JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Menjual satwa yang dilindungi jenis burung Elang di akun media social Facebook, seorang mahasiswa Komang Gede Winata diamankan Tim Resmob Polresta Denpasar.

Pria ini diciduk di rumahnya di Jalan Nusa Indah Gang IV nomor 4 Banjar Abiankapas Tengah, Denpasar Barat, Selasa (11/6/2019) pagi.

Sumber dil apangan mengungkapkan, Tim Resmob Polresta Denpasar awalnya menelisik akun Facebook dengan nama Winata Nag Nusaindah yang menjual seekor burung Elang. Padahal sejatinya, burung elang tersebut tidak boleh dijual karena merupakan satwa yang dilindungi Undang-Undang.

Di akun Facebook tersebut, tersangka Winata tidak hanya menawarkan burung elang saja, tapi ada beberapa hewan yang ditawarkan dengan harga bervariasi. Seperti biawak, burung kuak kaok, lovebird hingga anak musang.

“Dia gunakan akun Facebook untuk menjual satwa burung elang yang dilindungi UU,” beber sumber dilapangan, Selasa (11/6).
Polisi kemudian menelusuri asal akun Facebook tersebut dan akhirnya menggeledah Komang Gede Winata di rumahnya di jalan Nusa Indah Gang IV nomor 4 Banjar Abian Kapas Tengah, Denpasar Barat, Selasa (11/6) sekitar pukul 10.00 Wita.

Mahasiswa itu awalnya mengelak menjual satwa burung elang yang dilindungi, namun tak berkutik setelah polisi menunjukkan bukti penemuannya dilapangan. Selanjutnya, Winata dikeler ke Mapolresta Denpasar untuk dimintai keterangan.

Selain mengamankan Winata, polisi juga menyita 1 ekor burung elang untuk dijadikan barang bukti. Nantinya burung elang tersebut akan dititipkan di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Sedangkan Winata sendiri tidak ditahan dan dikenakan wajib lapor.
Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan membenarkan pihaknya menangkap penjual satwa burung elang yang dilindungi. Menurutnya, saat ini pelaku sudah diamankan dan masih dimintai keterangannya. Namun apakah pelaku ditahan, Kompol Arta belum berkomentar jauh soal itu.

“Masih diperiksa pelakunya,” ujar mantan Kapolsek Kuta Utara ini. ( hen/Fajar Bali)
VIRAL-Video rekaman CCTV yang merekam aksi perampokan di Alfa Mart Kesambi Baru.

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

 

DENPASAR -fajarbali.com |Ditengah virus pandemi covid-19, jajaran Satresnarkoba Polresta Denpasar berhasil mengungkap 24 kasus dan menjebloskan 30 pelaku narkoba. Pengungkapan itu berlangsung selama Bulan Mei akhir. 


DENPASAR -fajarbali.com |Mencegah terjadinya penularan, sebanyak 56 anggota Bhabinkamtibmas di wilayah Polresta Denpasar menjalani Rapid Test di Poliklinik Polresta Denpasar, Sabtu (30/5/2020). 

Denpasar - Fajarbali.com - Setelah sekian lama berdiam di dan menjadi bulan bulanan, Tian Wilaras terdakwa kasus perbankan melalui kuasa hukumnya Acong Latif akhirnya angkat bicara. Acong menyebut, dalam perkara ini Titian justru merupakan korban. 


DENPASAR -fajarbali.com |Setelah melakukan pengembangan terhadap 3 tersangka pembobolan mesin ATM Bank Mandiri, Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali berhasil menangkap otak pelakunya warga negara Aljazair, Mirad Riad (47). 


DENPASAR -fajarbali.com |Dalam semalam, terjadi dua kali kebakaran, pada Jumat (29/5/2020) dinihari. Pertama kios di Jalan Pulau Selayar dan kedua sebuah warung Jalan Gunung Karang Denpasar. Kebakaran itu terjadi berselang satu jam kemudian. 
 

Sumber dilapangan mengungkapkan, kios di Jalan Pulau Selayar, Banjar Batu Bintang, Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, ludes terbakar sekitar pukul 05.00 Wita. 

Kios tersebut diketahui milik Asmawi (67) yang tinggal di Jalan Pulau Selayar Nomor 3, Denpasar. Kios yang terbakar memiliki luas total 4x5 meter. 

