JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Bule kelahiran Sydney, Australia bernama Kim Anne Alloggia (41) yang kedapatan memesan Narkotika jenis ganja cair dari Amerika, Selasa (11/6/2019) diadili di PN Denpasar. 

Seperti biasa, sebelum pembacaan dakwaan dimulai, majelis hakim menanyakan identitas terdakwa. Awalnya ternyata menjawab dengan serius dan benar.  Namun ketua majelis hakim I Made Pasek menanyakan soal kepercayaan atau agama yang dianut oleh terdakwa, jawaban terdakwa sangat malah ngelantur. 

"Saya awalnya dibabtis sebagai orang Kristen, lalu saya menikah dengan orang Katholik, tapi setelah saya di Bali, saya menyukai agama Hindu," jawab terdakwa sembari menunjukkan gelang tridatu yang dikenakan di tangan kanannya. 

Namun sebagaimana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Lanang Suyadnyana tertulis bahwa terdakwa beragama Kristen Katholik. 

Sementara itu sebagaimana dalam dakwaan jaksa terungkap pada tanggal 2 Maret 2019 di salah satu Home Stay di Jalan Camplung Tanduk No. 99 Seminyak, Kuta.

Sebelum ditangkap, terdakwa terlebih dahulu memesan pewarna pakaian kepada temannya yang bernama Kim E Artist yang tinggal di Amerika. Selanjutnya teman terdakwa menanyakan alamat pengiriman kepada terdakwa. Terdakwa lalu bertanya kepada saksi I Komang Gede Happy tentang alamat yang bisa dikirimi barang. 

Oleh saksi diberikan alamat di Jalan Sedap Malam III Perum Livadiva 12 Kesiman. Singkat cerita, barang pesanan terdakwa tiba di Kantor Pos Renon tanggal 4 Februari 2019. 

Terdakwa lalu meminta saksi Komang Gede untuk mengambilnya dengan memberikan nomor seri pengiriman. Saksi lalu pergi ke kantor pos dan mengambil paketan dengan menunjukkan nomor resi pengiriman. 

Saat itu pula datang petugas dari Polresta Denpasar mendaki saksi dan menanyakan siapa pemilik paketan tersebut yang dijawab saksi milik Kim Anne Alloggia yang tinggal di salah satu Home Stay di Jalan Camplung Tanduk.

Di bawah pengawasan polisi, saksi menuntut tempat tinggal terdakwa dan menyerahkan paketan tersebut. " Setelah paket diserahkan, oleh terdakwa dibuka memang ada ditemukan pewarna pakaian," sebut jaksa Kejari Denpasar itu. 

Selain itu juga ada sebuah tabung kecil yang ternyata didalamnya berisikan Narkotika jenis ganja cair. Saat ditanya petugas terkait ganja cair itu, terdakwa mengaku tidak pernah memesan benda itu. 

Namun karena terdakwa mengaku bertanggungjawab atas semua barang yang ada dalam paketan itu, polisi pun akhirnya membawa terdakwa ke kantor untuk diperiksa lebih lanjut. 

Setelah dilakukan penimbangan ganja cair itu beratnya adalah 16,41 gram bruto atau 0,57 gram. Atas perbuatan itu terdakwa dijerat dengan Pasal 113 ayat (1) atau 111 ayat (1) pada dakwaan kedua atau Pasal 127 ayat (1) UU Narkotika. (eli/Fajar Bali)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List


KUTA SELATAN -fajarbali.com |Heboh, Patung Nyi Roro Kidul ditemukan di atas batu karang di Pantai Water Blow di kawasan ITDC Nusa Dua, Minggu (24/5/2020) sekitar pukul 16.00 Wita. 


DENPASAR -fajarbali.com |Tujuh pemuda Kampung Jawa yang sempat diamankan gara-gara melakukan sahur keliling di depan Masjid Baiturahmah di Jalan Ahmad Yani Denpasar Barat, tidak ditahan, statusnya masih saksi. Jajaran Polresta Denpasar masih menyelidiki kasus tersebut. 


DENPASAR -fajarbali.com |Sejumlah oknum pemuda Kampung Jawa yang melaksanakan sahur keliling sambil membunyikan bedug dipertigaan depan masjid Baiturahmah Jalan Ahmad Yani Denpasar Barat, Sabtu (23/5) sekitar pukul 03.00 dinihari, viral di media sosial. 


DENPASAR -fajarbali.com |Jajaran Reskrim Polresta Denpasar telah memeriksa 7 saksi terkait puluhan oknum pemuda kampung Jawa yang melaksanakan sahur keliling di pertigaan depan masjid Baiturahmah Jalan Ahmad Yani Denpasar Barat, Sabtu (23/5) sekitar pukul 03.00 dinihari. 

