italy, Jumat (20/9). Dalam kompetisi yang diikuti negara-negara yang kebanyakan dari Eropa dan juri dari UK, Australia, Italy, Estonia, Singapore ini Choir Polda Bali meraih Golden Medal dengan 86,60 poin.

DENPASARfajarbali.com | Tim gabungan Ditreskrimsus Polda Bali dan Tim Resmob Satreskrim Polres Karangasem membekuk dua warganegara asal Polandia terlibat kejahatan pembobolan uang nasabah bank (skimming). Kedua WNA tersebut masing-masing Dawid Przemyslaw Lachowski (22) dan Gawel Amadeusz Wojcik (35) ditangkap saat beraksi di mesin ATM BNI di seputaran Candidasa Karangasem, Rabu (18/9/2019).

DENPASAR-fajarbali.com | Tersangka I Komang Bobi Arnawa alias Bobi (19) spesialis jambret warganegara asing, diringkus Tim Opsnal Teror Ditreskrimum Polda Bali di rumah kosnya di jalan Merpati Gang Aroma Blok III nomor 44, Monang maning Denpasar, Kamis (12/9/2019) pagi.

MANGUPURA-fajarbali.com | Aksi percobaan bunuh diri kembali terjadi di Jembatan Tukad Ngongkong, Banjar Angantiga, Petang, Badung, Sabtu (14/9) sekitar pukul 24.00 Wita. Namun aksi pria yang dilakukan I Ketut Desadia (29) asal Banjar Lebah Lovina, Singaraja itu berhasil digagalkan petugas yang menemukannya di dasar jurang dalam kondisi kritis.

UNGGASAN-fajarbali.com | Gagal merampas HP milik counter di Jalan Uluwatu Unggasan kuta Selatan, Jumat (13/9/2019), pedagang bakso keliling bernama Dwi Ribut Santoso alias Ribut (32) ditangkap dan dihajar massa hingga babak belur. Setelah nyaris tewas dimassa, pria asal Madiun, Jawa Timur itu kini ditahan dan diperiksa di Polsek Kuta Selatan.

DENPASAR-fajarbali.com | Delapan warganegara asing dan dua warga lokal yang sedang pesta narkoba di Karaoke Eksekutive Club (EC) di Jalan Imam Bonjol Denpasar Barat, terjaring razia Operasi Antik 2019 yang dilaksanakan jajaran Ditresnarkoba Polda Bali, Jumat (13/9/2019) dinihari. Dalam pengerebekan tersebut disita barang bukti daun, biji dan batang ganja.

DENPASAR-fajarbali.com | Residivis maling yang beraksi disejumlah TKP, I Made Rai Suastika alias Rai (22), kaki kanannya dilumpuhkan timah panas oleh Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali, usai ditangkap di Jalan Mahendradatta, Kamis (12/9/2019) sore.

DENPASAR-fajarbali.com | Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 5.183,65 gram, Kamis (12/9/2019) pagi, dengan menggunakan mesin incinerator. Barang haram itu dimusnahkan setelah adanya penetapan dari Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar.

MANGUPURA-fajarbali.com | Tim Resmob Polres Badung mengerebek tersangka jambret, Sigit Puryono (30) di Desa Sanen Rejo Kecamatan Tempurejo, Jember Jawa Timur, Senin (9/12/2019). Dalam penyergapan itu pelaku berusaha merebut senjata api Polisi dan timah panas menembus bagian bahunya.

DENPASAR-fajarbali.com | Sidang kasus perampokan Money Changer (MC) di Jalan Pratama 36 XY, Kuta Selatan, Badung dengan dua terdakwa warga Ukraina, Georgil Zhukov (39) dan Robert Haupt (41) yang digelar di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (11/9/2019) berlangsung tegang.

MANGUPURA-fajarbali.com | Tidak gentar ancaman akan dibunuh, Atlet Taekwondo Badung, Muhamad Abdurrahman Wahyu menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Badung, Kamis (12/9/2019). Laporan korban diterima penyidik Satreskrim Polres Badung Aiptu I Made Arsana, berdasarkan bukti bukti yang disampaikannya terkait ancaman pembunuhan tersebut.