"Kios yang terbakar itu disewa oleh warung makan, counter pulsa, toko kelontong. Semuanya ludes terbakar," ungkap sumber. 

Tim damkar Kota Denpasar langsung menuju TKP untuk menjinakkan si jago merah. Sementara dari informasi kebakaran tersebut disebabkan akibat arus pendek pada salah satu kios. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.  

Berselang satu jam kemudian, kebakaran terjadi di sebuah warung di  Warung Jalan Gunung Karang, Banjar Tegal Dukuh Anyar, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat. 

Kebakaran terjadi sekitar pukul 05.40 wita dan warung kecil itu diketahui milik Fairianto (48) asal Grogak, Buleleng, Bali. "Warung kelontong dan pertamini juga terbakar, ditaksir kerugian mencapai Rp 25 juta. Penyebabnya masih diselidiki Polisi," ujar sumber. 

Sementara Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu H Andi Muh Nurul Yaqin membenarkan terjadinya  kebakaran tersebut. "Kami masih selidiki penyebabnya," ungkapnya. (hen)


DENPASAR -fajarbali.com |Tidak mengantongi atau memiliki surat Rapid Test dan identitas diri, empat orang warga luar Bali diamankan petugas Satpol PP Kota Denpasar yang berjaga di Pos PKM, pada Jumat (29/5/2020). 


KUTA -fajarbali.com |Proyek bangunan Swissbel di Jalan Arjuna Double Six Nomor 8, Legian Kuta, digemparkan tewasnya tukang kayu, Mujahidin (38), pada Kamis (28/5) pukul 06.00 Wita. Belum diketahui penyebab kematian pria asal Tegal Jawa Tengah itu, Polisi masih menyelidikinya. 


DENPASAR -fajarbali.com |Sebanyak 450 prajurit Yonif Raider 900/SBW dilepas tugas ke Provinsi Papua, pada Jumat (29/5/2020). Pelepasan ratusan prajurit dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto. 


MENGWI -fajarbali.com |Ledakan keras yang terjadi di dalam gudang Vila Bougenville, pada Rabu (27/5/2020) sekitar pukul 20.30 Wita. Usut punya usut, ledakan itu disebabkan konsleting listrik yang terpasang di AC hingga menyebabkan terjadinya kebakaran. 


MENGWI -fajarbali.com |Kecelakaan out of control dialami seorang pengendara motor bernama I Gede Restu (45) asal Singaraja. Tanpa bisa dicegah, korban yang tinggal di BTN Rahayu Berdasi Buduk, Mengwi Badung itu terjun bebas ke sungai bersama dengan motornya Honda Vario DK 2252 OO. Korban tewas dalam kondisi mengenaskan. 


DENPASAR -fajarbali.com |Jejaring media sosial Facebook dikagetkan postingan ujaran kebencian terhadap warga Bali oleh pemilik akun bernama Rizki Rahaditha. Ia memposting tulisan B**uh semua orang Bali. An**ng orang Bali an**ng orang Bali. Orang Bali semua harus m**i semua”. 

 

Setelah kasus ini diusut Tim Opsnal Subdit V Unit Cyber Ditreskrimsus Polda Bali, ternyata pemilik akun mengalami gangguan jiwa. 

Selanjutnya, Unit Ciber Polda Bali memanggil keluarga Rizki untuk dimintai keterangan, pada Rabu (27/5/2020). Daniel selaku orang tua Rizki meminta maaf atas postingan tersebut. Ia mengaku telah membuat video klarifikasi yang akhirnya diunggah di akun media sosial Dit Reskrimsus Polda Bali. 

Dalam klarifikasinya Daniel membenarkan anaknya mengalami gangguan jiwa. Perihal ini diperkuat surat perawatan dari rumah sakit yang dibawanya ke Ditreskrimsus Polda Bali. "Anak saya memang mengalami gangguan jiwa dan saat ini masih dalam perawatan," ungkapnya. 

Selain itu, Daniel selaku keluarga Rizki memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Bali di mana pun berada. Dan juga kepada seluruh umat beragama di seluruh nusantara atas postingan keluarga kami tersebut. 

"Kami berjanji untuk menjaga Rizki Radita agar perbuatan seperti ini tidak terulang kembali," jelas Daniel didampingi menantunya bernama Putra S dalam video klarifikasi tersebut. 