 

Sebelumnya, kegiatan puluhan pemuda ini viral di media sosial dan terekam video sedang menyalakan smoke bomb dan memukul bedug sambil nyanyi-nyanyi. 


DENPASAR -fajarbali.com |Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja mengingatkan Pemerintah Provinsi Bali untuk tidak salah memilih media dalam pemberian donasi atau bantuan terkait program bantuan operasional kepada media yang terdampak pandemi Covid-19. 


DENPASAR -fajarbali.com |Insiden pembacokan menimpa kakek renta I Wayan Rika (71) saat berjalan kaki di Jalan Veteran Denpasar, tepatnya di depan Toko Bahagia, Denpasar Timur, Sabtu (23/5/2020) sekitar pukul 08.30 wita. Beruntung, pelaku bernama Ismail asal Jember Jawa Timur berhasil ditangkap warga setempat. 


DENPASAR -fajarbali.com |Mengaku benci Polisi karena dilarang mudik, pria bernama Jumadi (25) memposting akan mengebom Bali di akun Facebook miliknya. Namun siapa sangka ulah nakalnya itu menggiringnya ke penjara. Ia ditangkap anggota Subdit V (Siber) Ditreskrimum Polda Bali di rumah kosnya di Kuta, Rabu (20/5/2020). 

 

Menurut Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP I Gusti Ayu Putu Suinaci tersangka Jumadi memposting komentar bernada ancaman di akun facebooknya "Jun Bintang" pada Rabu (20/5/2020). Postingan itu berbunyi : Pasti bisa ke Bali lg tenang saja klok di larang masuk Bali iya boom saja kyk dulu biyar mampus wkwkw”.

Komentar tersebut mendapat respon dari kalangan nitizen dan menuai beragam reaksi. Anggota Subdit V (Siber) melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas dan keberadaan pemilik akun tersebut. 

"Akibat postingan itu telah menimbulkan  rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)," ujar AKBP Suinaci, Jumat (22/5/2020). 

Namun saat diselidiki, Jumadi mendadak merubah statusnya untuk menghilangkan jejak. Setelah merubah nama akunnya tersangka membuat komentar pada postingan seseorang yang berisi muatan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

“Walau dia merubah nama akunya untuk  menghilangkan jejak, kami tetap berhasil mengamankan yang bersangkutan," terangnya. 

Sementara barang bukti yang diamankan yakni 1 unit HP merk Sony warna putih dan 6 lembar screen capture postingan akun FB Jun Bintang. 

Hasil interogasi, tersangka Jumadi  mengakui telah membuat komentar pada postingan tersebut di atas dengan alasan yang bersangkutan benci terhadap Polri karena dilarang mudik Lebaran. "Katanya dia benci Polisi karena tidak bisa mudik sehingga membuat postingan itu” tutur AKBP Putu Suinaci.

Sebagai ganjaran atas perbuatanya, tersangka dijerat Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar. (hen)


DENPASAR -fajarbali.com |Tipu menipu memang pekerjaanya Ricky Boentarya (38). Pria asal Tambora Jakarta Barat itu sukses menipu korbannya Ni Ketut Suryani (49) hingga merugi Rp 24.750 juta, terkait pembelian masker. Tak lama menikmati uang "haram" dan digunakan untuk berjudi, Ricky akhirnya ditangkap. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Tiga pelaku pemalsu surat keterangan kesehatan dan surat jalan diringkus Polres Badung saat diperiksa di Pospam Ketupat Covid-19 di Jalan Raya Mengwitani Badung, Rabu (20/5/2020). Mereka terdiri dari sopir, Aan Setiawan (35), Ikwan Mudi (30) penyedia travel dan Sutomo (34) pelaksana dilapangan. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Sebanyak 32 warga yang akan mudik Lebaran ke Pulau Jawa, terjaring Operasi Sekat, pada Rabu (20/5/2020). Puluhan warga tersebut terpaksa diamankan karena untuk mencegah dan memutuskan penyebaran virus pandemi covid-19. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Bay Pass Canggu, Kuta Utara, Rabu (20/5/2020) sekitar pukul 19.30 Wita. Kecelakaan itu menewaskan seorang pengendara Honda Vario berinisial KA (69) tinggal di Br. Anyar Kaja, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian terhadap seorang nelayan, Made Dolpin (35) yang hilang saat mencari ikan di Perairan Water Blow, Kamis (21/5/2020).