JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Perbuatan pria paruh baya bernama R.M Indra Prayitno (43) memang benar-benar keterlaluan. Bagaimana tidak, selain hobi menegak minuman keras, Prayitno juga sering menghajar istrinya yang bernama Ariani. 

Ariani, yang tidak tahan dengan kelakuan suaminya itu melapor ke Polisi sehingga kasusnya berlanjut hingga ke pengadilan, Selasa (11/6/2019). Di muka sidang pimpinan Hakim Ni Made Purnami, saksi korban Ariani menututkan bahwa suaminya (terdakwa) memang sering mabuk. "Setiap mabuk saya selalu menjadi korban kekerasan," akunya muka sidang. 

"Seberapa sering suami ibu minum minuman keras," tanya hakim yang dijawab hampir setiap hari. "Berarti sering juga saksi dipukul," tanya hakim lagi yang dijawab dengan anggukan kepala. 

Terdakwa sendiri mengakui semua apa yang diterangkan istrinya di muka sidang. "Kamu pernah nggak saat mabuk diikat sama istrimu," tanya Hakim Budi Watsara yang dijawab tidak oleh terdakwa. 

"Besok-besok kalau mabuk lagi diikat ke pohon yang banyak semut merahnya mau nggak?," tanya hakim yang dijawab terdakwa tidak mau.

"Ya sudah kalau begitu jangan mabuk lagi, kasian istri dan anak-anak. Saudara sudah tidak muda lagi, jadi jaga kesehatan," timpal hakim Budi Watsara menasehati terdakwa. 

Sementara korban Ariani yang ditemui usai bersaksi menyatakan sudah banyak tetangga yang menasehati agar suaminya tidak lagi mabuk mabukan. "Tapi nggak ada yang didengar," ungkap ibu dua anak ini. 

Dikatakan pula, sejatinya terdakwa sudah menderita beberapa penyakit, yang salah satunya adalah TBC. "Sudah sakit-sakitan tapi tetap saja tidak mau berhenti mabuk," pungkasnya. 

Sementara dalam dakwaan jaksa, terungkap kasus penganiayaan atau KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang menimpa korban ini terjadi pada tanggal 20 Juli 2018 sekira pukul 23.30 WITA.

KDRT ini terjadi di tempat tinggal keduanya di Jalan Akasia XVI Gang Nangka Nomor : 8 Denpasar Timur. Saat itu tanpa sebab yang jelas, terdakwa marah-marah hingga ingin membanting HP milik korban. 

Tak sampai di situ, terdakwa lalu mengambil gunting dan mencekik leher korban serta hendak menusuk korban. Beruntung saat itu, kedua anak korban datang dan langsung memegang tangan terdakwa. 

Namun demikian, gunting yang ada pada terdakwa sempat melukai leher korban. Akibat perbuatannya terdakwa oleh Jaksa Ni Luh Oka Ariani Adikarini dijerat dengan dua Pasal berlapis. 

Yaitu Pasal 44 ayat (1) UU RI No 23 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga pada dakwaan pertama dan Pasal 44 ayat (4) Undang-undang yang sama. (eli/Fajar Bali)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASARfajarbali.com | Keseriusan Kejari Denpasar dalam menangani kasus dugaan penyelewengan dana desa di Desa Dauh Puri Klod  nampaknya tidak perlu diragukan lagi.

DENPASAR-fajarbali.com | Direktur PT. Panorama Bali I Made Anom Antara (48),yang diduga menipu seorang pengusaha bernama Njoo Daniel Dino Dinata,  Kamis (20/6/2019) tunntut hukuman satu tahun enam bulan (1,5 tahun). 

DENPASAR-fajarbali.com | Pedagang obat tradisional atau jamu bernama Juwarni (40) asal Situbondo, Jawa Timur, yang diadili karena menjual obat atau jamu yang tidak dibekali dengan izin edar, Rabu (18/6/2019) dituntut hukuman empat bulan penjara. 

DENPASAR-fajarbali.com | Setelah menyelidiki kasus penganiayaan di rumah kos di Jalan Kapten Japa Gang XVIII No.10 A Denpasar Timur, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur berhasil menangkap tersangka Adi Aprianto (32) di rumah pamannya di Jalan Tukad Pakerisan nomor 95 Denpasar Selatan, Kamis (13/6/2019) sekitar pukul 17.00 Wita.

DENPASAR-fajarbali.com | Pria kelahiran Amarasi, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Yustinus Mulianto Jegalut alias Into yang diseret ke pengadilan sebagai terdakwa karena melempar anak usia 15 tahun berinisial I Komang JS, divonis lima bulan penjara. 

DENPASAR-fajarbali.com | Bermaksud merayakan ulang tahun bersama teman-temannya, anggota Polri Bripka Made Agus Darmayana (40) dikeroyok di Biliyard Queen di Jalan Gunung Andakasa, Denpasar Barat, Minggu (16/6/2019) dinihari.

DENPASAR-fajarbali.com | Berkas dua bule Rusia perampok Money Changer, Georgii Zhukov (39) dan Robert Haupt (32) sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Denpasar. Hanya saja, Polisi belum berhasil mengungkap keberadaan senpi laras panjang SS1 milik anggota Brimob Polda Bali yang dikeroyok di Hotel Ayana Nusa Dua Selasa, akhir tahun 2018 lalu.

GIANYAR-fajarbali.com|Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, melakukan peninjauan ke lokasi Proyek Revitalisasi Pasar Sukawati di Gianyar pada Jumat (14/6/2019).

DENPASAR-fajarbali.com | Selama tiga hari berturut-turut dari Rabu (12/6) hingga Jumat (14/6) besok, Polresta Denpasar melakukan pemeriksaan terhadap ratusan pucuk senjata api (senpi) milik anggota Polresta Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | Masih teringat dengan I Nyoman Tinggal (45), pria yang mabuk dan mengacung-acungkan pedang di Jalan Pulau Batanta, 26 Maret 2019 lalu dan sempat viral si media sosial (medsos).  

DENPASAR-fajarbali.com | Aksi jambret yang terjadi di depan Masjid AL Rahmat Jalan Raya Kuta, menimpa pasangan suami istri asal Singapura, Uegene Aathar (25) diungkap tim gabungan Jatanras Ditreskrimum Polda Bali, Resmob Polresta Denpasar dan Polsek Kuta.

DENPASAR-fajarbali.com | Warga Negara (WN) Rusia bernama Andrei Zhestkov yang ditangkap di Bandara Ngurah Rai karena hendak membawa atau menyelundupkan orangutan, Rabu (12/6/2019) diadili di PN Denpasar.