JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Bule Australia bernama Gregor Egli yang kedapatan menyimpan Narkotika jenis sabu sabu diatas lemarinya, Kamis (23/5/2019) divonis super ringan. Bahkan atas vonis yang dijatuhkan oleh oleh majelis hakim itu, terdakwa tidak perlu lagi mendekam dalam sel tahanan. 

Sebab, majelis hakim pimpinan Bambang Ekaputra itu menjatuhkan vonis delapan bulan penjara dengan ketentuan menjalani rehabilitasi tadi selama lima bulan di Yayasan Anargya, Sanur. 

Karena terdakwa sudah menjalani masa penahanan selama tiga bulan, maka dapat dipastikan terdakwa saat ini hanya tinggal menjalani masa rehabilitasi selama lima bulan. 

Majelis hakim pimpinan Bambang Ekaputra yang juga Kepala Pengadilan Negeri (KPN) Denpasar itu menyatakan terdakwa terbukti secara tanpa hak melawan hukum menyalahgunakan narkotika bagi dirinya sendiri. 

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 ayat(1) huruf a UU Nomor : 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama delapan bulan, dengan ketentuan menjalani rehabilitasi selama lima bulan di Yayasan Anargya," tegas Hakim Bambang Ekaputra. 

Atas putusan itu, terdakwa yang sudah fasih berbahasa Indonesia itu melalui kuasa hukumnya langsung menyatakan menerima."Kami menerima putusan ini yang mulia," kata kuasa hukum terdakwa. 

Hal yang sama juga menjadi sikap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asari Susantina. Jaksa Kejati Bali itu juga langsung menyatakan menara meski sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun. 

Diberitakan sebelumnya, Gregor Egli (41) Warga Negara Asing (WNA) asal Australia ini dituntut setahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pria yang fasih berbahasa Indonesia ini dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotik, bagi dirinya sendiri, dengan barang bukti sabu-sabu seberat 0,09 gram netto

Sementara itu sebagaimana diungkap dalam surat dakwaan awal mula terdakwa Gregor ditangkap. Pada hari Senin, 28 Januari 2019 di Jalan Salawati, Gang Saraswati, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian.

Terdakwa ditangkap saat petugas melakukan penggeledahan di rumah kontrakannya, dan menemukan sabu-sabu seberat 0,33 gram brutto. Narkotik itu ditemukan petugas di lemari pakaian terdakwa.

Lalu dilakukan pemeriksaan, dan terdakwa mengakui bahwa narkotik jenis sabu-sabu itu adalah miliknya. Ia mendapat sabu-sabu itu dengan cara membeli dari Derry seharga Rp 2,3 juta.

“Terdakwa membeli dengan cara mentransfer uang, kemudian sabu-sabu dikirimkan Derry ke rumah terdakwa. Terdakwa telah menggunakan sabu-sabu sejak bulan Pebruari 2018. Terakhir menggunakan sabu-sabu dua hari sebelum diciduk oleh petugas kepolisian,” ungkap Jaksa Assri kala itu. (eli/Fajar Bali)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASARfajarbali.com | Keseriusan Kejari Denpasar dalam menangani kasus dugaan penyelewengan dana desa di Desa Dauh Puri Klod  nampaknya tidak perlu diragukan lagi.

DENPASAR-fajarbali.com | Direktur PT. Panorama Bali I Made Anom Antara (48),yang diduga menipu seorang pengusaha bernama Njoo Daniel Dino Dinata,  Kamis (20/6/2019) tunntut hukuman satu tahun enam bulan (1,5 tahun). 

DENPASAR-fajarbali.com | Pedagang obat tradisional atau jamu bernama Juwarni (40) asal Situbondo, Jawa Timur, yang diadili karena menjual obat atau jamu yang tidak dibekali dengan izin edar, Rabu (18/6/2019) dituntut hukuman empat bulan penjara. 

DENPASAR-fajarbali.com | Setelah menyelidiki kasus penganiayaan di rumah kos di Jalan Kapten Japa Gang XVIII No.10 A Denpasar Timur, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur berhasil menangkap tersangka Adi Aprianto (32) di rumah pamannya di Jalan Tukad Pakerisan nomor 95 Denpasar Selatan, Kamis (13/6/2019) sekitar pukul 17.00 Wita.

DENPASAR-fajarbali.com | Pria kelahiran Amarasi, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Yustinus Mulianto Jegalut alias Into yang diseret ke pengadilan sebagai terdakwa karena melempar anak usia 15 tahun berinisial I Komang JS, divonis lima bulan penjara. 

DENPASAR-fajarbali.com | Bermaksud merayakan ulang tahun bersama teman-temannya, anggota Polri Bripka Made Agus Darmayana (40) dikeroyok di Biliyard Queen di Jalan Gunung Andakasa, Denpasar Barat, Minggu (16/6/2019) dinihari.

DENPASAR-fajarbali.com | Berkas dua bule Rusia perampok Money Changer, Georgii Zhukov (39) dan Robert Haupt (32) sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Denpasar. Hanya saja, Polisi belum berhasil mengungkap keberadaan senpi laras panjang SS1 milik anggota Brimob Polda Bali yang dikeroyok di Hotel Ayana Nusa Dua Selasa, akhir tahun 2018 lalu.

GIANYAR-fajarbali.com|Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, melakukan peninjauan ke lokasi Proyek Revitalisasi Pasar Sukawati di Gianyar pada Jumat (14/6/2019).

DENPASAR-fajarbali.com | Selama tiga hari berturut-turut dari Rabu (12/6) hingga Jumat (14/6) besok, Polresta Denpasar melakukan pemeriksaan terhadap ratusan pucuk senjata api (senpi) milik anggota Polresta Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | Masih teringat dengan I Nyoman Tinggal (45), pria yang mabuk dan mengacung-acungkan pedang di Jalan Pulau Batanta, 26 Maret 2019 lalu dan sempat viral si media sosial (medsos).  

DENPASAR-fajarbali.com | Aksi jambret yang terjadi di depan Masjid AL Rahmat Jalan Raya Kuta, menimpa pasangan suami istri asal Singapura, Uegene Aathar (25) diungkap tim gabungan Jatanras Ditreskrimum Polda Bali, Resmob Polresta Denpasar dan Polsek Kuta.

DENPASAR-fajarbali.com | Warga Negara (WN) Rusia bernama Andrei Zhestkov yang ditangkap di Bandara Ngurah Rai karena hendak membawa atau menyelundupkan orangutan, Rabu (12/6/2019) diadili di PN Denpasar.