Sementara itu, Kasubdit V Ditreskrimsus AKBP Gusti Ayu Suinaci membenarkan Rizki Rahaditha mengalami gangguan jiwa. Sebenarnya peristiwa itu di awal April dan pihaknya sudah melakukan penyelidikan. 

"Kami sudah lidik, orangnya alami gangguan jiwa. Nah sekarang orang screen capture ya itu diviralkan lagi. Bukan dia yang membuat viral. Dia bikin status karena habis obatnya. Tetangga di sana (tempat tinggalnya) memaafkan dia. Karena mereka sudah tau kalau dia gangguan jiwa," terang AKBP Suinaci saat  dihubungi wartawan, Kamis (28/5/2020).

Yang menarik saat anggota Tim Ciber datangi rumahnya, AKBP Suinaci mengatakan pria tersebut mengamuk dan melempar anggotanya dengan pisau. Tak hanya itu, Rizki selalu menyembunyikan Handphone dan mengancam orang yang berani mengambilnya. 

"Keluarganya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena dia selalu sembunyikan handphone dan mengancam keluarganya. Kami berharap ke masyarakat agar tidak  viralkannya lagi statusnya itu," tegas mantan Kapolsek Denpasar Barat ini. (hen)


DENPASAR -fajarbali.com |Tiga komplotan maling pembobol mesin ATM Bank Mandiri dibekuk Tim Resmob Polda Bali dilokasi yang berbeda, Denpasar, Batubulan dan Jimbaran, Rabu (27/5/2020). Kawanan maling ini menggunakan modus membongkar pintu brankas ATM dengan menggunakan anak kunci. Dari hasil kejahatan itu para pelaku sukses menggondol uang Rp.600 juta di dalam mesin ATM. 

 

Tiga tersangka yang ditangkap yakni Roni Firmansyah Maulana asal Cimahi Jawa Barat tinggal di Jalan Raya Sesetan Denpasar Selatan. Roni merupakan pekerja teknisi ATM/CR FLM. 
Kedua, Tri Ito Yudiarsoyo asal Kranggan III/15 Desa Bubutan dan terakhir I Wayan Kontal asal Br Dinas 
Dinas Bunglad Kubu Karangasem. 

Menurut Kasubdit III, Ditreskrimum Polda Bali, AKBP Ranefli Dian Candra terungkapnya pembobolan mesin ATM ini berdasarkan laporan pihak Bank Mandiri 27 Mei 2020. Pelapor, Dwi Prasetyo selaku Regional Manager yang tinggal di Jalan Pulau Bungin. 

Pelapor asal Jawa Timur itu menerangkan pembobolan terjadi di ATM Bank Mandiri SPBU Buruan Jalan Bypass Darma Giri Buruan Gianyar, Rabu (27/5/2020) sekitar pukul 06.17 Wita. Dalam laporannya, pihak Bank mendapati di mesin ATM dan CCTV di TKP tertutup lakban. Bahkan setelah di cek ada 3 kotak tempat penyimpanan uang raib. 

Sementara di 3 kotak uang itu berisi masing-masing uang sebesar Rp 200 juta. "Pihak Bank dalam hal ini PT. Usaha Gedung Mandiri diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp. 600 juta," ujar AKBP Ranefli, Kamis (28/5/2020). 

Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali yang menyelidiki kasus tersebut melakukan penyelodokan dan pemeriksaan saksi saksi serta CCTV. Para pelaku pun akhirnya termonitor. 

"Tersangka Roni kami tangkap di Denpasar, Rabu lalu setelah kejadian. Kemudian disusul tersangka Yudiarsoyo di Batubulan Gianyar dan Wayan Kontal di Jimbaran," ungkapnya. 

Barang bukti yang diamankan dari tersangka yakni uang tunai Rp 333 juta, kaset yang dibakar, 1 unit mobil Toyota Agya warna putih, 2 magic com/pemasak dan 2 blender yang dibeli dari hasil kejahatan. 

Ketiga tersangka yang diperiksa mengaku semua barang bukti uang adalah hasil curian. Sementara mereka beraksi dengan menggunakan kunci palsu. 

"Mereka sukses beraksi karena satu tersangka bekerja sebagai teknisi ATM dan menggunakan anak kunci. Kami juga masih memburu 1 warga asing asal Alzajair bernama Philip. Dia otak pelaku pembobolan ini," tegas AKBP Ranefli. (hen)