JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Pedagang obat tradisional atau jamu bernama Juwarni (40) asal Situbondo, Jawa Timur, yang diadili karena menjual obat atau jamu yang tidak dibekali dengan izin edar, Rabu (18/6/2019) dituntut hukuman empat bulan penjara. 

Tak hanya itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Assri Susantina juga mengganjar hukuman denda satu juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama tiga bulan. 

Jaksa dalam amar tuntutannya yang dibacakan di muka sidang pimpinan Hakim IGN Putra Atmaja menyatakan terdakwa yang tinggal di Jalan Segara Madu, Jimbaran terbukti bersalah melakukan tindak pidana tengah UU Kesehatan.

Yaitu dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1) yaitu sediaan Farmasi dan alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapat izin edar. 

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan." Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama empat bulan," tegas jaksa dalam surat tuntutannya. 

Atas tuntutan itu, terdakwa langsung mengajukan pembelaan secara lisan yang intinya memohon keringanan hukuman mengingat terdakwa adalah tulang punggung keluarga. 

Sebagaimana dalam dakwaan jaksa diterangkan, terdakwa Juwarni ditangkap pada tanggal 30 Nopember 2018 sekitar pukul 10.45 Wita di Warung Jamu Bu Yogi Jalan Segara Madu Pasar Ikan Kedonganan Jimbaran Badung. 

Sebagai pemilik Warung Jamu, sejatinya terdakwa sudah mendapat pembinaan serta  mengetahui bahwa dia diwajibkan menjual dan mengedarkan obat atau jamu yang ada izin edarnya. 

Tapi saat petugas dari Balai POM melakukan pemeriksaan di warung jamu Bu Yogi tersebut, didapati bahwa  terdakwa menjual obat tradisional yang tidak memiliki ijin edar. 

Obat atau jamu itu diantaranya, Sehat kuat, Jamu Joyokusumo Pegel, Urat Madu, Gajah kuat, Cobra, MontXian Ling, Pil Sakit Gigi Pak Tani, Tongkat Ajimat Madura dan masih banyak lagi.

Kepada petugas, terdakwa mengaku mendapatkan obat tradisional yang tidak memiliki ijin edar tersebut dari sales keliling. (eli/Fajar Bali)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List


DENPASAR -fajarbali.com |Selama dua pekan di Bulan Juli (dari tanggal 1 hingga 14 Juli, red), jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali mengungkap 7 kasus narkoba dengan jumlah 7 tersangka. 


DENPASAR -fajarbali.com |Muhamad Erlangga (24) salah seorang jaringan narkoba yang berhasil meloloskan ribuan ektasi dari Jawa ke Denpasar melalui jalan darat. Untuk mengecoh petugas, ribuan butir ekstasi itu dikemas pria asal Bogor Jawa Barat itu dalam bentuk bungkusan permen. 


DENPASAR -fajarbali.com |Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law terutama di sektor ketenagakerjaan menuai penolakan dari kalangan pekerja dan buruh. 


DENPASAR -fajarbali.com |Soal bule Rusia, Rusminnubaev Marat (36) yang jadi gelandangan dan tidur di Taman dekat Patung Ngurah Rai Kuta, ditanggapi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali Jamaruli Manihuruk. Menurut Jamaruli, Marat merupakan salah seorang warganegara asing yang mendapat perpanjangan izin tinggal karena dampak covid-19. 

 


Meski demikian, pihaknya akan mengecek apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh Marat. “Kami masih memeriksa yang bersangkutan apakah ada pelanggaran yang dilakukanya. Apakah harus dipulangkan ke negaranya kita lihat nanti," ujar Jamaruli saat ditemui awak media Senin (13/7/2020). 


Ia mengakui, pihaknya menerima informasi terkait adanya seorang bule asal Rusia yang menganggu ketentraman masyarakat diseputaran Bandara. Sehingga diamankan anggota Satpol PP Kabupaten Badung. "Dia diamankan Sat Pol PP dan sudah diserah terimakan kepada Imigrasi Ngurah Rai,” ungkapnya. 


Menurut Jamaruli, pihaknya tidak bisa langsung mendeportasi Marat. Pasalnya, penerbangan di tengah Pandemi Covid-19 ini masih terbatas. 


Terlebih dari informasi dari pihak Kemenkum


DENPASAR -fajarbali.com |Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Seorang pelajar berinisial SB, dicabuli oleh bapak tirinya, Ali Abdi alias Walid (54) di rumahnya Jalan Resimuka Barat Denpasar. Pencabulan itu berulang kali dilakukan pelaku hingga korban trauma dan melaporkannya ke Polresta Denpasar, 29 Juni 2020 lalu. 


