JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Berdasarkan hasil penyidikan Ditreskrimsus Polda Bali terungkap tersangka Sudikerta membagi-bagikan uang hasil penjualan tanah Pelaba Puri Jurit Luhur Uluwatu kepada dua tersangka sebesar Rp 26 miliar.

Menurut keterangan Direktur Ditreskrimsus Polda Bali Kombespol Yuliar Kus Nugroho, dalam pemeriksaan tersangka Wayan Wakil mengakui dirinya telah menyerahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) No 5048 yang diduga palsu kepada tersangka I Ketut Sudikerta.

Selain itu, Wayan Wakil juga mengakui telah menerima aliran dana sebesar Rp 8 miliar dari Pecatu Bangun Gemilang, dari hasil penjualan tanah Pelaba Pura Jurit Luhur Uluwatu, Kuta Selatan.

“Tersangka Wayan Wakil juga mengakui telah menerima aliran dana sebesar Rp 19 miliar dari tersangka Anak Agung Ngurah Agung atas penjualan tanah tersebut,” bebernya.

Sedangkan berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka Anak Agung Ngurah Agung, perwira melati tiga dipundak itu menjelaskan, tersangka mengakui telah menerima uang sebesar Rp 26 miliar dari tersangka I Ketut Sudikerta. Pengakuan lainnya yakni, dia telah melakukan pelepasan hak terhadap SHM No 5048 yang diduga palsu kepada pelapor Alim Markus.

“Jadi, tersangka Anak Agung Ngurah Agung ini menyerahkan uang sebesar Rp 19 miliar kepada tersangka Wayan Wakil yang merupakan bagian dari Rp. 26 miliar yang diterima dari tersangka Sudikerta,” urai Kombes Yuliar.

Disinilah, kata Kombes Yuliar, peran aktif kedua tersangka Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung melakukan penipuan tersebut. “Sehingga berdasarkan hasil pemeriksaan dan didukung dengan bukti permulaan yang cukup, kedua tersangka kami tahan,” tegasnya.

Seperti diberitakan, mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta berstatus tersangka dan ditahan penyidik Ditreskrimsus Polda Bali, sejak Kamis (4/4) malam. Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar di Bali ini terlibat kasus penipuan, penggelapan, pemalsuan sertifikat dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), terkait kasus tanah Pelaba Pura Jurit, Uluwatu Kuta Selatan seluas 3300 meterpersegi dan 38,650 meterpersegi.

Kasus ini dilaporkan oleh pihak Maspion Grup dalam hal ini Alim Markus dengan kerugian Rp 150 miliar. Selain Sudikerta, tiga anak buahnya yakni tersangka Wayan Wakil, Anak Agung Ngurah Agung dan Ida Bagus Herry Trisna Yuda juga berstatus tersangka, namun belum dilakukan penahanan. Tak hanya itu, penyidik kepolisian juga sudah melakukan penyitaan asset tanah dan uang milik tersangka Sudikerta yang nilainya mencapai miliaran rupiah. (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASARfajarbali.com | Keseriusan Kejari Denpasar dalam menangani kasus dugaan penyelewengan dana desa di Desa Dauh Puri Klod  nampaknya tidak perlu diragukan lagi.

DENPASAR-fajarbali.com | Direktur PT. Panorama Bali I Made Anom Antara (48),yang diduga menipu seorang pengusaha bernama Njoo Daniel Dino Dinata,  Kamis (20/6/2019) tunntut hukuman satu tahun enam bulan (1,5 tahun). 

DENPASAR-fajarbali.com | Pedagang obat tradisional atau jamu bernama Juwarni (40) asal Situbondo, Jawa Timur, yang diadili karena menjual obat atau jamu yang tidak dibekali dengan izin edar, Rabu (18/6/2019) dituntut hukuman empat bulan penjara. 

DENPASAR-fajarbali.com | Setelah menyelidiki kasus penganiayaan di rumah kos di Jalan Kapten Japa Gang XVIII No.10 A Denpasar Timur, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur berhasil menangkap tersangka Adi Aprianto (32) di rumah pamannya di Jalan Tukad Pakerisan nomor 95 Denpasar Selatan, Kamis (13/6/2019) sekitar pukul 17.00 Wita.

DENPASAR-fajarbali.com | Pria kelahiran Amarasi, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Yustinus Mulianto Jegalut alias Into yang diseret ke pengadilan sebagai terdakwa karena melempar anak usia 15 tahun berinisial I Komang JS, divonis lima bulan penjara. 

DENPASAR-fajarbali.com | Bermaksud merayakan ulang tahun bersama teman-temannya, anggota Polri Bripka Made Agus Darmayana (40) dikeroyok di Biliyard Queen di Jalan Gunung Andakasa, Denpasar Barat, Minggu (16/6/2019) dinihari.

DENPASAR-fajarbali.com | Berkas dua bule Rusia perampok Money Changer, Georgii Zhukov (39) dan Robert Haupt (32) sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Denpasar. Hanya saja, Polisi belum berhasil mengungkap keberadaan senpi laras panjang SS1 milik anggota Brimob Polda Bali yang dikeroyok di Hotel Ayana Nusa Dua Selasa, akhir tahun 2018 lalu.

GIANYAR-fajarbali.com|Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, melakukan peninjauan ke lokasi Proyek Revitalisasi Pasar Sukawati di Gianyar pada Jumat (14/6/2019).

DENPASAR-fajarbali.com | Selama tiga hari berturut-turut dari Rabu (12/6) hingga Jumat (14/6) besok, Polresta Denpasar melakukan pemeriksaan terhadap ratusan pucuk senjata api (senpi) milik anggota Polresta Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | Masih teringat dengan I Nyoman Tinggal (45), pria yang mabuk dan mengacung-acungkan pedang di Jalan Pulau Batanta, 26 Maret 2019 lalu dan sempat viral si media sosial (medsos).  

DENPASAR-fajarbali.com | Aksi jambret yang terjadi di depan Masjid AL Rahmat Jalan Raya Kuta, menimpa pasangan suami istri asal Singapura, Uegene Aathar (25) diungkap tim gabungan Jatanras Ditreskrimum Polda Bali, Resmob Polresta Denpasar dan Polsek Kuta.

DENPASAR-fajarbali.com | Warga Negara (WN) Rusia bernama Andrei Zhestkov yang ditangkap di Bandara Ngurah Rai karena hendak membawa atau menyelundupkan orangutan, Rabu (12/6/2019) diadili di PN Denpasar.