Menurut Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danunaya S.H., SIK., M.H, peristiwa pencabulan ini terjadi Jumat, 26 Juni 2020 sekitar pukul 14.00 Wita. Kasus ini terbongkar setelah korban menceritakan kebejatan bapak tirinya ke ibunya RW, yang telah mencabulinya. 


Pencabulan itu menurut korban sudah berulang kali dilakukan oleh bapak tirinya sejak 26 Mei 2020 hingga 16 Juni 2020. Kasus ini dilaporkan 29 Juni 2020 lalu ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Denpasar. 


"Pelaku melakukan pencabulan ke korban dengan cara kekerasan maupun ancaman kekerasan, membujuk dan menjanjikan sesuatu, akan dibelikan laptop dan handphone," ujar Kompol Anom, Senin (13/7/2020). 


Dijelaskannya, pencabulan terjadi saat ibunya tidak ada dirumah. Pelaku Ali Abdi alias Walid mencabuli korban dengan cara meremas payudara, mencium bibir dan payudara, memegang pantat dan kemaluan korban. Selain itu, pelaku menggesek-gesek kemaluannya ke vagina korban. Akibatnya korban mengalami trauma dan sakit pada kemaluannya. 


Menindaklanjuti laporan ibu korban, unit PPA Satreskrim Polresta Denpasar melakukan pengejaran terhadap pelaku Ali yang sembunyi di rumahnya di Jalan Cipinang Cempedak I No.13, Jakarta Timur. 


Pelaku ditangkap, Minggu (12/7/2020) sekitar pukul 23.00 Wita dan dibawa ke Polresta Denpasar untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. "Setelah diinterograsi pelaku mengakui semua perbuatannya," terang mantan Kapolsek Kuta Utara ini. (hen)


ABIANSEMAL -fajarbali.com |Aksi pencurian rokok dilakukan seorang perempuan bernama Ni Kadek Ayu Juniati (34). Tersangka yang tinggal di Mengwi ini sukses membobol 3 warung dengan berpura-pura jadi sales makanan dan produk perawatan tubuh. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Dua pengedar narkoba, Bambang Dwi Pri Septiana (35) dan Deni Saepudin (30) tak berkutik, setelah kedua tangannya diborgol Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Badung, Rabu 1 Juli 2020 sekitar pukul 16.00 Wita. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Jadi kurir narkoba untuk mencari penghasilan sehari-hari, cewek asal Buleleng bernama Kadek Sutarmi (27), ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Badung di rumah kosnya di Pemecutan Kaja Denpasar Utara, Jumat (3/72020) sekitar pukul 15.25 Wita. Dilokasi penangkapan, petugas mengamankan barang bukti 16 paket sabu seberat 4,48 gram siap edar. 

 

KUTA -fajarbali.com |Perilaku bule asal Rusia bernama Marat ini sempat hebohkan dunia maya. Pria ini jadi gelandangan dan tidur hanya beralaskan tikar di rumput di dekat Patung Ngurah Rai. Ia pun diamankan Satpol PP Kabupaten Badung, pada Senin (13/7/2020). 


DENPASAR -fajarbali.com |Direktorat Polairud Polda Bali mengagalkan aksi penyelundupan 36 ekor penyu dilokasi perairan Serangan, pada Sabtu (11-7/2020). Selain menyita penyu, Polisi juga mengamankan 7 anak buah kapal yang diawaki seorang nakhoda kapal bernama Muhalim. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Seorang bapak bernama Muslim berusaha menyelamatkan anaknya, HD, saat dicabuli pelaku di kamar kos di Jalan Pulau Maluku II Denpasar Barat, Jumat (26/6/2020) malam. Ia mendobrak pintu kamar kos dan mendapati anaknya keluar dari kamar mandi, sedangkan pelaku Komang Murdika alias Jacky (42) sembunyi di atas plafon namun berhasil kabur.  


DENPASAR -fajarbali.com |Pulau Bali kini dijadikan tempat pelarian atau persembunyian para pelaku kejahatan. Setelah sebelumnya warganegara Nigeria, Umeh Tobena Camilo (34), terkait kasus pengeroyokan Polisi, giliran seorang pria berinisial YS ditangkap di tempat persembunyianya di sebuah Hotel di Jalan Teuku Umar Denpasar Barat, Rabu (8/7/2020).